Nama : Weny Olivia
NIM : 14130001
KELAS : 6MIK1
Kopi dan senyawa kimia kecil yang membawa maut
Sekilas memang tampak begitu menggoda untuk diminum pada saat kita sedang mengantuk, rasa pahit yang begitu terasa membuat mata seakan bangun, Khususnya bagi para pecinta kopi tentulah mengenal kopi yang satu ini, kopi Vietnam. Salah satu kafe yang terkenal akan kopi ini adalah Kafe Olivier.
Kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin berusia 27 pada 6 Januari lalu meninggalkan kesan tersendiri terhadap Kafe Olivier. Sebab, di tempat itulah, Mirna diracun yang kemudian menyebabkannya tewas.
Seakan ingin segera menuntaskan kasus yang sudah ditangani hampir sebulan oleh kepolisian ini, Jessica yang sebelumnya intens diperiksa sebagai saksi dicegah ke luar negeri dan kemudian ditangkap saat berada di sebuah hotel akhir pekan lalu.
Pertanyaan yang menyeruak dan hingga kini masih mengambang, siapa yang menaruh racun sianida ke dalam gelas es kopi vietnam yang diminum Mirna, dan bagaimana caranya? Lalu apa motif pelaku melakukannya di kafe saat bersama rekan-rekannya?
Pada umumnya kasus pembunuhan di kafe atau restaurant-restraurant tertentu pasti akan membuat masyarakat menjadi enggan untuk kesana, namun yang terjadi malah sebaliknya.
Kopi Vietnam yang diminum oleh Mirna malah membuat masyarakat semakin penasaran untuk mencicipi kopi tersebut.
Bukannya mendapat buntung malah untung. Mungkin pepatah itulah yang cocok untuk menggambarkan keadaan ini. Kafe Olivier malah semakin terkenal dengan kopi vietnamnya. Salah pengunjung bernama Idam, mengaku baru dua kali datang ke Olivier setelah mencuatnya kasus Mirna.
Bangku-bangku, baik di area merokok maupun bukan, dipenuhi pengunjung.
Kalaupun ada yang kosong, dapat dipastikan tempat tersebut sudah ada yang memesan.
Meski mendapat banyak pengunjung baru, pihak Olivier sendiri membantah terjadi peningkatan permintaan, terutama pengunjung yang memesan kopi vietnam. Pramusaji juga menambahkan pernyataan tersebut dengan menatakan bahwa sebelum terjadinya kasus ini, kopi vietnam memang sudah banyak dipesan oleh para pengunjung.
Dari hasil pemeriksaan kepolisian, kopi ini mengandung semacam senyawa bernama sianida. Mengenai bentuk sianida yang ditemukan dalam kandungan kopi, pihaknya belum mengetahui hal itu secara pasti.
Senyawa berjenis sianida itu dalam hitungan detik bisa langsung berdifusi dengan jaringan sel-sel tubuh serta dapat memengaruhi frekuensi nafas dan gangguan aktivitas otot jantung yang dapat mengakibatkan kematian.
Apabila diperhatikan secara saksama, kebanyakan pengunjung Kafe Olivier memesan minuman yang sama dengan yang dipesan Mirna, yakni es kopi vietnam.
Kopi vietnam, baik yang disajikan dengan es maupun yang tidak, memang menjadi salah satu menu favorit di Kafe Olivier.
Minuman ini disebut menjadi minuman paling banyak dipesan pengunjung Kafe Olivier jauh sebelum adanya kasus Mirna terjadi.
Sekilas, kopi vietnam di Kafe Olivier tak memiliki perbedaan dengan kopi sejenis yang dijual di tempat-tempat lainnya.
Cara penyajiannya pun sama.
Saat pertama kali dihidangkan, gelas hanya diisi dengan susu kental manis. Kemudian, kopi dituang melalui alat yang lazim dikenal dengan istilah vietnam drip.
Alat ini berfungsi menyaring ampas kopi agar tidak masuk ke dalam gelas. Hanya dengan menunggu sekitar dua menit, cairan kopi sudah bercampur dengan susu.
Vietnam drip kemudian diambil kembali oleh pramusaji. Setelah diaduk, kopi pun siap untuk dinikmati. Di Kafe Olivier sendiri, kopi vietnam dijual dengan harga sekitar Rp 45.000.
Dapat disimpulkan, jika minuman kopi pun tetap menjadi candu meskipun sudah menyebabkan kematian seseorang, tidak akan menjadi minuman yang begitu menakutkan bagi masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar