Welcome to My World

Welcome to My World

Selasa, 19 Juli 2011

Super Junior High School / Need Your Help (9)


Hingga sekarang tidak ada yang mengetahui dengan pasti dari mana suara tangisan itu, tapi banyak juga warga sekitar yang yakin bahwa Suami yang bunuh diri itu sering menangis karena dia ingin meminta maaf pada keluarganya termasuk pada anak gadis nya itu. Min Young terus menatap Rumah kosong itu dari arah jendela kamarnya, dia merasa penasaran akan Rumah Kosong itu. "Apa aku harus pergi ke sana ? ah mendingan tidak usah, aku tidak berani untuk pergi kesana sendirian."

Ketika Min Young berniat untuk tidur dia melihat Sepasang mata berwarna Merah menatap ke Arahnya, Lalu menghilang. Dia langsung lari terbirit-birit ke lantai Bawah. Dia merasa sangat ketakutan, dia tidak tahu kenapa dia sering mengalami hal-hal mistis seperti ini. Dulu dia tidak pernah sama sekali mengalami hal-hal ini, tapi kenapa sekarang dia sering sekali mengalaminya. “Sebenarnya apa yang terjadi padaku, Kenapa aku terus mengalami hal itu ?” Tanyanya pada diri sendiri.

"Tolong aku...." Min Young mendengar suara-suara aneh, yang membuatnya merinding. Dia melihat ke segala arah tapi tidak ada orang sama sekali, dia semakin bingung dari mana asal suara itu apakah dia salah mendengar ataukah benar-benar ada arwah di Rumahnya itu. Dia pun memberanikan dirinya untuk berbicara, "Siapa Kau ? Tunjukkan wujudmu padaku." Min Young berulang kali menelan ludahnya, tapi tidak ada penampakan.

Dia berniat untuk keluar dari Rumah itu tetapi ketika dia membuka pintu terlihat jelas Sesosok Pria paruh baya berada di depan matanya sendiri, matanya berwarna merah, dan tubuhnya serba Hitam semua.
"Kyyaaa !!!" Teriaknya. Dia berlari ke dalam Kamarnya kembali.

Min Young P.O.V :
Hari Sudah malam, aku ingin segera tidur, aku mencoba untuk tertidur. Entah kenapa aku merasa ada yang menatapku dari arah Jendela. Ku beranikan diri untuk melihatnya dan memang benar. Ku lihat ada mata berwarna merah melihat ke arahku, aku tidak melihat wajahnya, aku ahnya melihat matanya saja. Aku langsung lari terbirit-birit ke lantai bawah, aku benar-benar merasa sangat ketakutan, kenapa aku sering mengalami hal-hal yang mistis seperti ini.

"Tolong aku...."Deg ! jantungku berdebar sangat kencang, bukan karena aku sedang jatuh cinta tetapi aku merasa sangat ketakutan, bulu kuduk ku mulai berdiri. Ku lihat sekelilingku tetapi tidak ada siapa pun, aku memberanikan diri untuk mengeluarkan suaraku. "Siapa Kau ? Tunjukkan wujudmu padaku."Aku menelan ludahku beberapa kali, tapi untunglah aku sangat tidak ingin melihat arwah itu. Mendingan aku keluar dari Rumah ini untuk mencari udara segar. Baru saja aku membuka pintu dan, "Kyaaa !!!" Aku berlari ke kamarku, aku langsung mengunci pintu kamarku.
Aku sangat kaget sekali, baru saja tadi aku membuka pintu aku melihat sosok seorang pria paruh baya, aku kembali melihat matanya yang merah tajam itu, seluruh badannya berwarna hitam. Aku tidak mengenali siapa itu, yang terpenting untukku adalah aku ingin segera bebas dari Rumah Angker ini. Aku melihat ke arah Gorden yang masih terbuka, Aku langsung menutup gorden itu. Saat aku berbalik aku melihat Sosok pria itu berada persis di depan mataku,"Siapa kau ?" Tanyaku padanya. Dia semakin medekat, aku sudah tidak bisa mundur lagi karena di belakangku sudah ada jendela. "Pergi kau dari sini." Aku melempar bantal kepadanya tetapi dia masih tidak pergi juga.

"Ya ! jangan takut, aku tidak tertarik pada gadis sepertimu." Ucap sosok pria paruh baya itu sambil tiduran di kasurku. Aku melongo, aku sangat bingung sekaligus takut. bingung kenapa arwah itu bisa berbicara padaku. Bingung kenapa dia bisa tidur di kasurku, setahuku hantu itutidak bisa memegang sesuatu apalagi tiduran di kasur seperti ini. Aku takut jika bisa saja dia akan membunuhku.

"Kau tidak perlu takut, akui tidak akan membunuhmu." Deg ! kurasakan jantungku berhenti sejenak setelah  dia mengucapkan kalimat itu. Bagaimana bisa dia tahu apa yang aku pikirkan. "Siapa kau ? dan bagaimana kau bisa tidur di tempat tidurku ? Kau tidak berniat menakut-natkuti ku kan ?" Tanyaku bertubi-tubi.

"Kau itu cerewet sekali ya, kau mau mengintrogasiku ataukah bertanya. Aku hantu yang ada di depan Rumah mu itu. Aku ini hantu padat. kau tahu maksudku dengan hantu padat ?" Aku menggeleng, "Hantu itu ada 2 hantu cair dan padat. Jika hantu yang baru meninggal itu adalah hantu cair, hantu yang sering kau lihat di televisi. Sedangkan hantu-hantu yang sudah bertahun-tahun bisa saja menjadi hantu padat seperti aku ini. Hantu cair hanya bisa melayang saja, dan hantu padat bisa memgang barang. Arra ?"

"terserah, tapi kenapa tadi kau menakut-nakuti aku. Wajahmu seperti orang tua tetapi tingkah laku seperti anak kecil."

"Aku ini meninggal saat berumur 25tahun, maka wajar saja jika sekarang aku mempunyai sifat seperti anak kecil.. sudah lama aku bersikap seperti ini karena aku kesepian."

"Aku tidak perduli,, kau ada urusan apa denganku ?"

"Tidak ada sekarang kau pergi aku ingin tidur."

"Ya !!" Pekikku. "Pergi kau dari sini." aku memukulnya dengan menggunakan bantal Tapi, dia tetap tidak ingin pergi dari hadapanku. Aku sangat lelah, aku pun tidur di sampingnya. Arwah pria iu tidur membelakangiku, Karena aku kesal padanya. Aku mendorongnya hingga jatuh ke lantai. "Hei." Pekiknya.

"Kau dibawah." Perintahku. Dia langsung terbang dan menghilang.

Author P.O.V:
Pagi harinya di sekolah, Arwah pria itu terus mengikuti Min Young. "Kenapa kau terus mengikutiku sih ?" Tanya Min Young.


"Terserah aku donk, kau lihat semua orang memandang ke arahmu, mereka mengira kau pasti sudah gila karena berbicara sendirian." Min Young melihat ke arah sekelilingnya dan memang benar semua siswa/i membicarakannya. Super Junior mencoba untuk menghampirinya, "Kau sudah gila ya ?" Tanya Kibum.

"Aku tidak gila, tadi aku sedang...sedang berakting, ya berakting." Min Young beralasan.

"Akting ? wah hebat, kau tadi sangat mirip dengan seperti orang gila atau mungkin kau itu memang orang gila yang berbicara sendiri. Lanjutkan ya." Ujar Sungmin sambil menepuk Pundak Min Young lalu pergi bersama teman-temannya. "Gara-gara arwah itu, aku jadi dibilang orang gila." Gerutunya. Saat pelajaran berlangsung Min Young tidur dengan cara buku pelajarannya diberdirikan jadi seakan akan dia sedang belajar. Zhou Mi, Yesung dan Heechul pun masuk ke dalam Kelasnya. "Hei bangun ada kakak-kakak kelas mu tuh datang." tapi Min Young tidak mau mendengarkannya, "Bangun, cwe pemalas."

"Kami dari OSIS ingin mendata siapa saja yang ingin menyanyi saat pensi nanti." Ucap Heechul.

"Bangun, Min Young ada lomba nyanyi tuh." Secara tiba-tiba arwah itu pun menghilang.

"Siapa yang tidur itu ?" Min Young Bangun."Perintah guru Min Young tapi tidak ada jawabannya. Guru itu menyuruh Yesung untuk membangunkannya. "Hei Bangun." Perintah  Yesung. Min Young mengira itu kerjaan arwah yang dari tadi megikutinya. Min Young mengambil bukunya lalu melempar pass mengenai muka Yesung, "Pergi." Saat dia sadar akan suara itu dia langsung terbangun.

"Hei, kau tidak punya mata ya !!! Sembarangan melempar orang dengan buku." Yesung menatap tajam ke arah Min Young, "Yeoja babo."

"Mianhe aku kira itu adalah...."

"Sudah-sudah ayo siapakah yang ingin menyanyi saat pensi nanti." Tanya bu guru. Arwah Pria itu mengantkat tinggi-tinggi tangan Min Young. Zhou Mi, Yesung dan Heechul heran meliha keberaniannya, "Kau ingin ikut menyanyi ? tidak salah." Heechul mulai ragu. Min Young menatap tajam ke arah orang yang mengangkat tangannya. Pria itu hanya membuang mukanya. "Baiklah, dari kelas ini cuma Min Young saja yang ikut. Permisi Bu."ujar Heechul.

Pria itu langsung melepaskan tangan Min Young, "Ya Tunggu !" Min Young keluar untuk mengejar 3 Osis itu. Sosok arwah pria yang berada di kelas Min Young melihat Kim Ae yang melintas di depan kelas itu. dia langsung mengejar Kim Ae, "Tunggu hapus namaku dari daftar itu." Ucap Min Young.

"Kau itu aneh sekali ya, sudah lempar kepala gw pake buku sekarang lo ingin kita hapus lo dari daftar lomba ini. NO WAY !"

"Eh, tunggu aku kan tidak bilang ingin ikut. So, kalo tidak ada keputusan dari gw langsung berarti ga sah."

"Gw ga mau Tahu." Ucap Zhou Mi yang berkumpul bersama teman-temannya yg lain di depan kelas mereka.

Min Young P.O.V:
Seenaknya saja memasukan namaku dalam daftar lomba itu. semua ini gara-gara hantu jahil itu, dia selalu membuat masalah. Bagaimana pun caranya aku harus ambil kertas itu. Tapi bagaimana caranya, aduh mana mereka mau ke kelasnya lagi. "Hai, kak Kim Ae." Ucapanku berhasil menarik perhatian mereka, "Apayang tadi kau bilang ?" Tanya Ryeowook.

"Tadi ada kak Kim Ae di lorong sana." Aku berbohong. Ketika mereka mulai lengah aku langsung mengambil kertas itu dan menghapus namaku. Mereka tersadar dan mengejarku, "Ya ! kemarikan kertasnya." Perintah Heechul. Mereka masih terus mengejarku, pada akhirnya aku terpojok. Mereka mulai menggelilingiku, "Kenapa yang ada cuma namaku doank ?"

"Hei, yang belum kami data cuma kelasmu saja, kemarikan kertasnya. " Pinta Leeteuk.

"Tidak mau sebelum kalian hapus namaku dari lomba ini." Ancamku.

"Simpan saja kertasnya, dasar cwe aneh." Ujar Kyuhyun. Eh, mereka mau pergi kemana bukankah mereka tadi mengejarku cuma karna kertas ini, kenapa sekarang malah pergi. dasar namja babo. Sebaiknya aku robek kertas ini, biar aku tidak perlu ikut dalam Lomba Itu. "Ckck, dasar yeoja babo." Aish, hantu pria itu mengagetkan ku saja, kenapa dia selalu muncul tiba-tiba di hadapanku. "Wae ?" tanyaku sambil melipatkan kedua tanganku di depan dada.  Dia tersenyum kecil, "dasar babo, kau robek pun tetap saja masih bisa ikut lomba."

"Bagaimana mungkin ?"

Dia mendesah pelan, "Kau itu polos atau benar-benar babo sih ? Mereka itu sekarang berada di Ruang kepala sekolah, untuk memberitahu bahwa kau satu-satunya wakil dari kelas 10-4."

"Jinjja ?" dia mengganguk, dasar Min Young bodoh, kenapa tidak sampai berpikir hal itu sih. Aku harus segera kesana, sebelum rombongan OSIS itu memberitahunya. Aku telat. Mereka kini sudah keluar dari ruangan kepala sekolah. "Kau telat nona." Ujar Eunhyuk sambil menjulurkan lidahnya. Argh, mereka benar-benar keterlaluan sekali.

"Super Junior Minchaeyo (Super Junior bodoh) !!" Teriakku. (Min Young P.O.V End)

Super Junior P.O.V:
"Hei yang belum kami  data cuma kelasmu doank, kemarikan kertasnya." Pinta Leeteuk.

"Tidak mau, sebelum kalian hapus namaku dari lomba ini." dia mau mengancam kami semua ? dia kira kami ini pengemis apa. Jika tidak ada kertas itu kami juga masih bisa mendaftarkannya kok, "Simpan saja kertasnya dasar cwe aneh. " Ucap Kyuhyun. kami pun pergi meninggalkannya dan menuju ruang kepala Sekolah.

"Mana datanya ?" Tanya kepala sekolah.

"Untuk murid kelas 10-4 hanya ada 1 murid pak, yaitu Min Young." Jawab Zhou Mi.

"Lalu dia akan menyanyikan lagu apa ?"

"Lagu kami Superman, dia juga bilang akan nge-dance kok." Jawab Heechul. Kepala sekolah mulai mencatatnya, kami pun pamit dan di saat kami keluar dia sudah datang ke ruangan kepala sekolah. Hmm, dia pintar juga tapi, " kau sudah telat nona." Ujar Eunhyuk sambil menjulurkan lidahnya. Dia terlihat sangat kesal sekali, dan kami tidak memperdulikannya karena kami senang sudah membuatnya kesal. Kami pun pergi meninggalkannya sendirian. "Super Junior Minchaeyo !!" Teriaknya. Ketika kami berbalik untuk melihatnya dia langsung pergi lari terbirit-birit. Dia itu benar-benar yeoja aneh bin ajaib, di saat kami berbalik.

Kami melihat ada sosok perempuan yang melintas di sebuah lorong. Kami pun mengikutinya karena penasaran. Tanpa sadar kita berjalan sampai di Ruang Musik, dan di dalam ruangan itu kembali terdengar suara piano tetapi tidak ada yang memainkannya. Perlahan-lahan mulai terlihat jelas sosok perempuan berambutpanjang dengan  baju putih, dia berhenti memainkan piano. Dia berbalik sambil tersenyum ke arah kami. "Kim Ae." Ucap kami secara bersamaan.

~Bersambung~

Sabtu, 09 Juli 2011

My Endless Love (4)

Zhou Mi : Sepertinya dia merindukan Via, kalian tidak lihat mereka tadi bertengkar...
Eunhyuk : mana dia, via ga ada disini ya ? padahal gw mau tahu gimana reaksi dia saat dia tahu Leeteuk menyanyikan lagu kesukaannya itu...
Sungmin : Dia sudah pergi dari tadi...
MC : (Bertepuk tangan..) Wah, lagunya bagus sekali, apa kah ada sesuatu yang berharga untukmu di lagu ini ?

Leeteuk : Ini hanya lagu kesukaan istriku saja....
MC : wah-wah, kau sepertinya rindu sekali pada istrimu itu...
Leeteuk : Begitulah...
Kyuhyun : Mereka itu benar-benar saling mencintai, Teuk Hyung menyanyikan lagu itu karena dia rindu pada istrinya yang kini sedang sibuk sekali sehingga mereka tidak sempat untuk bertemu...

MC : benarkah itu ?
Siwon : benar sekali...
Leeteuk : ( Dalam hati : Astaga dah apa yang mereka bicarakan itu ckck...)
Via : apa-apaan itu sembarangan membicarakan orang dari belakang, Teuk juga ngapain mainin lagu kesukaan gw, tahu dari mana dia kalau lagu itu kesukaan gw... Ini pasti ulah oppa berdua itu tuh, aish awas mereka....(Mengirim Sms ke Leeteuk..)

 To : Leeteuk 
"Lo tahu dari mana itu lagu kesukaan gw ? pasti dari 2 oppa aneh itu lagi kan ?"

 To : Via
 "lo liat semuanya, ada dimana kau ?"

 To:  Leeteuk
"Diatasmu...."

Leeteuk : ( Dalam Hati : Owh bagus dia sudah tahu dan dengar semuanya, Gw tahu lagu itu karena gw secara tidak sengaja mendengar ucapanmu dengan Zhou Mi dulu....)
Zhou Mi : Hyung, liat apa kau ?
Leeteuk : tidak ada apa-apa kok...
Via : Awas mereka berdua...

Jung Ill Woo : hai... kita bertemu lagi...
Via : Kau, mau apa kau kesini ?
Jung Ill Woo : kau tahu pukulan suami mu itu sangat sakit, aku tidak terima akan perbuatannya itu... Dia itu tidak mencintaimu, kenapa dia harus marah atas apa yang aku lakukan waktu itu....
Via : (Terdiam...)
Jung Ill Woo : (Memegang tangan Via)
Via : mau apa kau ?
Jung Ill Woo : (Semakin mendekati Via, Via pun semakin mundur...)

Leeteuk :  (Melihat ke atas, lalu dia melihat Jung Ill Woo mendekati Via...) (Dalam Hati : Mau apa dia kembali lagi ?? )
Siwon : Teuk Hyung, acaranya sudah selesai kenapa kau berdiam diri disitu ?
Donghae : Kau lihat apa sih, Teuk Hyung ?

Leeteuk : ( Langsung pergi...)
Shindong : mau kemana dia ?
Siwon : sepertinya bakal ada yang bertengkar nih...
Eunhyuk : Maksudmu ?
Siwon : Noh, Jung Ill Woo mendekati Via lagi, dia marah tuh...

Jung Ill Woo : ( Menarik tangan Via...)
Via : sakit, lepasin...kau mau membawaku kemana ?
Jung Ill Woo : cerewet...
Leeteuk : lepaskan dia...
Jung Ill Woo : kau lagi, kenapa sih kau selalu mengangguku ??

Via : (Melepaskan tangan Jung Ill Woo..) Mau apa kau kesini ?
Leeteuk : Kau ini ya, aku datang menolongmu dari orang gila ini malah marah-marah....
Via : aku tidak butuh bantuanmu...
Leeteuk : dasar cwe keras kepala, kau itu sebenarnya mau apa sih ? aku lelah terus bertengkar denganmu....
Via : Mauku ? Aku mau kita cerai...

Siwon : via...
Via : biar oppa, aku juga lelah setiap hari bertengkar dengan dia... aku lelah harus berpura-pura di depan media masa....
Zhou Mi : tarik lagi kata-katamu itu Via...
Via : Ani... ( Langsung Kabur...)

Leeteuk : ( Mengejar Via...)
Donghae : Mau kemana kau, kau tidak boleh mengikuti mereka... lebih baik kau pergi saja...
Jung Ill Woo : aku tidak mau....
Siwon : Hei kau tidak dengar ya, jauhi adikku Via... Arra ?
Jung Ill Woo : tidak akan pernah, selamanya dia hanya milikku seorang.... ( Langsung pergi...)
Zhou Mi : dasar keras kepala...

Leeteuk : Hei kau jelaskan dulu apa maksudmu tadi ?
Via : apa kurang jelas ya yang tadi aku ucapkan, aku ingin cerai...
Leeteuk : kenapa kau berbicara seperti itu ? Apa kau ingin kembali lagi dengan dia....
Via : Bukan urusanmu.... ( Langsung Pergi...)
Leeteuk : Ya ! Hei sini kau mau pergi kemana...
Via : Mianhe, Leeteuk...

Di Rumah Sakit.....
Via : Bagaimana keadaan Penyakit saya ?
Dokter : Seperti yang saya bilang kemarin, Penyakit anda ini semakin parah saja. Sewaktu-waktu bisa saja kambuh...
Via : apakah masih bisa disembuhkan ?
Dokter : Maaf, ini sudah stadium akhir... Kemungkinan anda hidup pun tinggal sedikit...

Di Rumah Via...
Via : apa yang harus aku lakukan ? aku bisa gila jika terus-terusan begini.....
Pelayan : non, nona kenapa sedih sekali ?
Via : ah ani...
Pelayan : nona mau makan apa, nanti biar saya siapkan ?
Via : tidak usah bi, saya ingin sendirian...
Pelayan : Baiklah non, permisi....

Leeteuk : via ada di kamar tidak, bi ?
Pelayan : ada tapi nona sedang ingin sendirian, dia tadi menangis....
Leeteuk : owh ok, bibi bisa kembali bekerja... ( Masuk ke kamar...)
Via : kenapa kau berada disini ?

~Bersambung~

Super Junior High School (8)

Baru saja Leeteuk ingin mengucapkannya bel masuk pun berbunyi. "Ah, lupakan saja. Sana kembali ke tempat dudukmu." Perintah Eunhyuk. Aku pun kembali duduk, tapi rasa penasaranku semakin menjadi-jadi. Aku penasaran apa hubungannya mereka dengan Kim Ae, dan kenapa saat aku mengucapkan namanya Mereka sepertinya kaget sekali.

"Dasar Pelit." Gerutuku dalam hati. Ku lihat mereka berkumpul di depan semuanya, "Ok, hari ini kita coba Test Dance Wonder Boy Milik kami, tapi ada sedikit perubahan. Untuk mempersingkat Waktu kami mau 5 orang sekaligus yang maju ke depan." Ujar Siwon.

5 Orang sekaligus ? yang benar saja, dasar kakak-kakak kurang kerjaan. Bodoh amat lah, aku juga tidak perduli yang penting aku sudah bisa belajar dance itu. Acara dance itu pun berjalan dengan sangat lancar meskipun kakak-kakak itu masih tidak bisa terima akan surat benci tadi.

Well, itu juga tidak ada hubungannya denganku. Tidak Terasa Mos Hari ini sudah selesai, kami semua berkumpul di Aula. "Ok, Sepertinya MOS berakhir, Kami dari kakak-kakak OSIS minta maaf jika selama ini kami sudah marah-marah pada kalian semua, Ini hanya sudah menjadi Tradisi di setiap sekolah." Ujar Zhou Mi.

"Ya kak."

Yeah, akhirnya MOS hari ini selesai juga. Aku sudah tidak tahan disiksa oleh kakak-kakak kelas yang tidak punya hati itu. Kami semua pun kembali ke kelas masing-masing. Tapi kenapa hari ini aku tidak melihat Kak Kim Ae ya ? aku sangat inign tahu apa hubungannya kakak-kakak galak itu dengan dia. Aku segera pergi untuk berkeliling sekolah ini. Ku Lihat kakak-kakak Super Junior itu sepertimya ingin pergi ke suatu tempat, karena penasaran aku mencoba untuk mengikuti mereka.

Author P.O.V :
Min Young pergi untuk mengikuti Super Junior, Mereka pun tiba di Lantai paling atas gedung sekolah. "Untuk apa mereka berada disini ?" Tanya Min Young dalam hati.

"Kau yakin ingin mencobanya ? Aku rasa itu terlalu berbahaya." Ujar Donghae. Tidak Berapa Lama datanglah seorang paranormal di tempat itu. Min Young semakin penasaran, dia terus bertanya tanya untuk apa mereka memanggil seorang paranormal ke sekolah ini ?. Min Young melihat paranormal itu sibuk sedang mencari-cari sesuatu, tapi Dia tidak mengetahui apa yang sedang orang itu cari. "Memang benar, ada sosok arwah perempuan di sekolah ini." Ujar Paranormal yang terus berkeliling tempat itu.

"Apa kami bisa bertemu dengannya ?" Tanya Shindong.

"Sepertinya bisa, kalian ingin mencobanya. Tapi aku tidak menjamin arwah itu mau menemui kalian."

"Tidak apa-apa, yang penting kami bisa bertemu dengannya." (Zhou Mi)


Paranormal itu menyuruh Super Junior untuk berbaris, dia menyuruh mereka untuk menutup matanya dan dia mencoba untuk menyentuhnya. Setelah semuanya selesai, Super Junior diperbolehkan untuk membuka matanya. Mereka tidak melihat ada sesuatu yang asing di tempat itu, mereka pun mencoba untuk berkeliling di seluruh sekolah untuk mencari arwah perempuan itu. Min Young pun mengikuti mereka semua.

Ketika mereka tiba di Taman, mereka melihat ada sesosok perempuan yang tengah duduk di dekat Kolam Ikan sambil membaca Buku. Super Junior berniat untuk memanggilnya tapi dia sudah menghilang dalam sekejap. "Bagaimana kalian sudah melihatnya ?" Tanya paranormal itu.

"Kami melihatnya hanya sekejap tapi sepertinya dia menyadari keberadaan kami, jadi dia langsung menghilang begitu saja." Jelas Sungmin.

"Kalian ingin aku hapus penglihatan itu atau tidak ?"

"Jangan, biarkan saja seperti ini." Jawab Zhou Mi. Paranormal pun pergi meninggalkan mereka semua. Min Young semakin penasaran siapa arwah gadis yang mereka maksud itu.  Dia memberanikan diri untuk bertanya pada Paranormal tadi. " Maaf, kalau boleh saya tahu siapakah arwah gadis yang tadi anda maksud itu ?"

"Di Saat Bulan Purnama dan Bintang berada dalam 1 garis lurus maka kau akan mengetahuinya." paranormal itu pun pergi meninggalkannya.

"Saat Bulan Purnama dan Bintang berada dalam 1 garis lurus, aku kana mengetahui semuanya ? apa maksudnya itu ? aku sungguh tidak tahu."


Hari pun menjelang Malam, Di salah satu kelas Musik sekolah itu kembali terdengar sebuah suara wanita yang tengah memainkan sebuah Piano.

" Jeongmal mweohan geongayo gireoddeon han hae dongan
Geudael bonaego nani eojeggajiui naneun machi joogeoiddeon geotgwa gatneyo
Geureohke gireoddeon shigan sogen ddeonagan dangshinbakke eobneyo
Geudae bakken amooreon saenggakhaji anheun chae ireohke han haega jinaganeyo

Geudael chajagaddeon eoneu bi naerideon narui gieok hamkke georeogaddeon wooril bichweojoodeon malgeun haetsal
Geu eoneu hanado nareul ddeonaji anhko naui meoritsogeseo nareul joogeoigge hae
Chingoodeureun modoo eoreuni dwego nan ajik cheoreobneun aicheoreom
Geudebakke amooreon saenggakhaji anheun chae machi joogeo iddeon geotgwa gatneyo
Geudael chajagaddeon eoneu bi naerideon narui gieok
Hamkke georeogaddeon wooril bichweojoodeon malgeun haetsal

Geu eoneu hanado nareul ddeonaji anhko naui meoritsogeseo nareul joogeoigge hae
Heyeojimeul ggaedadji mothaneun nan ajikdo woori mirael sangsanghago
Heyeojin jigeumdo nae mameun eonjena geudaeui gyeoteseo sarainneun geotcheoreom joogeoinneun geoyeyo


Neoreul saranghaeddeon soongan naega meomchweo beorin geoya hamkke isseul ddaedo neoreul gieokhal soon eobseul geoya
Geu eoneu hanado naega anieoddago
Geureohke saenggakhamyeon
Amoogeotdo anin geol
Neoroul ijji mothamyeon naega joogeoinneun geot ....."

Lagu itu terdengar jelas dari semua lorong di Lantai 2. Lagu yang menggambarkan tentang penyesalan seseorang terhadap orang yang dicintainya. Di Sisi Lain, Leeteuk dan Zhou Mi  mencoba untuk pergi ke Sekolah itu, berharap dapat bertemu dengan arwah yang mereka cari. "Kau yakin kita bisa bertemu dengannya pada malam-malam begini, Ayolah Teuk ini sudah jam 1 malam." Zhou Mi mulai memprotes. Leeteuk terdiam. " Ya ! kau dengar ucapan ku atau tidak sih ?"

"Sstt, diamlah. Kau mendengar sesuatu, seperti ada yang menyanyikan lagu kita. Coba kau dengar." Ucap Leeteuk.

"Neoreul saranghaeddeon soongan naega meomchweo beorin geoya hamkke isseul ddaedo neoreul gieokhal soon eobseul geoya
Geu eoneu hanado naega anieoddago....."


"Kau benar, tapi dari mana suara itu ?" Tanya Zhou Mi.

"Ruang Musik." Ucap mereka berdua secara bersamaan. Mereka berdua pun segera pergi ke ruang Musik. Saat mereka berada di depan Ruangan itu memang benar ada suara seorang gadis yang tengah menyanyi tapi begitu mereka membuka pintunya gadis itu pun menghilang, dan lagu itu sudah tidak terdengar lagi. "Kim Ae kau kah itu ? Perlihatkan sosok mu pada kami, Kami ingin mengucapkan sesuatu pada mu. Kim Ae !!" Teriak Leeteuk.

Tapi Hasilnya Nihil, Gadis yang dipanggil Kim Ae itu tidak muncul di hadapan mereka. Melainkan melayang tepat diatas mereka. "Kim Ae kami mohon itu pasti kau kan yang memainkan lagu kami, Kami mohon tolong perlihatkan dirimu pada kami semua." Teriak Zhou Mi sekali lagi. Kim Ae pun menghilang.

Sementara itu, Min Young tengah pulang menuju Rumahnya. Di saat dia melewati sebuah Rumah di depan Rumahnya dia melihat ada suara Menangis di Rumah Kosong itu. "Suara orang menangis, Di rumah kosong itu ? Apa sudah ada penghuni yang menghuni rumah itu ? Ihh, mendingan aku langsung masuk ke dalam Rumah deh." Min Young merasa sangat merinding saat mendengar Suara itu. Selama 3 Bulan dia berada disana dia jarang mendengar ada suara orang menangis di dalam Rumah Kosong itu.

Tapi Menurut tetangga sekitarnya, Rumah itu sudah tidak ditinggalin selama 5 Tahun. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa dulu ada sebuah Keluarga yang menempatinya, Tapi di saat anak itu berumur 12 Tahun orang tuanya sering bertengkar bahkan suatu hari ayah gadis kecil itu tega membunuh Istrinya di depan gadis kecil itu. Seminggu setelah kejadian itu, Masyarakat setempat mendengar bahwa Pria itu tega membunuh anaknya di sebuah Gudang dekat Hutan.

karena merasa bersalah maka, Pria itu menggoreskan Psau di nadinya. Dia bunuh diri karena merasa menyesal sudah membunuh istri dan anaknya itu. Sampai sekarang tidak ada yang berani menempatinya, Banyak warga sekitar yang bilang di beberapa hari tertentu sering terdengar suara Pria menangis dalam Rumah Tua itu. Bahkan dulu pernah ada kejadian, seorang paranormal Meninggal dalam kecelakaan setelah selesai memeriksa Rumah Tua itu.

Hingga sekarang tidak ada yang mengetahui dengan pasti dari mana suara tangisan itu, tapi banyak juga warga sekitar yang yakin bahwa Suami yang bunuh diri itu sering menangis karena dia ingin meminta maaf pada keluarganya termasuk pada anak gadis nya itu. Min Young terus menatap Rumah kosong itu dari arah jendela kamarnya, dia merasa penasaran akan Rumah Kosong itu. "Apa aku harus pergi ke sana ? ah mendingan tidak usah, aku tidak berani untuk pergi kesana sendirian."

~Bersambung~

Kamis, 07 Juli 2011

Super Junior High School (7)

"Itu..." Ucapannya terputus karena Hye Mi temanku sudah mencariku, sampai ke Lantai Atas. "Min Young kau dicari oleh Kepala Sekolah di Aula." Ucapnya lalu pergi. Aku kembali berbalik, dan Kim Ae tidak ada di hadapanku. Aku bingung, kenapa kakak Itu selalu ada dan tidak ada secara tiba-tiba. Aku pun segera turun ke Aula untuk menemui Kepala Sekolah. Baru saja aku berada di depan Pintu ada Semilir angin yang sangat Kuat, dan membawa suatu Ucapan, "Gomawo." Ucpan itu terdengar jelas di telingaku, Aku kembali menenggok ke arah belakang tapi tidak ada siapa pun. Aku merasakan Bulu Kuduk Ku merinding, aku segera menuju Aula.

Ketika aku berada Di Aula Semua OSIS itu menatap tajam sekali ke arahku. Astaga pasti mereka marah besar padaku. Aku bisa merasakan mereka benar-benar naik darah, bahkan jika diukur mungkin akan pecah.
"Kenapa bapak memanggil saya ?" Tanyaku pada mereka.

"Kau yang menyewa sebuah Truk untuk membawa ayam-ayam hitam ? gara-gara ulahmu 1 sekolah jadi heboh." Ucap Kepala Sekolah.

"Itu bukan salah ku pak, Noh mereka yang menyuruh membawa ayam warna Hitan," Jawabku yang sambil menunjuk pada OSIS.

'Eh, lo kalau bicara jangan sembarangan tuduh ya, kita suruh MAKANANAN, bukan HEWAN." (Zhou Mi)

"yee, bilang donk dari kemarin."

"Sudah-sudah, Kalian semua Para OSIS harus saya Hukum." (Kep.Sek)

"Tapi pak..." Mereka Benar-benar sangat marah padaku, aku bisa melihatnya. Alis mereka semua turun tajam ke arah bawah, mata mereka bagaikan Elang yang sudah sangat siap menerkam mangsanya sewaktu-waktu. Aku tidak berani menatap mereka, aku pun segera pergi untuk Membersihkan WC wanita. Saat Berada di WC Wanita. Entah kenapa aku merasa sangat tidak bersemangat hari ini. Setelah selesai aku kembali lagi ke Aula, Dan kini aku benar-benar tidak berani menatap mereka semua.

"Ok, karena tadi terganggu gara-gara ulah teman kalian yang babo itu. Sekarang kumpulkan Surat-surat benci kalian ke Kak Henry." Perintah  Zhou Mi. Surat-surat itu pun ditaruh di sebuah Meja. Zhou Mi menyuruh OSIS untuk mengambil 1 Surat. " Yang Pertama Leeteuk coba kau baca  isi surat itu yang lainnya tolong diam." Ujarnya lagi.

" Ini dari Min Young." Leeteuk pun membacanya.

Kepada : OSIS yang super galak dan Keras Kepala.
"Aku heran kenapa kalian bisa menjadi OSIS, kalian tidaklah pintar itu menurutku, Ganteng ? juga tidak tapi kalo soal tenpramental Kalian Nomor 1. Awal pertama kali aku masuk Kesini aku sudah benar-benar Sial, Kakak tahu ? Mobil Ku penyot gara-gara seorang namja Gila (Hangeng melotot ke arah Min Young). Aku tidak terima akan perbuatannya itu, maka aku membuat lecet mobilnya dengan Sebuah kaleng Kosong tapi apa yang dia perbuat, dia malah membuat Mobilku semakin penyot saja. aku sangat keki akan perbuatannya itu.

Belum lagi ketika aku tiba di sekolah baruku, Kakak OSIS itu awalnya aku lihat sangat baik tapi. Ckck benar-benar serigala berbulu domba. Apaan tuh aku baru saja telat 10 Menit sudah disuruh Ngepel ruangan yang besar sekali.

"Stop... eh, Min Young Kau itu mau curhat ya ? aku suruh  buat surat benci bukannya curhat." Ucap Zhou Mi.

"Coba Sini aku baca, eh ada bagian dia menjelek-jelekkan kita loh." Aduh Yesung. Karena Penasaran Zhou Mi pun meminta Yesung untuk membacakannya kembali.

"....Dari hari pertama saja aku sudah mendapatkan Watak Asli mereka semua, Yang pertama dari Sang Ketua OSIS. Orangnya sangat Sombong sekali, sedikit-sedikit marah. Ga ada beda jauhnya dengan Wakil kak Heechul, dari yang aku lihat saja dia sering sekali berbicara pada orang gila itu       ( Hangeng) Menurut ku semua kakak-kakak OSIS itu sama saja, mereka itu adalah Sekumpulan orang-orang yang sok berkuasa, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Yang lain pada khawatir akan sekolah mau ditutup tapi mereka sudah kelas tiga masih saja santai-santai. Aku sudah tahu lagi gimana caranya hadapin mereka. Menruutku tidak ada yang menarik dari mereka semua. Kyuhyun dia itu suka sekali main PSP, rasanya aku ingin sekali mengambil PSP nya dia dan aku banting supaya dia bisa konsen sedikit pada MOS kali ini. Aku memang tahu, Mereka semua hanya berpura-pura marah saja. Tapi buatku sama saja, mereka itu tidak perlu marah-marah. wajah mereka sudah menunjukkan wajah seorang EVIL."

"Tepuk Tangan Buat gadis ini ya Min Young, Hebat sekali..." Ucap Heechul. "Nona muda sini kau ?"

"yang lainnya silakan pergi Istirahat." Perintah Leeteuk.

Aish aku lagi.. aku lagi.. sepertinya mereka suka sekali ya menghukumku terus. Aku pun datang menghampiri mereka semua. Aku sebenarnya tidak berniat untuk membuat itu, karena pikiranku akhir-akhir ini sangatlah kacau sekali. "Wae ?" Jawabku dengan Malas. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mendengar semua ocehan mereka.

"Kau ini ya menjelek-jelekkan kami, Ini yang namanya Surat Benci Hah ?" Ujar Kyuhyun sambil melempar Surat itu ke meja.

"Mianhe, saat aku mengerjakan itu aku benar-benar lagi memikirkan sesuatu."Jawabku.

"Pikir ? Apa yang kau pikirkan ? Tugas ini lebih penting dari pada hal yang sedang kau pikirkan itu." (Donghae)

"Aku memikirkan soal kak Kim Ae." Setelah aku mengucapkan itu mereka tampak kaget sekali, apakah mereka tahu mengenai Kak Kim Ae. Jika mereka mengenalnya tentu mereka tidak akan sekaget itu. Terus apa Hubungannya kak Kim Ae dengan mereka semua. Aku benar-benar bingung akan semua ini.

"A..apa kau bilang ? Kim Ae ? Dari mana kau tahu mengenai dia ?" Tanya Zhou Mi.

"Mi, sabar mi..." Eunhyuk mencoba untuk menenangkannya.

"Tunggu... apa hubungan mu dengan Kim Ae itu ?" ( Shindong)

"Aku baru mengenalnya kemarin, menurutku dia kakak yang baik kok." Jawabku. Ini semua semakin membuatku bingung. "Kalian mengenalnya juga, oh iya aku lupa kakak itu kan adik kelas kalian, dan kalian sudah pasti mengenalnya."

"Adik kelas ? Apa maksudmu sih, ceritakan dari awal. Kau membuatku bingung." (Siwon)

"Pertama kali aku bertemu dengannya di Taman dekat Kolam."

"Jadi yang kemarin kita bilang kau berbicara sendirian, itu kau berbicara dengan dia ?" (Ryeowook)

"Iya, sebenarnya dia itu siapa ? aku benar-benar penasaan sekali." Aku terus mencoba memaksa mereka untuk berbicara sejujurnya entah kenapa aku ingin sekali tahu mengenai Kim Ae.

"Dia itu adalah....." (Leeteuk)

~Bersambung~

Selasa, 05 Juli 2011

Super Junior High School (6)

"Mau tidak Mau kita harus mencari Pihak Yayasan." Ujar Shindong.

"Aku tahu ada dimana, Ayo ikut." Ajak Donghae.

Author P.O.V :
Keesokan Harinya, Lebih Tepat di Aula Sekolah. Semua OSIS pun berkumpul, kecuali sang ketua Zhou Mi, dan Eunhyuk. "Kak Zhou Mi, dan Eunhyuk sedang ada urusan sebentar jadi untuk sementara biar aku yang mengurus. Silakan Kalian Keluarkan Ayam yang kami suruh itu." Perintah Heechul. Semua Murid baru mengeluarkannya tapi kebanyakan dari Mereka hanya memberikan Ayam Gosong. Para OSIS hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena yang mereka minta sangat berbanding terbalik dengan apa yang dikeluarkan oleh mereka semua. "Mana Anak baru pengacau itu ?"Tanya Kyuhyun tapi yang ditanya malah menggelengkan kepala semua.

"Awas." Teriak Min Young Dari arah depan Pintu Aula. Seekor Ayam berwarna hitam berlari menghampiri para anak-anak MOS, alhasil kekacauan pun terjadi. "MinYoung, Apa yang kau lakukan hah, kenapa kau membawa Ayam hitam ini ke sekolah ?" Tanya Eunhyuk.

"Loh, kalian kan suruh bawa ayam hitam kesini ya aku bawakan sekarang." Jawab Min Young dengan sangat polos.

"Astaga naga ya tuhanku, Kau ini babo atau apa sih hah ?" Ujar Heechul sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.

"Buruan lo bawa pergi nih ayam dari hadapan kita semua." Perintah Sungmin.

"Yee, ud disuruh bawa malah disuruh pulangin ga konsisten banget sih." Gerutu Min Young. "Bentar Kak, aku mau ke Toilet Bentar, Tolong jaga ya." Min Young langsung pergi begitu saja. Tiba-tiba saja ada sebuah Truk datang ke Sekolah itu, "Maaf, ada yang ingin bertemu dengan Min Young ?" Tanya Satpam itu pada Henry.

"Wae ?" ( Leeteuk)

"Di Luar ada sebuah truk." Jawab Satpam itu. Semua Anggota OSIS pun keluar yang di dalam Cuma Kyuhyun dan Ryeowook.

"Isisnya apa ?" Tanya Shindong. Supir Truk itu membuka isi dan ternyata isinya adalah Ayam Hitam semua, mereka keluar dan ada pula yang menghinggap di kepala Para OSIS itu. Supir Truk langsung kabur begitu saja. "Min Young !!!" Teriak para OSIS itu. Ayam-ayam tersebut langsung masuk ke dalam Aula sehingga benar-benar membuat kacau semuanya. ada Ayam yang hinggap di rambut mereka, mengacak-ngacak tempat makan, dan buang air sembarangan.

Sementara itu Di sisi lain, Zhou Mi dan Eunhyuk tengah sibuk berada di Ruangan Kepala Sekolah. Mereka berdua tengah melakukan penyerahan kepemilikan Pihak Sekolah itu dengan kepala Sekolah. Pihak Yayasan yang tidak bertanggung Jawab itu sudah berada di Penjara. "Selamat Kini Pemilik Asli Sekolah ini adalah Pihak Super Junior." Ujar Kepala Sekolah.

"Terima Kasih Pak." Ucap Eunhyuk yang mengambil surat-surat itu. Lalu ada seorang Guru masuk ke dalam Ruangan itu, "Pak Kepala Sekolah, di luar ada kekacauan pak ?"

"Kekacauan apa ?"

"Para Murid berteriak karena ada Ayam Hitam berkeliaran di sekolah dan jumlahnya sangat banyak pak. "Kepala Sekolah langsung Keluar untuk melihat keadaan itu, Zhou Mi dan Eunhyuk bertatapan muka mereka juga ikutan pergi melihat. Saat berada di Lapangan banyak ayam-ayam berkeliaran. Kepala Sekolah langsung memanggil Satpam untuk membawa Ayam itu keluar dari Sekolah ini.

"Kenapa bisa jadi begini sih ? ada apa sebenarnya ?" Tanya Zhou Mi pada Heechul.

"Ini semua gara-gara ulah Min Young, dia yang membawa ini semua." Jawab Heechul.

"Dia lagi dia lagi... ada dimana dia sekarang ?" Para OSIS menaikan bahunya pertanda bahwa mereka tidak tahu sama sekali, 1 Jam Kemudian Ayam-ayam itu pun berhasil dibawa keluar dari Sekolah. Keadaan Mulai kembali seperti semula. Dan di ruangan Aula, "Siapa yang sudah membuat kekacauan ini  ?" Tanya Kepala Sekolah.

"Pak, ini ulah anak baru namanya Min Young." Jawab Hangeng.

"Dimana anak itu ?"

"Kenapa bapak memanggil saya ?" Tanya Min Young yang muncul tiba-tiba di hadapan mereka semua.

"Kau yang menyewa sebuah Truk untuk membawa ayam-ayam hitam ? gara-gara ulahmu 1 sekolah jadi heboh." (Kep.Sek)

"Itu bukan salah ku pak, Noh mereka yang menyuruh membawa ayam warna Hitan," Jawab Min Young sambil menunjuk pada OSIS.

'Eh, lo kalau bicara jangan sembarangan tuduh ya, kita suruh MAKANANAN, bukan HEWAN." (Zhou Mi)

"yee, bilang donk dari kemarin."

"Sudah-sudah, Kalian semua Para OSIS harus saya Hukum." (Kep.Sek)

"Tapi pak..."

"Saya tidak Mau tahu Kalian Semua Push Up 100 Kali. dan kau Min Young kau sekarang Bersihkan WC wanita." Perintah Kepala Sekolah. Min Young ingin mencoba berbicara tapi Tatapan tajam Suju kembali membuatnya tidak berani. dia langsung pergi ke WC.

Min Young P.O.V :
Ayam ini benar-benar menyusahkan ku saja, Ngapain coba tuh OSIS menyuruh bawa ayam ini. Dan baru saja aku masuk ternyata teman-temanku juga tidak ada yang membawa Ayam-Ayam itu makanya aku menelepon untuk membawa beberapa Ayam. Tapi aku beneran tidak tahu bisa dibawa sampai 1 Truk penuh.  Aku tahu soal itu saat aku diam-diam mendengar beberapa Siswa yang berbicara hal itu di lorong. 

Awalnya aku memang ingin pergi ke Kamar mandi, Setelah Aku dari Kamar mandi aku melihat ada Kim Ae di depan ruang Kepala Sekolah. Aku melihatnya dari Kejauhan, Dia tampak tersenyum, dan mengucapkan Gomawo. Aku tidak mengerti dia tersenyum pada Siapa dan Gomawo pada siapa. Lalu aku lihat di belakangku ada Siswi yang sedang berbicara mengenai Keributan. Aku mencoba bertanya padanya, aku yakin jika aku balik lagi mungkin Kim Ae masih berada disana. "Maaf, kak berbicara soal apa ya ?"Tanyaku pada mereka.

"Itu ada Keributan di Lapangan dan Aula semua murid berteriak histeris karena ada banyak Ayam Hitam disana." Ucap kedua siswi itu lalu pergi dari hadapanku.Aku segera berbalik di depan Kantor Kepala Sekolah tapi dia sudah tidak ada. Aku mencari-carinya tapi tak kunjung Muncul juga. Ketika aku mencoba membalikkan badanku aku melihat ada sesosok yang melintas begitu cepat, dia memakai Baju serba Putih.

Dia sepertinya berjalan ke Arah Lantai Paling atas. Aku pun penasaran, Akhirnya aku memberanikan diriku untuk mengikutinya. dan lagi-lagi sosok itu hilang. "Kau sedang mencari apa ?" Aku merasakan ada ucapan dari seseorang dan dia kini memegang pundakku. Aku membalikan badanku ternyata itu adalah Kim Ae.

"Ah, ani. Oh iya kak, bolehkah aku bertanya sesuatu ?"

"mwo ?"

"Tadi Aku melihat ada sosok yang ke arah Lantai Atas sini, apakah kakak melihatnya ?"

"Ani, aku dari tadi sendirian disini, Wae ?"

"Apakah Di sekolah ini ada hantu ? Kenapa aku merasa ada kehadiran Hantu di sekitarku ?"

~Bersambung~