Part 3:
Saat pelajaran Bahasa Indonesia, diberikan selembar soal utk dijawab bersama sama… Soal itu berisi 50 Soal, Di saat nomor 21 tibalah sebuah kelucuan yg terjadi…
“ Wu chun maju baca soal nomor 21..” Ucap guru bahasa indonesia.
“ Penulisan kata gabung berimbuhan yg tepat terdapat pada kalimat…”Ucap chun sambil maju dan membaca soalnya.
“Sebelum kamu menjawabnya sebutkan dulu apa kaidah kalimat gabung ??” Ucap guru B.Indo.
“Pak Tanya ama via aja pak…”Teriak angel.
“knp harus sama via angel ??” (Guru)
“Via itu mantannya wu chun..”
“Cepat kamu Tanya ama via…” (Guru)
“Cieeee……” (1 kelas)
“Tapi pak…” ( Chun)
“Cepet yee, mau kamu saja tulis alfa di absensi saya…” (Guru)
“Iya pak..” Ucap chun sambil mendekati arah meja ku.
“ Cieeee…… ciee….. ehm… ehm…”(1 kelas)
“Kamu ikutin ucapan saya chun..” (Guru)
“Iya pak..” ( chun)
“Via..” (Guru)
“Via..”
“Ciee….” (1 kelas)
“Kamu tahu apa kaidah dari kata gabung berimbuhan…” (Guru)
“Saya ga tahu pak…” (Via)
“Kamu ngapain liat ke arah saya, liat ke arah chun donk, chun ikutin kata2 saya tadi..” (Guru)
“kamu..”
“(1 Kelas semakin bersorak gembira..)”
“Tahu apa kaidah dari kata gabung berimbuhan…” (Chun)
“Kalo kamu tahu..” (Guru)
“Kalo kamu tahu..” (Chun)
“Berarti…” (Guru)
“Berarti..”
“Kamu masih cinta ama saya…” (Guru)
“ ( Menengok ke arah guru bahasa indo)”
“ (1 Kelas semakin bersorak menjadi jadi)”
“Ulangi chun, kalo kamu tahu jawabannya berarti kamu masih cinta ama gw…kalo tidak berarti lo mau menerima gw kembali…”
“Pak, saya ga tahu pak.. “(Via)
“Owh, via masih mau toh balikan ama chun…” (Dd)
“Waaaaaahhhhhh……”(Sorakan semua teman2)
“via..” (Guru)
“(Melihat ke arah guru yg duduk di sampingnya..)”
“ada apa pak ??”
“Kamu bilang ga bisa jawab krn kamu masih cinta ama chun ya ??”
“ Iya pak…….” (1 Kelas)
“Ga…” Ucapku.
“Chun kamu duduk di sini…”
“Cieeeeeee…….” (1 kelas)
“Duduk..” Ucap guru itu lalu memaksa , akhirnya chun pun duduk di samping ku.
“ Alah kalian ini membuang muka, padahal hatinya senang bgt..”Goda guru b. indo.
“ Iya pak benar2….” (Yiru)
“(Melemparkan jaket ku ke muka chun dan jaket chun dilemparkan kepada ku…)” (Guru)
“Yaaaaa……. ehm… ehm… ternyata via dan chun masih saling sayang…” Goda 1 kelas.
“Bapak…”Ucapku.
“Kembalikan donk, ke chun…” (Guru)
“Lo aja nih atul…”
“Loh kenapa gw coba, lo kan di sebelahnya lo kasih lah ke dia langsung…”
“ (Meletakan jaket itu di meja…)” (Via)
“Kenapa ditaruh kasih langsung, chun kembaliin donk jaketnya via..”
“ (Kami berdua pun saling mengembalikan jaket masing2 dan 1 kelas kembali bersorak ria…)”
“(aku menutup jaket itu krn malu ke teman2…)”
“Wah, jaket bekas chun langsung di cium..” Teriak da dong.
“(Lgsg menaruh jaket itu ke kaki ku…)”
“Wahhhhh……” 1 Kelas.
“Pak, chun senyum2 tuh seneng dia pak…”
“kamu itu kecil2 sudah saling suka, ya jadian aja kembali…” Ucap guru kami sambil memukul kepala chun dan aku dgn buku.
“Setuju…” (1 Kelas)
“GA…” Ucap kami berdua bersamaan.
“Tuhkan, benar pak… mereka berdua memang saling suka… ud pak, satuin mereka aja…” (Argo)
Gara2 ulah guru bahasa Indonesia, 1 kelas jadi membuat ku dan chun kehabisan kata2. kami pun lanjut pd nomor berikutnya dan di nomor 32 terjadi percakapan antara 2 org…
“Pak… suruh chun dan via maju pak….” (Ruru)
“Ya maju ke depan via chun…” (Guru)
“Bagus bgt kalian ini…” Ucapku.
“Hahahaha…” (1 kelas)
“Yee malah jauh2an chun geseran ke kiri sedikit…” (Guru)
“Sudah pak, saya yg mana ??”
“Via jadi sulung dan kamu chun jadi bapaknya..” (Guru)
Sulung (via): ah bapak berpikir secara politis. Itu urusan politik
Bapak (chun): nak…
“Cieeeeeee…. ehm.. ehm…” (1 kelas)
Bapak : nak, kemerdekaan atau penjajah selalu soal politik. selalu merupakan buah politik.
Sulung : baik2, tapi ya bapak kita bukan politisi.
Bapak: nak, setiap patriot pada hakikatnya adl seorg politikus juga. Kendati tdk harus menjadi seorg diplomar, seorg negarawan.
Sulung : menyesal ya pak. Rupanya kita berbeda kutub dlm tafsir makna.
“ Cieeeeeeee……. beda kutub dlm masalah cinta ya vi…”Goda angela.
Bapak : nak, apa pun yg terjadi aku kan bertahan disini.
“Bertahan demi cinta ku kepadamu via..” Lanjut guru b. indo.
“Bgus2 pak…” (1 kelas)
Bapak : dan kalaupun aku harus mati untuk itu niscaya aku ikhlas mati dalam damai disini.
“Cieeeeee…….” (1 kelas)
“Chun ikhlas mati utk via…. so sweet….” (Argo)
“Chun jawabannya apa ??” (Guru)
“B…”
“Ya silakan duduk…”
Lalu terus berlanjut dan akhirnya pada no 45…
“Pak, kali ini fera dan yalun pak maju….” (Atul)
“ Pak saya mau ke toilet…”Ucap fera.
“Alasan pak, jgn dikasih…” Ucap Naomi.
“ Kamu selesaikan baca dulu baru ke wc…”
“ Tapi pak benar2 kebelet…”
“ Buruan bacanya…”
“Fera dan yalunl silakan maju… mereka kenapa ?” Tanya guru.
“ Mereka saling suka pak, tapi blm jadian…” (Argo)
“Wah cocok yalun kamu jadi hadi dan fera kamu jadi sayem…” (Guru)
“Berhadapan donk..”(Ruru)
“(Yalun dan fera pun saling berhadapan…Tak berapa lama guru b. indo dan da dong mendorong mereka berdua sehingga mereka pun saling berpelukan…)”
“Foto2….masukin fb..” Ucap da dong.
“( yalun dan fera pun melepaskan pelukannya)”
“baca percakapan itu…” (Guru)
Hadi ( Yalun): Berani betul engkau berkata demikian di hadapan ku. Kau betul2 sudah menghina ku. perlu peluru yg kukirim untuk mu, barang kali ?
“ Yalun ya…… ga nyangka…” (1 Kelas)
Sayem (fera) : silakan menakut2ti aku…
“Wooooo…..” (1 kelas)
sayem : aku tdk akan mundur selangkah pun, sebab pendirian ku benar. Memang tdk semua org masuk ke sini jelek. banyak org kemari dari kota bertujuan baik, kami hargai mereka.
Hadi (yalun): yem, sebaiknya aku dan engkau tdk bertengkar. Tapi mari membentuk rumah tangga. kau dan aku, aku sekarang kaya.
“ Cieeeeee…… cihuuiii….” (1 kelas)
Sayem (fera): sekali lagi aku tdk silau dengan kekayaan mu.
“woooooo…” (1 kelas)
“Pak saya ke toilet dulu…” Ucap fera langsung pergi.
“yalun silakan duduk… jawaban yg diberikan fera itu salah, harusnya saat yalun meminta membentuk sebuah rumah tangga… fera menjawab YES…”
“ HAHAHA……” 1 Kelas tertawa semua
“(Fera pun kembali…)”
“Cieee….. fer, harusnya lo tadi seneng yalun ajak membentuk rumah tangga….”
“ Apa sih,.. aneh…” Ucap fera lalu kembali ke tempat duduknya.
~Part 3 The End ~
Part 4 :
Suasana kelas sdg ramai krn tdk ada guru dan para murid laki2 sdg asyik main gitar, kecuali da dong dan argo yg sdg berduaan. Mereka semua nya pun menyanyikan lagu SUSIS tapi dgn sengaja mereka menyindir da dong....
Anak laki2:
susis... ooo susis...suami sieun istri....
si da dong takut argo....
susiis... ooo susis si da dong takut argo...
Dd : sialan lo ya...( Sambil menunjuk ke arah teman2nya...)
1 kelas dibuat ngakak gara2 nyanyian itu....
~ Part 4 The end~
“ Wu chun maju baca soal nomor 21..” Ucap guru bahasa indonesia.
“ Penulisan kata gabung berimbuhan yg tepat terdapat pada kalimat…”Ucap chun sambil maju dan membaca soalnya.
“Sebelum kamu menjawabnya sebutkan dulu apa kaidah kalimat gabung ??” Ucap guru B.Indo.
“Pak Tanya ama via aja pak…”Teriak angel.
“knp harus sama via angel ??” (Guru)
“Via itu mantannya wu chun..”
“Cepat kamu Tanya ama via…” (Guru)
“Cieeee……” (1 kelas)
“Tapi pak…” ( Chun)
“Cepet yee, mau kamu saja tulis alfa di absensi saya…” (Guru)
“Iya pak..” Ucap chun sambil mendekati arah meja ku.
“ Cieeee…… ciee….. ehm… ehm…”(1 kelas)
“Kamu ikutin ucapan saya chun..” (Guru)
“Iya pak..” ( chun)
“Via..” (Guru)
“Via..”
“Ciee….” (1 kelas)
“Kamu tahu apa kaidah dari kata gabung berimbuhan…” (Guru)
“Saya ga tahu pak…” (Via)
“Kamu ngapain liat ke arah saya, liat ke arah chun donk, chun ikutin kata2 saya tadi..” (Guru)
“kamu..”
“(1 Kelas semakin bersorak gembira..)”
“Tahu apa kaidah dari kata gabung berimbuhan…” (Chun)
“Kalo kamu tahu..” (Guru)
“Kalo kamu tahu..” (Chun)
“Berarti…” (Guru)
“Berarti..”
“Kamu masih cinta ama saya…” (Guru)
“ ( Menengok ke arah guru bahasa indo)”
“ (1 Kelas semakin bersorak menjadi jadi)”
“Ulangi chun, kalo kamu tahu jawabannya berarti kamu masih cinta ama gw…kalo tidak berarti lo mau menerima gw kembali…”
“Pak, saya ga tahu pak.. “(Via)
“Owh, via masih mau toh balikan ama chun…” (Dd)
“Waaaaaahhhhhh……”(Sorakan semua teman2)
“via..” (Guru)
“(Melihat ke arah guru yg duduk di sampingnya..)”
“ada apa pak ??”
“Kamu bilang ga bisa jawab krn kamu masih cinta ama chun ya ??”
“ Iya pak…….” (1 Kelas)
“Ga…” Ucapku.
“Chun kamu duduk di sini…”
“Cieeeeeee…….” (1 kelas)
“Duduk..” Ucap guru itu lalu memaksa , akhirnya chun pun duduk di samping ku.
“ Alah kalian ini membuang muka, padahal hatinya senang bgt..”Goda guru b. indo.
“ Iya pak benar2….” (Yiru)
“(Melemparkan jaket ku ke muka chun dan jaket chun dilemparkan kepada ku…)” (Guru)
“Yaaaaa……. ehm… ehm… ternyata via dan chun masih saling sayang…” Goda 1 kelas.
“Bapak…”Ucapku.
“Kembalikan donk, ke chun…” (Guru)
“Lo aja nih atul…”
“Loh kenapa gw coba, lo kan di sebelahnya lo kasih lah ke dia langsung…”
“ (Meletakan jaket itu di meja…)” (Via)
“Kenapa ditaruh kasih langsung, chun kembaliin donk jaketnya via..”
“ (Kami berdua pun saling mengembalikan jaket masing2 dan 1 kelas kembali bersorak ria…)”
“(aku menutup jaket itu krn malu ke teman2…)”
“Wah, jaket bekas chun langsung di cium..” Teriak da dong.
“(Lgsg menaruh jaket itu ke kaki ku…)”
“Wahhhhh……” 1 Kelas.
“Pak, chun senyum2 tuh seneng dia pak…”
“kamu itu kecil2 sudah saling suka, ya jadian aja kembali…” Ucap guru kami sambil memukul kepala chun dan aku dgn buku.
“Setuju…” (1 Kelas)
“GA…” Ucap kami berdua bersamaan.
“Tuhkan, benar pak… mereka berdua memang saling suka… ud pak, satuin mereka aja…” (Argo)
Gara2 ulah guru bahasa Indonesia, 1 kelas jadi membuat ku dan chun kehabisan kata2. kami pun lanjut pd nomor berikutnya dan di nomor 32 terjadi percakapan antara 2 org…
“Pak… suruh chun dan via maju pak….” (Ruru)
“Ya maju ke depan via chun…” (Guru)
“Bagus bgt kalian ini…” Ucapku.
“Hahahaha…” (1 kelas)
“Yee malah jauh2an chun geseran ke kiri sedikit…” (Guru)
“Sudah pak, saya yg mana ??”
“Via jadi sulung dan kamu chun jadi bapaknya..” (Guru)
Sulung (via): ah bapak berpikir secara politis. Itu urusan politik
Bapak (chun): nak…
“Cieeeeeee…. ehm.. ehm…” (1 kelas)
Bapak : nak, kemerdekaan atau penjajah selalu soal politik. selalu merupakan buah politik.
Sulung : baik2, tapi ya bapak kita bukan politisi.
Bapak: nak, setiap patriot pada hakikatnya adl seorg politikus juga. Kendati tdk harus menjadi seorg diplomar, seorg negarawan.
Sulung : menyesal ya pak. Rupanya kita berbeda kutub dlm tafsir makna.
“ Cieeeeeeee……. beda kutub dlm masalah cinta ya vi…”Goda angela.
Bapak : nak, apa pun yg terjadi aku kan bertahan disini.
“Bertahan demi cinta ku kepadamu via..” Lanjut guru b. indo.
“Bgus2 pak…” (1 kelas)
Bapak : dan kalaupun aku harus mati untuk itu niscaya aku ikhlas mati dalam damai disini.
“Cieeeeee…….” (1 kelas)
“Chun ikhlas mati utk via…. so sweet….” (Argo)
“Chun jawabannya apa ??” (Guru)
“B…”
“Ya silakan duduk…”
Lalu terus berlanjut dan akhirnya pada no 45…
“Pak, kali ini fera dan yalun pak maju….” (Atul)
“ Pak saya mau ke toilet…”Ucap fera.
“Alasan pak, jgn dikasih…” Ucap Naomi.
“ Kamu selesaikan baca dulu baru ke wc…”
“ Tapi pak benar2 kebelet…”
“ Buruan bacanya…”
“Fera dan yalunl silakan maju… mereka kenapa ?” Tanya guru.
“ Mereka saling suka pak, tapi blm jadian…” (Argo)
“Wah cocok yalun kamu jadi hadi dan fera kamu jadi sayem…” (Guru)
“Berhadapan donk..”(Ruru)
“(Yalun dan fera pun saling berhadapan…Tak berapa lama guru b. indo dan da dong mendorong mereka berdua sehingga mereka pun saling berpelukan…)”
“Foto2….masukin fb..” Ucap da dong.
“( yalun dan fera pun melepaskan pelukannya)”
“baca percakapan itu…” (Guru)
Hadi ( Yalun): Berani betul engkau berkata demikian di hadapan ku. Kau betul2 sudah menghina ku. perlu peluru yg kukirim untuk mu, barang kali ?
“ Yalun ya…… ga nyangka…” (1 Kelas)
Sayem (fera) : silakan menakut2ti aku…
“Wooooo…..” (1 kelas)
sayem : aku tdk akan mundur selangkah pun, sebab pendirian ku benar. Memang tdk semua org masuk ke sini jelek. banyak org kemari dari kota bertujuan baik, kami hargai mereka.
Hadi (yalun): yem, sebaiknya aku dan engkau tdk bertengkar. Tapi mari membentuk rumah tangga. kau dan aku, aku sekarang kaya.
“ Cieeeeee…… cihuuiii….” (1 kelas)
Sayem (fera): sekali lagi aku tdk silau dengan kekayaan mu.
“woooooo…” (1 kelas)
“Pak saya ke toilet dulu…” Ucap fera langsung pergi.
“yalun silakan duduk… jawaban yg diberikan fera itu salah, harusnya saat yalun meminta membentuk sebuah rumah tangga… fera menjawab YES…”
“ HAHAHA……” 1 Kelas tertawa semua
“(Fera pun kembali…)”
“Cieee….. fer, harusnya lo tadi seneng yalun ajak membentuk rumah tangga….”
“ Apa sih,.. aneh…” Ucap fera lalu kembali ke tempat duduknya.
~Part 3 The End ~
Part 4 :
Suasana kelas sdg ramai krn tdk ada guru dan para murid laki2 sdg asyik main gitar, kecuali da dong dan argo yg sdg berduaan. Mereka semua nya pun menyanyikan lagu SUSIS tapi dgn sengaja mereka menyindir da dong....
Anak laki2:
susis... ooo susis...suami sieun istri....
si da dong takut argo....
susiis... ooo susis si da dong takut argo...
Dd : sialan lo ya...( Sambil menunjuk ke arah teman2nya...)
1 kelas dibuat ngakak gara2 nyanyian itu....
~ Part 4 The end~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar