“Astaga benar- benar seperti anak kecil saja…”Gerutuku sambil menggelengkan kepalaku melihat ulah mereka. “Ya, mereka kadang seperti anak kecil tetapi kadang-kadang sangat dewasa …” Ucap manajer mereka yang tiba-tiba saja berada di belakangku. Aku sangat kaget kenapa dia bisa tahu aku berbicara bahasa Indonesia, ah dasar bodoh dia kan teman baik ayah jadi pasti bisa lah mengerti bahasa Indonesia. “Ayahmu benar- benar tidak salah memilihmu sebagai tour guide kami selama di Indonesia. mereka juga sepertinya sudah mulai lupa akan aktivitas mereka sehari hari…”
“Tidak, ini juga karena anda yang sangat rajin mengawasi ulah mereka, pasti sangat susah sekali ya mengurusi 15 artis itu…”
“Ya, kau benar… Di Super Junior aku sudah seperti ayah mereka, aku tahu kau memang tidak hafal benar nama-nama mereka tapi jika kau kenal dekat dengan mereka maka secara otomatis kau akan bisa menghafalnya…”
“Tapi sepertinya akan sangat sulit apalagi dengan yang namanya leeteuk, dia suka banget mencari gara-gara dengan saya…”
“Ya, aku tahu kau tadi di bus mengoceh-ngoceh sendiri karena waktumu habis oleh pekerjaan barumu…”
“Jadi anda mendengarnya ?”
“Tepat, kau tahu mereka semuanya sangat heran apa yang membuatmu mengoceh-ngoceh seperti itu… Tapi menurutku ayah mu itu sudah benar, kau adalah anak tunggal jadi sudah saatnya kau bekerja di perusahaan…”
“Aku baru saja lulus SMA, belum kuliah… apalagi kata ayah, ayah berniat untuk mencari jodohku dan sekarang usiaku 18 Tahun…”
“Kau tinggal pilih salah satu dari mereka 15… Yang paling tua Leeteuk dia berumur 22 Tahun, sisanya berumur antara 19-21..”
“Om, tidak usah deh… aku masih belum siap mempunyai pacar seorang artis apalagi artis terkenal seperti mereka…”
“Akhirnya, Lo akui juga kita ini artis terkenal…”Ucap leeteuk yang tiba-tiba berada di belakangku.
“Dasar tukang nguping…” Ucapku sambil menjulurkan lidahku.
“Hei, kau itu masih kecil… lo juga teukie, jangan suka cari gara-gara dengan dia, ntar lo berdua saling suka saja baru tahu rasa…” Goda Henry.
“Ga Mungkin !” Ucap kami berdua serempak.
Semuanya hanya tersenyum melihat kami berdua, aku dan dia saling membelakangi. “Om, saya mau ke kamar ya… om dan yang lainnya bisa sarapan terlebih dahulu baru ntar jam 10 Pagi kita akan Check Out..” Manajer mereka hanya menggangukan kepala sambil tersenyum, Aku pun pergi meninggalkan mereka semua. “Liat tuh gara-gara ulah lo dia jadi marah…. Lo diamin saja deh…” Saran Shindong ke sang leader Super Junior, Leeteuk.
“Gw minta maaf ama dia malas banget…Lagian bukan salah gw ini, dia sendiri yang ga mau makan..”Ucap leeteuk lalu pergi.
“Dia benar-benar sangat keras kepala..” Ucap kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah teukie.
Tanpa aku sadari, Leeteuk benar-benar mau ke kamarku. Dia sudah mengetok pintu tetapi tidak ada jawaban dia pun masuk ke dalam kamarku. Kebetulan aku sedang pergi keluar untuk jalan jalan, Leeteuk Melihat kamarku yang berantakan dengan berbagai buku tentang manajemen sebuah perusahaan. “Wah ga disangka cwe itu suka juga ya baca buku-buku yang kayak begini..”
Aku masuk ke kamar, ku liat dia sedang duduk di sofa sambil membaca salah satu buku milikku, Aku segera mengambilnya, “Lo itu ga tahu sopan santun ya, masuk kamar orang tanpa permisi dulu, Dsar pencuri…”Ucap ku sambil merapikan buku-buku yang berserakan di tempat tidurku. Dia hanya berdiri, “ Siapa suruh pintu tidak dikunci, oh iya kalo lo panggil gw ama teman-teman gw itu kakak, ga punya etika banget katanya mau masuk ke perguruan tinggi tingkah laku kayak orang aneh begini dan jangan pernah sebut gw itu pencuri karena gw ga berminat untuk mengambil semua barang-barang lo…” Ejeknya lalu pergi meninggalkan kamarku.
“Eh…” Dia berhenti tapi tidak membalikan badannya,” Ok, gw memang harus sopan ke orang lain, kalo ke lo jangan pernah harap.. Karena gw ga perlu memangil lo dengan sebutan kakak…” Dia langsung keluar dari kamarku. “Liat kan, dasar cwo aneh ga tahu diri, bisanya ngoceh-ngoceh di depan gw doank.. baru gw ceramahin langsung pergi begitu saja..”
Di saat aku mulai membereskan barang-barangku, disisi lain leeteuk membawa sebotol air dari kamarnya, “Kau mau bawa itu kemana ?” Tanya siwon penasaran. Semuanya heran melihat Leeteuk yang membawa sebotol air, tidak biasanya leeteuk membawa airnya keluar dari tas atau kamarnya, semuanya mengikuti leeteuk ke kamarku. Mereka sangat kaget melihat leeteuk menyiram botol itu ke atas kepalaku. “Hei, lo itu gila ya, siram gw sembarangan…” Ucapku marah-marah sambil mendorongnya.
“Leeteuk apa yang kamu lakukan ?”Ucap sang manajer yang melihat kejadian itu juga.
“Iya, leeteuk apa sih yang lo lakuin ke dia ?” Tanya zhou mi.
“Dia sudah menuduh gw sembarangan, dia nuduh gw ini pencuri karena masuk secara sembarangan, lagian siapa suruh dia tidak mengunci pintu, belum lagi dia bilang gw itu cwo aneh dan ga tahu diri…Dan gara-gara lo ga mau makan semuanya jadi menyalahkan gw…”
“Eh, gw mungkin memang salah panggil lo pencuri tapi, kalo gw mau makan atau ga itu urusan gw… lagian tadi gw pergi untuk…” Ucapan ku terputus.
“Karena apa ?” Ujar Leeteuk.
“Karena gw lagi sakit, dan gw ga mungkin beritahu kalian… gw ga mau kalian repot…” Ucapku dalam hati.
“ Sudah lo keluar dari kamar gw…” Ucapku mendorong dia keluar dari kamarku dan menaruh belanjaanku di kasur.
“Ayo kita keluar biarkan mereka berdua…” Ajak manajer sambil menarik semua personil keluar dari kamarku.
Di saat aku mendorongnya, dia melihat plastic di tempat tidurku lalu dia mengambilnya, “Apa ini ?” Ucpanya. aku berusaha mengambil plastic itu tetapi dia sudah membukanya.” Obat ? Kau sakit ?” Ujarnya lagi seraya memegang keningku. Aku menyingkirkan tangannya dari keningku, “Ya kau puas sekarang, gara-gara lo siram gw tadi, sakit gw jadi semakin parah… sekarang keluar dari kamar gw…” Ucapku sambil mendorongnya keluar. “Wei… Jadi dia sakit, pantesan saja dari tadi diam banget, kenapa gw jadi merasa bersalah kepadannya ya…” Gerutu leeteuk dalam hati.
“Haloo, pa…” Ucapku sambil menelepon ayahku. Sementara itu di sisi lain, 14 temannya heran melihat leeteuk yang dari tadi diam saja, Siwon pun bertanya kepadanya, “Lo kenapa teukie ? ada masalah cerita saja ?” Leeteuk pun menceritakan semua kejadian itu kepada teman-temannya termasuk kepada sang manajer. “ Tuh kan, gara-gara lo juga sih emosian… sudah tahu badannya panas lo sirem, tambah sakit dia yang ada…. Sekarang lo minta maaf gih ama dia…”Kata Hangeng memberi saran ke leeteuk.
Tak berapa lama ada seseorang yang mengetok pintu kamar mereka, “Siapa itu ? mungkin li xian ?” Lanjut Henry. Manajer mereka pun membuka pintu dan ternyata bukan li xian, melainkan seorang perempuan tua, dan dia pun masuk ke kamar SUJU. “Maaf anda ini siapa ya ? dan ada perlu apa ?” Tanya ryeowook.
“Perkenalkan saya assistant nona li xian, saya kesini karena diperintahkan nona untuk mengajak kalian berkeliling kota ini…” Ucap perempuan tua itu dengan membungkukan badannya.
“Asistant ? li xian mana ?” Tanya shindong.
“Nona sudah pulang, dia tidak enak badan.. Jadi saya yang menggantikannya sampai kalian balik lagi ke korea…”
“Telat dah…” Ujar yesung.
Leetuk hanya bisa merasa bersalah kepada li xian, Selama mereka semua berpergian dengan assistant li xian, hanya leeteuk yang tidak bersemangat. Yang sekarang dia rasakan hanyalah rasa bersalahnya kepada li xian. Lalu pada malam harinya di bandara, leeteuk mencoba untuk berbicara kepada assistant li xian, “Maaf apakah anda bisa memberikan saya nomor handphone li xian.. Ya, siapa tahu jika kami mau ke Indonesia lagi bisa memberitahunya…”
“Maaf, nomor handphone nona hanya diberikan kepada orang terdekatnya saja… dia juga bilang jangan berikan no handphonenya kepada orang lain yang saya baru kenal..”
“Sedang apa lo disini, ayo masuk…”Ajak yesung.
“Apa gw akan terus menyimpan rasa bersalah ini untuk selamanya, Li xian maafin gw, gw benar benar tidak tahu kalo lo itu sedang sakit…” Gerutu leeteuk dalam hati.
Yang lainnya pulang ke korea membawa kebahagiaan dan kesenangan sedangkan leeteuk pulang dengan membawa rasa bersalahnya kepada li xian. 3 Tahun pun berlalu, Super Junior semakin Berjaya di korea dan di Negara asia lainnya. Kali ini Mereka mengadakan konser SS3 Di Malaysia. Aku pun berada di kota itu bersama teman-teman ku karena kami tidak menyangka kami sudah menjadi sarjana. “Eh, gimana kalo kita nonton konser SS3 ?” Ucap salah seorang temanku.
“SS3 ? konser apa itu ?” Tanyaku.
“ Ayolah gw sudah dapat tiket VVIP, pasti lo suka deh li xian, ayo masuk…” Ajak teman yang lain.
~Bersambung~