Cast :
All Admin BFEI and Subpage
Super Junior
All Artis SM Entertaiment
20 Agustus 2007….
Cuaca siang hari di Seoul sangatlah panas, suhunya sekitar 30 derajat Celcius. Orang-orang berlalu lalang kasana dan kemari, mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Di dalam sebuah kafe yang berstyle Eropa teradapat beberapa anak muda yang tengah asyik nongkrong. Yang pertama adalah Shim Na Na atau yang biasanya dipanggil dengan Na Na. Dia merupakan salah satu anak tunggal dari sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang Music and Entertaiment.
yang berada di samping kanan Na Na adalah Icha, dia termasuk anak yang manja karena dia juga anak tunggal sama seperti Na Na, jadi semua keinginannya harus dituruti. Lalu Via, dia berasal dari anak dari keluarga yang sederhana tapi sifatnya sangat keras kepala dan egois. dan yang terakhir adalah Tyas, anaknya sangat pemalu tapi sangat pandai dalam mengatur sesuatu.
“Panasnya cuaca hari ini, rasanya mau mati.” Keluh Icha sambil mengelap wajahnya yang penuh keringat dengan tissue.
“Sabarlah sebentar lagi kan musim gugur.” Na Na mencoba menenangkan. “Sekarang aku harus kerja apa ? Di Seoul sangat susah untuk mencari pekerjaan.”
“Kau kan enak tinggal urus saja perusahaan milik keluargamu apa susahnya.” Timpal Via.
“Ani, aku ingin punya sebuah perusahaan sendiri dan dibangun dengan uangku sendiri.”
“Ya, mau bagaimana lagi. Aku juga ingin banget punya pekerjaan tapi sudah banget untuk didapatkan.” Ujar Tyas yang tengah memotong sandwichnya. Mereka terdiam karena mereka sudah tidak tahu harus berbicara apa lagi. Jam sudah menunjukkan pukul 1 Siang, saatnya mereka untuk pergi Kuliah, sementara itu di sisi lain, “Apa kau bilang saham kita menurun drastis.” ucap seorang pria yang sudah cukup tua sekitar berumur 65 tahun. Dia terlihat sangat kecewa dan sedih atas yang diucapkan oleh sekertarisnya.
“Ne Tuan Shim. Sang sekertaris hanya bisa terdiam. Shim Jung Kim memberantakan semua barang-barang yang ada di mejanya. Kesal hanya itu yang dapat dia rasakan sekarang. Tiba-tiba jantungnya berdetak sangat keras dan sakit. “Tuan… Tuan..” Dia pun jatuh pingsan. Sekertarisnya segera membawa ke Rumah Sakit dan menelepon keluarganya.
“Mwo !! kakek masuk rumah sakit, ok. Na Na akan segera kesana.” dengan kecepatan mobil yang tinggi dia langsung pergi meninggalkan teman-temannya di Kampus. tidak butuh waktu lama dia sudah tiba di Ruang ICU. “Eomma, bagaimana keadaan kakek ?”
Baru saja eommanya mau menjawab Uisa (Dokter) sudah keluar dari ruangan ICU, “Bagaimana keadaan kakek saya ?”
“Penyakit jantungnya kumat, keadaanya semakin melemah.” Uisa pun pergi.
“Sekertaris Park, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada kakek sehingga dia menjadi seperti ini ?” Na Na terus bertanya kepada sang sekertaris berharap dia tidak mendapat jawaban yang buruk tapi itu semua ternyata juga membuatnya terkejut, “Tuan Shim mengalami pingsan karena Saham di perusahaan ini sudah menurun drastis dan sebentar lagi akan bangkrut.”
“Ap..apa tapi kenapa, bagaimana bisa terjadi sih ?” Na Na tidak terima atas jawaban sekertaris itu.
“Sudahlah Na Na kita masih ada perusahaan lagi di New York.” Eomma mencoba menenangkannya.
“Ani.. sampai kapanpun aku tidak pernah akan mau meninggalkan Seoul.” Na Na pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya. Air matanay sudah tidak bisa terbendung lagi, Kakek yang sudah merawatnya dari kecil kini terbaring lemah di Rumah Sakit. Lemah tak berdaya. Dia terus berlari hingga dia tiba di lantai atas Rumah Sakit itu. “Aaaaaa !!” Teriaknya.
Buk ! seseorang menggetoknya dengan sebuah benda yang sangat keras sekali, “Kau tidak bisa diam ya ? berisik tahu.” Na Na berbalik dan melihat namja itu. Namja itu memakai baju rumah sakit, tangan kanannya memegang selang infus sedangkan tangan kirinya memegang seekor kura-kura.
“Siapa kau ?”
“Yesung.” jawab namja itu singkat. “Baru saja aku pukul begitu langsung menangis, dasar cwe cenggeng. padahal tidak sakit tahu itu, aku memukulnya pelan.”
“Dengan apa kau tadi memukulku, jangan bilang dengan kura2 jelek ini.”
“Sembarangan jelek, dia bahkan lebih cantik dari padamu. Namanya ddangkoma.”
“Kau bilang tidak sakit.” Yesung mengangguk. Na Na mengambil kura-kura itu dan menggetokan ke kepala Yesung. Yesung menggeram kesakitan. “Sakit kan ?”
“Ya. sakitlah. Dasar Yeoja babo.”
“Namja jelek.” Na Na langsung pergi meninggalkan Yesung sendirian.
“Ada apa dengannya ? dasar aneh.” Na Na segera kembali ke ruang ICU. dia melihat Uisa tengah berbicara dengan kedua orang tuanya, “ada apa ini ?”
“Beliau ingin bertemu dengan anda nona.” Na Na langsung masuk ke dalam Ruang ICU. Tangisannya kembali pecah saat melihat kakeknya terbujur lemah tak berdaya, ada bebrapa selang oksigen dan infus dipasang pada tubuh kakeknya.
“Kek.” Na Na mulai mendekati kakeknya itu.
“Na na, perusahaan kita di Korea kini sudah bangkrut. Maafkan kakek. Pada awalnya kakek ingin memberikan perusahaan itu padamu, tapi sekarang sudah bangkrut. Jangan sedih kita masih ada 1 perusahaan lagi di New York.”
Na Na menggeleng, “Ani. Kek. ku tidak mau pergi dari Seoul. Bolehkah aku membangun kembali perusahaan itu dan akan aku ganti namanya ?”
“Kau berjanji akan membangun perusahaan itu ?”
“Ne.” setelah na Na mengucapkan hal itu, kakeknya langsung kejang-kejang dan mengalami sesak nafas. Na Na berteriak Uisa, dan orang tuanya pun langsung masuk ke dalam Ruangan itu. tapi Na’as nyawanya sudah tidak ada lagi. 3 Hari setelah kejadian itu, dia berkumpul dengan teman-temannya di Sebuah Kafe. “Kita turut berduka cita ya.” Ucap Tyas.
“Gomawo, maukah kalian membantuku untuk mengurus perusahaan itu kembali ?” Tanya Na Na pada teman-temannya.
“Tentu saja, kita pakai uang kita semua untuk membangun perusahaan itu kembali. Akan aku ajak Sepupuku, Ririn.” Jawab Icha.
“Gomawo, aku beruntung punya sahabat seperti kalian. ngomong-ngomong nama perusahaannya apa ya ?”
“Big Faith Entertaiment Immortal Company, bagaimana ?” Saran Via.
“Artinya perusahaan entertainment terbesar dan akan setia serta akan tetap abadi untuk selamanya.” Timpal Tyas.
“Ok. Ayo kita bangun perusahaan itu lagi.” Ajak Na Na. “Kek, aku akan membangun perusahaan itu lagi, semoga kakek tenang disana.” Ucap Na Na dalam hati.
~TBC~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar