Hingga sekarang tidak ada yang mengetahui dengan pasti dari mana suara tangisan itu, tapi banyak juga warga sekitar yang yakin bahwa Suami yang bunuh diri itu sering menangis karena dia ingin meminta maaf pada keluarganya termasuk pada anak gadis nya itu. Min Young terus menatap Rumah kosong itu dari arah jendela kamarnya, dia merasa penasaran akan Rumah Kosong itu. "Apa aku harus pergi ke sana ? ah mendingan tidak usah, aku tidak berani untuk pergi kesana sendirian."
Ketika Min Young berniat untuk tidur dia melihat Sepasang mata berwarna Merah menatap ke Arahnya, Lalu menghilang. Dia langsung lari terbirit-birit ke lantai Bawah. Dia merasa sangat ketakutan, dia tidak tahu kenapa dia sering mengalami hal-hal mistis seperti ini. Dulu dia tidak pernah sama sekali mengalami hal-hal ini, tapi kenapa sekarang dia sering sekali mengalaminya. “Sebenarnya apa yang terjadi padaku, Kenapa aku terus mengalami hal itu ?” Tanyanya pada diri sendiri.
"Tolong aku...." Min Young mendengar suara-suara aneh, yang membuatnya merinding. Dia melihat ke segala arah tapi tidak ada orang sama sekali, dia semakin bingung dari mana asal suara itu apakah dia salah mendengar ataukah benar-benar ada arwah di Rumahnya itu. Dia pun memberanikan dirinya untuk berbicara, "Siapa Kau ? Tunjukkan wujudmu padaku." Min Young berulang kali menelan ludahnya, tapi tidak ada penampakan.
Dia berniat untuk keluar dari Rumah itu tetapi ketika dia membuka pintu terlihat jelas Sesosok Pria paruh baya berada di depan matanya sendiri, matanya berwarna merah, dan tubuhnya serba Hitam semua.
"Kyyaaa !!!" Teriaknya. Dia berlari ke dalam Kamarnya kembali.
Min Young P.O.V :
Hari Sudah malam, aku ingin segera tidur, aku mencoba untuk tertidur. Entah kenapa aku merasa ada yang menatapku dari arah Jendela. Ku beranikan diri untuk melihatnya dan memang benar. Ku lihat ada mata berwarna merah melihat ke arahku, aku tidak melihat wajahnya, aku ahnya melihat matanya saja. Aku langsung lari terbirit-birit ke lantai bawah, aku benar-benar merasa sangat ketakutan, kenapa aku sering mengalami hal-hal yang mistis seperti ini.
"Tolong aku...."Deg ! jantungku berdebar sangat kencang, bukan karena aku sedang jatuh cinta tetapi aku merasa sangat ketakutan, bulu kuduk ku mulai berdiri. Ku lihat sekelilingku tetapi tidak ada siapa pun, aku memberanikan diri untuk mengeluarkan suaraku. "Siapa Kau ? Tunjukkan wujudmu padaku."Aku menelan ludahku beberapa kali, tapi untunglah aku sangat tidak ingin melihat arwah itu. Mendingan aku keluar dari Rumah ini untuk mencari udara segar. Baru saja aku membuka pintu dan, "Kyaaa !!!" Aku berlari ke kamarku, aku langsung mengunci pintu kamarku.
"Tolong aku...." Min Young mendengar suara-suara aneh, yang membuatnya merinding. Dia melihat ke segala arah tapi tidak ada orang sama sekali, dia semakin bingung dari mana asal suara itu apakah dia salah mendengar ataukah benar-benar ada arwah di Rumahnya itu. Dia pun memberanikan dirinya untuk berbicara, "Siapa Kau ? Tunjukkan wujudmu padaku." Min Young berulang kali menelan ludahnya, tapi tidak ada penampakan.
Dia berniat untuk keluar dari Rumah itu tetapi ketika dia membuka pintu terlihat jelas Sesosok Pria paruh baya berada di depan matanya sendiri, matanya berwarna merah, dan tubuhnya serba Hitam semua.
"Kyyaaa !!!" Teriaknya. Dia berlari ke dalam Kamarnya kembali.
Min Young P.O.V :
Hari Sudah malam, aku ingin segera tidur, aku mencoba untuk tertidur. Entah kenapa aku merasa ada yang menatapku dari arah Jendela. Ku beranikan diri untuk melihatnya dan memang benar. Ku lihat ada mata berwarna merah melihat ke arahku, aku tidak melihat wajahnya, aku ahnya melihat matanya saja. Aku langsung lari terbirit-birit ke lantai bawah, aku benar-benar merasa sangat ketakutan, kenapa aku sering mengalami hal-hal yang mistis seperti ini.
"Tolong aku...."Deg ! jantungku berdebar sangat kencang, bukan karena aku sedang jatuh cinta tetapi aku merasa sangat ketakutan, bulu kuduk ku mulai berdiri. Ku lihat sekelilingku tetapi tidak ada siapa pun, aku memberanikan diri untuk mengeluarkan suaraku. "Siapa Kau ? Tunjukkan wujudmu padaku."Aku menelan ludahku beberapa kali, tapi untunglah aku sangat tidak ingin melihat arwah itu. Mendingan aku keluar dari Rumah ini untuk mencari udara segar. Baru saja aku membuka pintu dan, "Kyaaa !!!" Aku berlari ke kamarku, aku langsung mengunci pintu kamarku.
Aku sangat kaget sekali, baru saja tadi aku membuka pintu aku melihat sosok seorang pria paruh baya, aku kembali melihat matanya yang merah tajam itu, seluruh badannya berwarna hitam. Aku tidak mengenali siapa itu, yang terpenting untukku adalah aku ingin segera bebas dari Rumah Angker ini. Aku melihat ke arah Gorden yang masih terbuka, Aku langsung menutup gorden itu. Saat aku berbalik aku melihat Sosok pria itu berada persis di depan mataku,"Siapa kau ?" Tanyaku padanya. Dia semakin medekat, aku sudah tidak bisa mundur lagi karena di belakangku sudah ada jendela. "Pergi kau dari sini." Aku melempar bantal kepadanya tetapi dia masih tidak pergi juga.
"Ya ! jangan takut, aku tidak tertarik pada gadis sepertimu." Ucap sosok pria paruh baya itu sambil tiduran di kasurku. Aku melongo, aku sangat bingung sekaligus takut. bingung kenapa arwah itu bisa berbicara padaku. Bingung kenapa dia bisa tidur di kasurku, setahuku hantu itutidak bisa memegang sesuatu apalagi tiduran di kasur seperti ini. Aku takut jika bisa saja dia akan membunuhku.
"Kau tidak perlu takut, akui tidak akan membunuhmu." Deg ! kurasakan jantungku berhenti sejenak setelah dia mengucapkan kalimat itu. Bagaimana bisa dia tahu apa yang aku pikirkan. "Siapa kau ? dan bagaimana kau bisa tidur di tempat tidurku ? Kau tidak berniat menakut-natkuti ku kan ?" Tanyaku bertubi-tubi.
"Kau itu cerewet sekali ya, kau mau mengintrogasiku ataukah bertanya. Aku hantu yang ada di depan Rumah mu itu. Aku ini hantu padat. kau tahu maksudku dengan hantu padat ?" Aku menggeleng, "Hantu itu ada 2 hantu cair dan padat. Jika hantu yang baru meninggal itu adalah hantu cair, hantu yang sering kau lihat di televisi. Sedangkan hantu-hantu yang sudah bertahun-tahun bisa saja menjadi hantu padat seperti aku ini. Hantu cair hanya bisa melayang saja, dan hantu padat bisa memgang barang. Arra ?"
"terserah, tapi kenapa tadi kau menakut-nakuti aku. Wajahmu seperti orang tua tetapi tingkah laku seperti anak kecil."
"Aku ini meninggal saat berumur 25tahun, maka wajar saja jika sekarang aku mempunyai sifat seperti anak kecil.. sudah lama aku bersikap seperti ini karena aku kesepian."
"Aku tidak perduli,, kau ada urusan apa denganku ?"
"Tidak ada sekarang kau pergi aku ingin tidur."
"Ya !!" Pekikku. "Pergi kau dari sini." aku memukulnya dengan menggunakan bantal Tapi, dia tetap tidak ingin pergi dari hadapanku. Aku sangat lelah, aku pun tidur di sampingnya. Arwah pria iu tidur membelakangiku, Karena aku kesal padanya. Aku mendorongnya hingga jatuh ke lantai. "Hei." Pekiknya.
"Kau dibawah." Perintahku. Dia langsung terbang dan menghilang.
Author P.O.V:
Pagi harinya di sekolah, Arwah pria itu terus mengikuti Min Young. "Kenapa kau terus mengikutiku sih ?" Tanya Min Young.
"Terserah aku donk, kau lihat semua orang memandang ke arahmu, mereka mengira kau pasti sudah gila karena berbicara sendirian." Min Young melihat ke arah sekelilingnya dan memang benar semua siswa/i membicarakannya. Super Junior mencoba untuk menghampirinya, "Kau sudah gila ya ?" Tanya Kibum.
"Aku tidak gila, tadi aku sedang...sedang berakting, ya berakting." Min Young beralasan.
"Akting ? wah hebat, kau tadi sangat mirip dengan seperti orang gila atau mungkin kau itu memang orang gila yang berbicara sendiri. Lanjutkan ya." Ujar Sungmin sambil menepuk Pundak Min Young lalu pergi bersama teman-temannya. "Gara-gara arwah itu, aku jadi dibilang orang gila." Gerutunya. Saat pelajaran berlangsung Min Young tidur dengan cara buku pelajarannya diberdirikan jadi seakan akan dia sedang belajar. Zhou Mi, Yesung dan Heechul pun masuk ke dalam Kelasnya. "Hei bangun ada kakak-kakak kelas mu tuh datang." tapi Min Young tidak mau mendengarkannya, "Bangun, cwe pemalas."
"Kami dari OSIS ingin mendata siapa saja yang ingin menyanyi saat pensi nanti." Ucap Heechul.
"Bangun, Min Young ada lomba nyanyi tuh." Secara tiba-tiba arwah itu pun menghilang.
"Siapa yang tidur itu ?" Min Young Bangun."Perintah guru Min Young tapi tidak ada jawabannya. Guru itu menyuruh Yesung untuk membangunkannya. "Hei Bangun." Perintah Yesung. Min Young mengira itu kerjaan arwah yang dari tadi megikutinya. Min Young mengambil bukunya lalu melempar pass mengenai muka Yesung, "Pergi." Saat dia sadar akan suara itu dia langsung terbangun.
"Hei, kau tidak punya mata ya !!! Sembarangan melempar orang dengan buku." Yesung menatap tajam ke arah Min Young, "Yeoja babo."
"Mianhe aku kira itu adalah...."
"Sudah-sudah ayo siapakah yang ingin menyanyi saat pensi nanti." Tanya bu guru. Arwah Pria itu mengantkat tinggi-tinggi tangan Min Young. Zhou Mi, Yesung dan Heechul heran meliha keberaniannya, "Kau ingin ikut menyanyi ? tidak salah." Heechul mulai ragu. Min Young menatap tajam ke arah orang yang mengangkat tangannya. Pria itu hanya membuang mukanya. "Baiklah, dari kelas ini cuma Min Young saja yang ikut. Permisi Bu."ujar Heechul.
Pria itu langsung melepaskan tangan Min Young, "Ya Tunggu !" Min Young keluar untuk mengejar 3 Osis itu. Sosok arwah pria yang berada di kelas Min Young melihat Kim Ae yang melintas di depan kelas itu. dia langsung mengejar Kim Ae, "Tunggu hapus namaku dari daftar itu." Ucap Min Young.
"Kau itu aneh sekali ya, sudah lempar kepala gw pake buku sekarang lo ingin kita hapus lo dari daftar lomba ini. NO WAY !"
"Eh, tunggu aku kan tidak bilang ingin ikut. So, kalo tidak ada keputusan dari gw langsung berarti ga sah."
"Gw ga mau Tahu." Ucap Zhou Mi yang berkumpul bersama teman-temannya yg lain di depan kelas mereka.
Min Young P.O.V:
Seenaknya saja memasukan namaku dalam daftar lomba itu. semua ini gara-gara hantu jahil itu, dia selalu membuat masalah. Bagaimana pun caranya aku harus ambil kertas itu. Tapi bagaimana caranya, aduh mana mereka mau ke kelasnya lagi. "Hai, kak Kim Ae." Ucapanku berhasil menarik perhatian mereka, "Apayang tadi kau bilang ?" Tanya Ryeowook.
"Tadi ada kak Kim Ae di lorong sana." Aku berbohong. Ketika mereka mulai lengah aku langsung mengambil kertas itu dan menghapus namaku. Mereka tersadar dan mengejarku, "Ya ! kemarikan kertasnya." Perintah Heechul. Mereka masih terus mengejarku, pada akhirnya aku terpojok. Mereka mulai menggelilingiku, "Kenapa yang ada cuma namaku doank ?"
"Hei, yang belum kami data cuma kelasmu saja, kemarikan kertasnya. " Pinta Leeteuk.
"Tidak mau sebelum kalian hapus namaku dari lomba ini." Ancamku.
"Simpan saja kertasnya, dasar cwe aneh." Ujar Kyuhyun. Eh, mereka mau pergi kemana bukankah mereka tadi mengejarku cuma karna kertas ini, kenapa sekarang malah pergi. dasar namja babo. Sebaiknya aku robek kertas ini, biar aku tidak perlu ikut dalam Lomba Itu. "Ckck, dasar yeoja babo." Aish, hantu pria itu mengagetkan ku saja, kenapa dia selalu muncul tiba-tiba di hadapanku. "Wae ?" tanyaku sambil melipatkan kedua tanganku di depan dada. Dia tersenyum kecil, "dasar babo, kau robek pun tetap saja masih bisa ikut lomba."
"Bagaimana mungkin ?"
Dia mendesah pelan, "Kau itu polos atau benar-benar babo sih ? Mereka itu sekarang berada di Ruang kepala sekolah, untuk memberitahu bahwa kau satu-satunya wakil dari kelas 10-4."
"Jinjja ?" dia mengganguk, dasar Min Young bodoh, kenapa tidak sampai berpikir hal itu sih. Aku harus segera kesana, sebelum rombongan OSIS itu memberitahunya. Aku telat. Mereka kini sudah keluar dari ruangan kepala sekolah. "Kau telat nona." Ujar Eunhyuk sambil menjulurkan lidahnya. Argh, mereka benar-benar keterlaluan sekali.
"Super Junior Minchaeyo (Super Junior bodoh) !!" Teriakku. (Min Young P.O.V End)
Super Junior P.O.V:
"Hei yang belum kami data cuma kelasmu doank, kemarikan kertasnya." Pinta Leeteuk.
"Tidak mau, sebelum kalian hapus namaku dari lomba ini." dia mau mengancam kami semua ? dia kira kami ini pengemis apa. Jika tidak ada kertas itu kami juga masih bisa mendaftarkannya kok, "Simpan saja kertasnya dasar cwe aneh. " Ucap Kyuhyun. kami pun pergi meninggalkannya dan menuju ruang kepala Sekolah.
"Mana datanya ?" Tanya kepala sekolah.
"Untuk murid kelas 10-4 hanya ada 1 murid pak, yaitu Min Young." Jawab Zhou Mi.
"Lalu dia akan menyanyikan lagu apa ?"
"Lagu kami Superman, dia juga bilang akan nge-dance kok." Jawab Heechul. Kepala sekolah mulai mencatatnya, kami pun pamit dan di saat kami keluar dia sudah datang ke ruangan kepala sekolah. Hmm, dia pintar juga tapi, " kau sudah telat nona." Ujar Eunhyuk sambil menjulurkan lidahnya. Dia terlihat sangat kesal sekali, dan kami tidak memperdulikannya karena kami senang sudah membuatnya kesal. Kami pun pergi meninggalkannya sendirian. "Super Junior Minchaeyo !!" Teriaknya. Ketika kami berbalik untuk melihatnya dia langsung pergi lari terbirit-birit. Dia itu benar-benar yeoja aneh bin ajaib, di saat kami berbalik.
Kami melihat ada sosok perempuan yang melintas di sebuah lorong. Kami pun mengikutinya karena penasaran. Tanpa sadar kita berjalan sampai di Ruang Musik, dan di dalam ruangan itu kembali terdengar suara piano tetapi tidak ada yang memainkannya. Perlahan-lahan mulai terlihat jelas sosok perempuan berambutpanjang dengan baju putih, dia berhenti memainkan piano. Dia berbalik sambil tersenyum ke arah kami. "Kim Ae." Ucap kami secara bersamaan.
~Bersambung~
"Ya ! jangan takut, aku tidak tertarik pada gadis sepertimu." Ucap sosok pria paruh baya itu sambil tiduran di kasurku. Aku melongo, aku sangat bingung sekaligus takut. bingung kenapa arwah itu bisa berbicara padaku. Bingung kenapa dia bisa tidur di kasurku, setahuku hantu itutidak bisa memegang sesuatu apalagi tiduran di kasur seperti ini. Aku takut jika bisa saja dia akan membunuhku.
"Kau tidak perlu takut, akui tidak akan membunuhmu." Deg ! kurasakan jantungku berhenti sejenak setelah dia mengucapkan kalimat itu. Bagaimana bisa dia tahu apa yang aku pikirkan. "Siapa kau ? dan bagaimana kau bisa tidur di tempat tidurku ? Kau tidak berniat menakut-natkuti ku kan ?" Tanyaku bertubi-tubi.
"Kau itu cerewet sekali ya, kau mau mengintrogasiku ataukah bertanya. Aku hantu yang ada di depan Rumah mu itu. Aku ini hantu padat. kau tahu maksudku dengan hantu padat ?" Aku menggeleng, "Hantu itu ada 2 hantu cair dan padat. Jika hantu yang baru meninggal itu adalah hantu cair, hantu yang sering kau lihat di televisi. Sedangkan hantu-hantu yang sudah bertahun-tahun bisa saja menjadi hantu padat seperti aku ini. Hantu cair hanya bisa melayang saja, dan hantu padat bisa memgang barang. Arra ?"
"terserah, tapi kenapa tadi kau menakut-nakuti aku. Wajahmu seperti orang tua tetapi tingkah laku seperti anak kecil."
"Aku ini meninggal saat berumur 25tahun, maka wajar saja jika sekarang aku mempunyai sifat seperti anak kecil.. sudah lama aku bersikap seperti ini karena aku kesepian."
"Aku tidak perduli,, kau ada urusan apa denganku ?"
"Tidak ada sekarang kau pergi aku ingin tidur."
"Ya !!" Pekikku. "Pergi kau dari sini." aku memukulnya dengan menggunakan bantal Tapi, dia tetap tidak ingin pergi dari hadapanku. Aku sangat lelah, aku pun tidur di sampingnya. Arwah pria iu tidur membelakangiku, Karena aku kesal padanya. Aku mendorongnya hingga jatuh ke lantai. "Hei." Pekiknya.
"Kau dibawah." Perintahku. Dia langsung terbang dan menghilang.
Author P.O.V:
Pagi harinya di sekolah, Arwah pria itu terus mengikuti Min Young. "Kenapa kau terus mengikutiku sih ?" Tanya Min Young.
"Terserah aku donk, kau lihat semua orang memandang ke arahmu, mereka mengira kau pasti sudah gila karena berbicara sendirian." Min Young melihat ke arah sekelilingnya dan memang benar semua siswa/i membicarakannya. Super Junior mencoba untuk menghampirinya, "Kau sudah gila ya ?" Tanya Kibum.
"Aku tidak gila, tadi aku sedang...sedang berakting, ya berakting." Min Young beralasan.
"Akting ? wah hebat, kau tadi sangat mirip dengan seperti orang gila atau mungkin kau itu memang orang gila yang berbicara sendiri. Lanjutkan ya." Ujar Sungmin sambil menepuk Pundak Min Young lalu pergi bersama teman-temannya. "Gara-gara arwah itu, aku jadi dibilang orang gila." Gerutunya. Saat pelajaran berlangsung Min Young tidur dengan cara buku pelajarannya diberdirikan jadi seakan akan dia sedang belajar. Zhou Mi, Yesung dan Heechul pun masuk ke dalam Kelasnya. "Hei bangun ada kakak-kakak kelas mu tuh datang." tapi Min Young tidak mau mendengarkannya, "Bangun, cwe pemalas."
"Kami dari OSIS ingin mendata siapa saja yang ingin menyanyi saat pensi nanti." Ucap Heechul.
"Bangun, Min Young ada lomba nyanyi tuh." Secara tiba-tiba arwah itu pun menghilang.
"Siapa yang tidur itu ?" Min Young Bangun."Perintah guru Min Young tapi tidak ada jawabannya. Guru itu menyuruh Yesung untuk membangunkannya. "Hei Bangun." Perintah Yesung. Min Young mengira itu kerjaan arwah yang dari tadi megikutinya. Min Young mengambil bukunya lalu melempar pass mengenai muka Yesung, "Pergi." Saat dia sadar akan suara itu dia langsung terbangun.
"Hei, kau tidak punya mata ya !!! Sembarangan melempar orang dengan buku." Yesung menatap tajam ke arah Min Young, "Yeoja babo."
"Mianhe aku kira itu adalah...."
"Sudah-sudah ayo siapakah yang ingin menyanyi saat pensi nanti." Tanya bu guru. Arwah Pria itu mengantkat tinggi-tinggi tangan Min Young. Zhou Mi, Yesung dan Heechul heran meliha keberaniannya, "Kau ingin ikut menyanyi ? tidak salah." Heechul mulai ragu. Min Young menatap tajam ke arah orang yang mengangkat tangannya. Pria itu hanya membuang mukanya. "Baiklah, dari kelas ini cuma Min Young saja yang ikut. Permisi Bu."ujar Heechul.
Pria itu langsung melepaskan tangan Min Young, "Ya Tunggu !" Min Young keluar untuk mengejar 3 Osis itu. Sosok arwah pria yang berada di kelas Min Young melihat Kim Ae yang melintas di depan kelas itu. dia langsung mengejar Kim Ae, "Tunggu hapus namaku dari daftar itu." Ucap Min Young.
"Kau itu aneh sekali ya, sudah lempar kepala gw pake buku sekarang lo ingin kita hapus lo dari daftar lomba ini. NO WAY !"
"Eh, tunggu aku kan tidak bilang ingin ikut. So, kalo tidak ada keputusan dari gw langsung berarti ga sah."
"Gw ga mau Tahu." Ucap Zhou Mi yang berkumpul bersama teman-temannya yg lain di depan kelas mereka.
Min Young P.O.V:
Seenaknya saja memasukan namaku dalam daftar lomba itu. semua ini gara-gara hantu jahil itu, dia selalu membuat masalah. Bagaimana pun caranya aku harus ambil kertas itu. Tapi bagaimana caranya, aduh mana mereka mau ke kelasnya lagi. "Hai, kak Kim Ae." Ucapanku berhasil menarik perhatian mereka, "Apayang tadi kau bilang ?" Tanya Ryeowook.
"Tadi ada kak Kim Ae di lorong sana." Aku berbohong. Ketika mereka mulai lengah aku langsung mengambil kertas itu dan menghapus namaku. Mereka tersadar dan mengejarku, "Ya ! kemarikan kertasnya." Perintah Heechul. Mereka masih terus mengejarku, pada akhirnya aku terpojok. Mereka mulai menggelilingiku, "Kenapa yang ada cuma namaku doank ?"
"Hei, yang belum kami data cuma kelasmu saja, kemarikan kertasnya. " Pinta Leeteuk.
"Tidak mau sebelum kalian hapus namaku dari lomba ini." Ancamku.
"Simpan saja kertasnya, dasar cwe aneh." Ujar Kyuhyun. Eh, mereka mau pergi kemana bukankah mereka tadi mengejarku cuma karna kertas ini, kenapa sekarang malah pergi. dasar namja babo. Sebaiknya aku robek kertas ini, biar aku tidak perlu ikut dalam Lomba Itu. "Ckck, dasar yeoja babo." Aish, hantu pria itu mengagetkan ku saja, kenapa dia selalu muncul tiba-tiba di hadapanku. "Wae ?" tanyaku sambil melipatkan kedua tanganku di depan dada. Dia tersenyum kecil, "dasar babo, kau robek pun tetap saja masih bisa ikut lomba."
"Bagaimana mungkin ?"
Dia mendesah pelan, "Kau itu polos atau benar-benar babo sih ? Mereka itu sekarang berada di Ruang kepala sekolah, untuk memberitahu bahwa kau satu-satunya wakil dari kelas 10-4."
"Jinjja ?" dia mengganguk, dasar Min Young bodoh, kenapa tidak sampai berpikir hal itu sih. Aku harus segera kesana, sebelum rombongan OSIS itu memberitahunya. Aku telat. Mereka kini sudah keluar dari ruangan kepala sekolah. "Kau telat nona." Ujar Eunhyuk sambil menjulurkan lidahnya. Argh, mereka benar-benar keterlaluan sekali.
"Super Junior Minchaeyo (Super Junior bodoh) !!" Teriakku. (Min Young P.O.V End)
Super Junior P.O.V:
"Hei yang belum kami data cuma kelasmu doank, kemarikan kertasnya." Pinta Leeteuk.
"Tidak mau, sebelum kalian hapus namaku dari lomba ini." dia mau mengancam kami semua ? dia kira kami ini pengemis apa. Jika tidak ada kertas itu kami juga masih bisa mendaftarkannya kok, "Simpan saja kertasnya dasar cwe aneh. " Ucap Kyuhyun. kami pun pergi meninggalkannya dan menuju ruang kepala Sekolah.
"Mana datanya ?" Tanya kepala sekolah.
"Untuk murid kelas 10-4 hanya ada 1 murid pak, yaitu Min Young." Jawab Zhou Mi.
"Lalu dia akan menyanyikan lagu apa ?"
"Lagu kami Superman, dia juga bilang akan nge-dance kok." Jawab Heechul. Kepala sekolah mulai mencatatnya, kami pun pamit dan di saat kami keluar dia sudah datang ke ruangan kepala sekolah. Hmm, dia pintar juga tapi, " kau sudah telat nona." Ujar Eunhyuk sambil menjulurkan lidahnya. Dia terlihat sangat kesal sekali, dan kami tidak memperdulikannya karena kami senang sudah membuatnya kesal. Kami pun pergi meninggalkannya sendirian. "Super Junior Minchaeyo !!" Teriaknya. Ketika kami berbalik untuk melihatnya dia langsung pergi lari terbirit-birit. Dia itu benar-benar yeoja aneh bin ajaib, di saat kami berbalik.
Kami melihat ada sosok perempuan yang melintas di sebuah lorong. Kami pun mengikutinya karena penasaran. Tanpa sadar kita berjalan sampai di Ruang Musik, dan di dalam ruangan itu kembali terdengar suara piano tetapi tidak ada yang memainkannya. Perlahan-lahan mulai terlihat jelas sosok perempuan berambutpanjang dengan baju putih, dia berhenti memainkan piano. Dia berbalik sambil tersenyum ke arah kami. "Kim Ae." Ucap kami secara bersamaan.
~Bersambung~