Welcome to My World

Welcome to My World

Rabu, 02 Mei 2012

bogoshippo, Saranghaeyo Chagiya… (Aku merindukanmu, Aku mencintaimu sayangku…)


Cast :
Via
Cho Kyuhyun
Livia

*FF ini Terinspirasi dari MV Blind-trax.. Jadi kalo ad yg sama sedikit harap maklun ^^

Tik…Tok…Tik..Tok.. Aku terbangun oleh suara jam yang berdetik.  Jam 2 Dini hari. Aku sangat mengantuk tapi aku juga sangat haus sekali,  Ku turuni tangga di Dorm satu persatu, semua hyungku sudah pada tidur. Huft, mereka enak sekali sedangkan aku benar-benar sangat tersiksa dengan kejadian 6 bulan yang lalu. Sebuah Kejadian yang benar-benar membuatku tidak bisa memaafkan diriku sendiri atas kematiannya, Mianhe Chagi.  Aku mengambil sebuah gelas dan aku isi dengan air putih. Di saat aku tengah asyik minum air tiba-tiba terbesit ingatanku mengenai Kejadian masa lalu.

Aku terduduk di Sofa yang berada di dekatku. Aku rebahkan kepala ku diatas Sofa, Aku mendesah Pelan. Aku teringat dimana Kekasihku Meninggal. Argh, aku mulai mengacak-ngacak rambutku sendiri. Aku meletakkan kedua tanganku diatas pahaku. Kepalaku kini hanya berpangku pada kedua tanganku, sesekali aku mengacak-ngacak rambutku sendiri.   Apa yang harus aku lakukan ? kenapa aku menjadi seperti ini ? Aku pun segera pegi ke kamar untuk beristirahat. Aku pejamkan mataku dan aku pun masuk ke dalam dunia mimpiku.

~Back Song : Coagulation.~
chagaun neoui geu han madiga naui maeume dahge dwaesseul ddae
nae nundongjaen nado moreuneun chokchokhan iseul bangul

(Aku berada di sebuah jalan ramai sekali, penuh dengan mobil lalu lalang.. ku lihat kekasihku berada tepat di depanku, dia terus berjalan maju)


eodiseo eoddeohge jagguman maethineunji nado moreujyo
geunyeong naega mani apeun geotman alayo
ddeugeowotdeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo
mworago malhalji eoddeohge butjabeulji nado moreugetjana
eoddeohge nan eoddeohge hajyo

(Aku terus berteriak untuk menyuruhnya berhenti, aku tidak bisa maju untuk mengejarnya, Kaki ku seperti beku, sangat beku sekali. aku masih terus berusaha untuk menyuruhnya berhenti. Aku tidak ingin dia terluka, tapi percuma dia terus maju ke depan. sesekali dia menghadapku sambil mudur ke belakang dan tersenyum ke arahku)



eoddeohge dasin neol bolsu eobseumyeon nan eoddeohge
naeil achim nado moreuge jeonhwagie soni daheumyeon geureomyeon naneun eoddeohg
 useumyeo neoege joheun moseub namgigo sipeo neoreul bwatjiman
gyeolguken heulreo naeryeotji

(dia terus saja tersenyum ke arahku, aku tidak bisa membalasnya karena aku terlalu khawatir akan keselamatannya. Lalu dari kejauhan datanglah sebuah Truk. dia masih tersenyum, aku beteriak awas. dan kejadian tragis itu pun terjadi tepat di depan mataku. Aku melihat dia tertabrak oleh Truk dan banyak darah keluar dari kepalanya.)


“Via !!!” teriakku dan secara otomatis aku terbangun. Aku penuh keringat, aku melihat ke arah sekelilingku tidak ada apa-apa. Aku melihat ke arah jam dindingku.  jam 4 pagi. Aku sudah tidak bisa tidur lagi, mimpi tadi benar-benar semakin menambah bebanku. Aku ingin sekali meminta maaf padanya tapi apakah mungkin ? Aku mengambil sebuah bingkai foto.

Foto ku saat bersamanya di sebuah Taman. Aku tersenyum jika mengingat dan melihat foto serta kejadian itu. Waktu itu, dia masih aku rahasiakan sebagai kekasihku karena aku memang tidak mau dia terjadi apa-apa jika semua orang tahu bahwa dia adalah kekasihku, yang tahu hanyalah Agensi kami dan Semua Hyungku saja.

Foto itu aku foto disaat, kami berada di sebuah taman. Kami tengah asyik memakan Ice Cream. Aku Sengaja mencolek es krim itu ke pipinya. dia marah tapi juga jahil sepertiku. dia melakukan hal yang sama.  Aku peluk foto itu tepat di depan dadaku, aku berbaring di atas kasur. Aku mulai menyanyikan sebuah lagu kenangan kami.

~Back Song : Sarang In Ga Yo- Ost. Princess Hours~
eonjeyeossdeon geonji, gieoknajin manha
jakkoo nae meoriga, neoro eojireopdeon sijak

han doo beonssik, ddeo oreudeon saenggak
jakkoo neureogaseo, jogeum dang
hwangseureo woni maeum

byeoriri anil soo issdago,
sasohan maeumirago
naega naege jaggoo, (naege jaggoo)
mareul haneunge eoseakhan geol

*sarangingayo, geudae nawa,
gattamyeon sijakingayo,
mami jaggoo geudael, saranghandaeyo,
onsesangi deutdorok sorichineyo,
wae ijeya deulrijyo~~ ohh..,
seororeul mannagi wihae,
ijeya sarang chajassdago

jigeum nae maeumeul, seolmyeongharyeo haedo
niga naega dwieo, mameul neukkineun
bangbeop ppooninde

imi nan ni ane issneun geol
nae ane niga issdeusi
orin seoroege (seoroege),
imi gildeuryeo jinji molla

repeat *

saengakhae bomyeon (saengakhae bomyeon)
manheun soongan soke (ohh... yeah)
eolmana manheun (
yeah yeah) seolleim isseoneunji
jogeum neucheun geumankkeum na
deo jalhae joolkeyo oh...

hamkkehalkeyo, chooeoki dwil gieokman
seonmoolhalkkeyo, dasin nae gyeotteseo
tteonaji mayo, jjalpeun soonganjochado
booranhangeolyo, naege meomoolreojwoyo (ohh)
geudael ireohke manhi (ittorok manhi)
saranghago isseoyo (geudae hanaman) imi

Tanpa aku sadari aku meneteskan air mataku, aku berbalik menghadap foto itu lagi. “Bongoshippo.” ucapku sambil memegang wajah kekasihku di dalam foto itu, dan aku kembali memeluk foto itu. Lagu itu memang kenangan ku bersamanya, lagu itu pada awalnya dia memang sangat menyukainya. Karena aku sering mendengar lagu itu darinya lama-lama aku pun juga menyukai lagu itu. Lagu itu sangat enak sekali, tapi kenangan tentangnya masih tidak bisa hilang dari ingatanku.

Aku merasa sangat bersalah sekali padanya,  Beberapa minggu sebelum kejadian itu. Kami memang sempat bertengkar karena aku tidak punya waktu untuknya. Dia sangat marah sekali padaku. Ya, aku terima itu karena memang aku yang bersalah kepadanya.  Suatu hari di saat aku tengah syuting MV Blind-TRAX.  aku dipasangkan dengan Victoria, di saat itu ada beberapa wartawan yang datang untuk mewawancarai kami berdua.

“Nah Victoria kan sudah mempuyai kekasih, Cho Kyuhyun apakah kau sudah mempunyai seorang kekasih ?” Tanya salah seorang wartawan padaku. Aku sangat bingung sekali menjawab apa satu sisi aku sangat ingin menngakui bahwa dia adalah kekasihku. Tapi, di sisi lain aku takut jika terjadi sesuatu padanya setelah aku mengakui ini. apa yang harus aku lakukan. “ Ani.. aku tidak mempunyai seorang kekasih.” Ucapku dan di saat yang bersamaan, aku melihatnya menangis tepat di depan pintu ruanganku syuting.  dia sudah mendengar semuanya.  semua ucapanku. “Maaf ya sebentar aku ingin ke toilet.”  AKu pun berlari untuk mengejarnya, di saat aku keluar dari gedung itu aku melihat dia tertabrak oleh sebuah Truk. hatiku sakit dan hancur seketika. Orang yang aku cintai kini meninggal secara tragis tepat di depan mataku.

“Via !!!!!!!!!” aku berlari mengejarnya, aku memanggil namanya, aku tepuk kedua pipinya dengan pelan. aku tidak perduli meski tangan, baju dan celanaku mengenai darah segarnya yang terus-menerus keluar. Tidak ada jawaban, aku terus mencoba untuk membangunkannya tapi dia sudah tiada lagi. Aku menangis memeluknya dalam pelukanku.

6 Bulan setelah kejadian itu aku masih saja terus merasa bersalah padanya, aku sudah membuat dia sedih di saat hari terakhirnya.  Entah sampai kapan aku benar-benar bisa terlepas darinya. Terlepas juga dari rasa bersalah ini. JIka saja aku diberi kesempatan untuk bertemu dengannya aku ingin mengucapkan minta maaf dan aku juga ingin mengucapkan bahwa aku sangat merindukannya.

Tak terasa kini sudah pagi, aku bangun dan pergi untuk mandi karena jadwal kami sangat padat hari ini. Kami semua harus latihan untuk di acara Super Show 4. Aku benar-benar sangat tidak bersemangat untuk hari ini. “Teuk oppa..” Ucap salah seorang gadis yang memeluk Teukie Hyung di saat kami sedang berada di dalam Ruang latihan. Ya, dia itu adalah saudara kembar dari kekasihku Via.  Kembarannya itu bernama Livia, nama mereka memang tidak terlalu jauh berbeda hanya ada tambahan kata Li di depannya. Sejak kematian saudara kembarannya, Livia tidak menyalahkan ku atas kejadian itu karena dia menganggap ini sudah takdir.

Dan tak jarang juga kehadiran saudara kembarnya itu selalu mengingatkan ku pada kekasihku. Awalnya aku mengira Livia itu adalah kekasih Leeteuk Hyung karena mereka memang sangat dekat sekali, tapi ternyata aku salah mereka hanyalah seorang sahabat saja. Dan entah kenapa aku sedikit lega saat mendengar hal  itu. Sifatnya sangat berbeda dengan kekasihku, dia sangat tomboy dan kekasihku tentu saja sangat feminim.

“Kenapa kau memelukku secara tiba-tiba ? ada apa ?”  Leeteuk Hyung berbalik dan menghadap sejajar dengan gadis yang tengah duduk di sofa itu. 

“Ani, aku hanya ingin melihat kalian latihan saja kok oppa, boleh ?” Leeteuk mengganguk pelan, dia mengacak-ngacak rambut gadis yang ada di depannya, “Tentu saja boleh.”


“Oppa selalu saja mengacak-ngacak rambutku ini.”

“Haha habisnya kau lucu sih.” Ucap Teuk Hyung yang pergi untuk kembali latihan bersama kami, Aku tersenyum melihat Livia. Dia lucu saat sedang ngambek seperti tadi. Loh, kenapa aku jadi bicara seperti itu ya ? tidak… tidak Cho Kyuhyun ingat kau itu tidak boleh jatuh cinta pada saudara kembar kekasihmu sendiri. Kau itu harus setia pada Via meski dia sudah meninggal dunia.

“Dia memang selalu begitu kau haus.” Aku mencoba menawarkan sebotol air padanya. dia menerimanya dan berterima kasih padaku. Sudah lama kami semua dekat dengan Via dan Livia. Tak jarang kami semua dulu dan sekarang seperti seorang sahabat, atau kakak-adik. Tapi entah kenapa makin lama aku makin merasa ada sosok Via yang melekat kuat di dalam dirinya.

Pagi pun mejelang Sore, kami semua sudah selesai Latihan. “Wah.. wah Leeteuk Hyung kekasihmu tertidur pulas.” Goda Sungmin yang melihat Via tengah tertidur di Sofa.

“Dia bukan kekasihku, dia lebih seperti anak kecil. Hei bangun.” Kulihat Leeteuk membangunkannya dengan menepuk-nepuk kedua pipi yeoja itu. Dia seperti pasangan kekasih. Gadis itu terbangun, Pletakk. Sebuah jitakan kecil ku mendarat di keningnya, “Kalau mengantuk jangan tidur disini. Lagian siapa suruh kau ingin melihat kami latihan.”

“Andwee, sakit tahu kyuhyun oppa. Oh iya bolehkah oppa mengantarku pulang. aku ingin berbicara sesuatu pada oppa.” Aku terkejut atas permintannya yang begitu mendadak, sebenarnya apa yang dia ingin bicarakan padaku. Setelah pertanyaan itu dia ajukan, Leeteuk Hyung yang awalnya duduk berada di sampingnya kini pergi menjauh untuk mengambil handuk kecil. Terlihat jelas jika dia Jealous padaku. ya biarkan saja aku ingin tahu sampai kapan dia akan mengakui perasaannya itu. “Ne, mau sekarang. Oppa tidak ada acara lagi nih.”

Dia mengganguk sebagai jawabannya, Kami pun segera pergi meninggalkan semua orang termasuk Teuk Hyung, aku ingin dia cemburu padaku dan sesegera mungkin dia dapat mengakui perasaannya. Aku mengantarnya masuk ke dalam mobil Sport warna Silver milikku. “Kau ingin kemana ?”

“Antar pulang ke Apartementku saja oppa.” Selama di perjalanan kami terus-menerus berbicara, dan tertawa. Aku baru sadar dia benar-benar sangat asyik diajak berbicara, pantas saja Teukie Hyung betah sekali berdekatan dengannya. Aku yang memang sudah lama mengenalnya tapi aku baru merasakan begitu hangatnya dia. Hangat sehingga membuat orang lain betah jika berbicara padanya. Tak terasa kami pun sampai di Apartement Livia, dia mengajakku untuk masuk. “Oppa duduk saja dulu, aku ingin ke kamar sebentar.”

 Aku menuruti perkatannya, aku duduk di sebuah sofa putih. Ku lihat Apartement ini tidak beda jauh setelah Via meninggal. Mataku tertuju pada sebuah foto mereka berdua. Aku bangun dan mengambil foto itu. Ku pegang wajah Via yang tersenyum di dalam Foto itu, semakin lama aku semakin merasa bersalah jika aku terus menerus mengingat kejadian itu. “Bonggoshippo.” Ucapku sambil terus menatap foto itu.

“Ayo keluar Kyuvi.” Dia keluar sambil membawa sesuatu.

“Kyaa !!” Ucapku yang sontak langsung naik ke atas sofa. aku kaget melihat apa yang dia bawa, Dia membawa seekor anjing Siberian Husky, aku memang paling takut akan jenis anjing itu karena tatapannya itu seperti ingin memangsa orang, terutama aku. “Astaga oppa kau masih saja takut pada anjing ini, ayolah ini kan punya kekasihmu. nih jaga.” Dia melepaskan anjing itu, Aku terus kabur menghindarinya kini aku berdiri diatas sofa itu. Aku bukannya tidak mau menjaganya tapi aku geli melihatnya, Memang anjing itu aku yang membelikannya pada Via tetapi aku juga sangat anti jika menjaganya, aku tidak mau diterkam olehnya.

“Kau kan tahu aku paling tidak suka menjaga anjing jenis ini karena aku takut tatapannya yang tajam itu dan aku takut diterkam olehnya.”

Dia tertawa, “oppa.. oppa, kau itu parno sekali tenang saja dia tidak apa-apa kok. Turun oppa dari sofa itu, kau sungguh tidak sopan di rumahku.”

“Aku tidak mau sampai kau membawa anjing itu pergi dari hadapanku.”

“Ne, akan aku bawa tunggu sebentar oppa.” Ku lihat dia membawa anjing itu keluar dari Apartementnya, aku pun segera turun dari sofa. Aku kembali meletakkan foto itu ke tempat asalnya,  lalu handphone ku berdering, kenapa dia meneleponku ? “Wae ?”

“Oppa keluarlah dari apartementku, aku sudah selesai dengan urusanku. Aku Cuma ingin kasih liat anjing itu saja kok ke oppa so, segeralah pulang karena Teuk Hyung sudah marah2.”

“Jadi kau mengerjaiku ? aish, dasar kau ini ne.. aku akan segera pulang dan turun ke bawah.” Apa maksudnya itu ? dia suruh aku datang jauh-jauh dari Tempat latihan ke Apartementnya Cuma ingin memperlihatkan Anjing itu doank, benar-benar dia lama-lama ketularan Teuk Hyung.

“Segeralah pulang ok dah..” Aku tidak memperdulikan ucapannnya itu, dia segera pergi dan masuk kembali ke Dalam apartement, dan aku pun mulai masuk ke dalam Mobilku. Ku nyalakan mesin mobilku dan Guk.. guk.. “ Kyaa !! LIVIA !!!!!!!!” pekikku saat aku mengetahui ternyata dia memasukkan anjing itu ke dalam Mobilku, pantas saja dia langsung buru-buru menyuruhku untuk pulang ternyata dia mengerjaiku dengan cara memasukkan anjing ini.

Aish sekarang bagaimana caranya aku harus mengeluarkan anjing ini, Ku tatap anjing yang berada di Jok Belakang. Tunggu, ada sebuah kalung di lehernya. Kuberanikan diri untuk mengambil kalung itu. Kalung itu berbentuk hati dengan Tuiisan Kyuvi.  Aku tahu apa arti dari tulisan itu Kyuhyun-via. ternyata kalung itu masih terus dipakai oleh anjing ini.

Anjing itu melompat ke jok yang berada di sampingku, “hei mau apa kau.. hush.. hush..” AKu mencoba untuk mengusirnya tapi gagal, anjing itu mengambil sebuah kertas dan memberikannya padaku. “Apa ini ?” Ku coba untuk mengambil dan membacanya.

To : Cho Kyuhyun oppa…
Oppa, Kau tahu anjing ini sudah setahun kau berikan padaku. terkadang aku sedikit menyesal kenapa kau tidak pernah mengakui kepada masa bahwa aku ini adalah kekasihmu oppa… aku memang sudah tahu alasannya, tapi dari sisi ku tetap saja aku merasa tidak tenang. Ketika kau berikan anjing ini setahun yang lalu untukku sebagai hadiah ulangtahunku. Aku sangat senang sekali oppa tapi, kenapa kau tidak mau menjaganya untukku oppa..
Oppa mungkin kau percaya atau tidak, akhir-akhir ini aku terus merasa tidak tenang, aku terus berpikir jika hari kematianku sudah dekat. Mungkin aku memang tidak menderita penyakit apa pun oppa tapi aku bisa merasakannya. dan jika hal itu terjadi padaku, hanya 1 pintaku oppa. Jagalah anjing ini, rawatlah dia oppa. Anggap saja anjing ini adalah titipan terakhir dariku oppa..
Saat aku tahu kau adalah seorang artis aku sangat terkejut tapi aku tetap bertahan meski aku tahu apa yang akan aku alami jika semua orang tahu mengetahui status kita ini oppa…. Kyuhyun Oppa Jeongmal Saranghaeyo….  ^.< Cia you..

Aku menangis, saat membaca surat ini kenapa dia bisa berbicara seperti itu padaku, itu akan semakin membuat rasa bersalahku padanya semakin besar. Chagi, jeongmal mianhe.. waktu itu aku benar-benar tidak seharusnya mengucapkan kata-kata terkutuk itu. Lalu sebuah Sms pun masuk, aku membuka dan membaca isi sms itu.

From : Livia
Oppa aku yakin kau pasti sudah membaca surat itu kan oppa, aku memang sengaja. pada awalnya surat ini akan diberikan padamu tapi rasanya tidak jadi karena Via sudah pergi ke surga. Entah kau percaya atau tidak oppa, tapi dia pernah masuk ke dalam mimpiku dan berkata “Tolong jagalah anjing itu, rawatlah dia baik-baik dan dia juga bilang tolong lupakan dia.”

Lupakan Via ? aku tidak bisa melakukan hal itu, aku tidak mau melupakannya selamanya dia itu adalah kekasihku. Tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisinya di hatiku. Aku pun akhirnya mencoba untuk merawat anijng ini demi kekasihku, Via.  akan aku jaga anjing ini, Aku janji Via. 3 Bulan berlalu, aku dan Via sudah mulai dekat satu sama lain seperti biasa, Teuk hyung masih tidak mau mengakui bahwa dia menyukai Via tapi biarlah, entah kenapa aku merasa nyaman sekali saat berdekatan dengan Via.

Pada malam harinya, kami semua bersiap-siap karena acara Super Show akan segera mulai. Sebelum memulai aku meminta ijin kepada para Kru agar aku dapat menentukan lagu awal acara ini, Dan untungnya mereka memberikan ku ijin untuk itu. Pembukaan Acara Super Show 4 segera dimulai, setelah kami selesai memperkenalkan diri, aku pun menyanyikan sebuah lagu. sebelum menyanyikan lagu ini  aku sudah minta ijin terlebih dahulu pada pembuatnya.
~Back Song “Blind-TRAX”~

na ege meoril gidaego
mulkkeu reomi bara bo ado moreujyo
du pareul yeoreo bo imyeon
shiwon hada mal hamyeon seodo moreujyo
(Aku kini baru sadar bahwa aku terus-terus menyimpan rasa bersalah ini, tapi semakin lama aku merasa perasaan ini semakin hilang)

tumyeong han na ijiman
ni ape, seo it janha
ne, nuneun nal
neomeo chyeoda bol ppuniya

(Via apakah kau sudah memaafkanku di alam sana ? aku berharap aku bisa melihatmu sekali saja, biarpun Cuma sebentar. )

dan han beonman
han beonman nal chajabwa jebal
heuneukki myeon deo uk heuneu kkil surok
tumyeong haejyeo man ga neunde

(Aku melihat sebuah cahaya putih tepat berada di hadapanku, air mataku menetes. Dia muncul di hadapanku, dia sangat cantik.. aku merindukanmu via)

jugeul mankeum
ganjeol han nae gido ye kkeute
nae pume gajil su itge
ojik neomani chaja jundamyeon

(aku tidak bisa pergi kemana-mana aku hanya berdiri sambil menyanyikan lagu ini dan terus melihatnya mendekat ke arahku, senyumannya itu benar-benar sudah mengobati semua lukaku selama ini, dan keinginanku benar-benar terkabulkan)

hee ppunyeon gyeoul seori e
nae maeumeul geuryeo boyeo do moreujyo
heut ppurin bit bangul moa
nunmul daeshin heullyeo boa do moreujyo
(Kini dia tepat berada disampingku, aku tersemyum kepadanya dan aku mencoba menahan air mataku. dia menghapusnya dengan kedua tangannya, sentuhannya benar-benar hangat)

chaga un na ijiman
neol hyanghae, heureu janha
ne, monan nal
hangsang won mang hal ppuniya
(Dia mengajakku untuk maju ke tengah-tengah panggung, dan aku mengikutinya sambil terus menyanyikan lagu ini)

dan han beonman
han beonman nal chajabwa jebal
heuneukki myeon deo uk heuneu kkil surok
tumyeong haejyeo man ga neunde

(Dia mencium kedua pipiku dan berbisikan sesuatu di telingaku, “Saranghaeyo”)

jugeul mankeum
ganjeol han nae gido ye kkeute
nae pume gajil su itge
ojik neomani chaja jundamyeon

(Aku sangat senang sekali, aku tidak pernah mendengar kata2 itu setelah dia meninggal, aku merindukannya)

geumi ga be igo, nae shimjangi da kkae jigo
geochilge nari seon kkeute, Oh
jogak jogak nuseo jin
geuttaen nal boge dwel tende

(Dia kembali berkata “Aku sudah memaafkan mu oppa, aku harap kau bisa mencari yang lebih baik daripadaku.” biarkan aku tenang disana dengan melihatmu disana.)

anbo ini
ireohke neol sarang ha janha
hangu seoge nameun neoye jimun do
jidokhi aro saegin chae

(Aku terdiam tanpa kata, air mataku sudah tidak bisa tertahan lagi. dia kini memelukku dari belakang dengan sangat erat sekali)

jugeul mankeum
kka manhge meong deun gaseum sogeul
kkeo nae da boyeo jwot neunde
geujeo chang bakki, chilheuk gat dan neo

(aku berkata dalam hati “Tuhan jangan biarkan waktu ini berlalu, biarkan aku terus dapat merasakan kehangatan pelukan ini untuk selamanya” dia pun melepaskannya dan pergi menghilang dari hadapanku.)


anbo ini
geujeo chang bakki, chilheuk gat dan neo
hayeom eobshi, geujeo chang bakkman
bara boneun neo

( aku bersujud sambil menangis, dan terus menyanyikan lagu ini hingga habis.)

Dalam lampu padam, aku segera kembali ke dalam ruang ganti. Semua member hanya bisa memberiku semangat karena mereka tahu apa yang aku tangisi. Sekarang semua bebanku sudah hilang, semuanya sudah terobati tadi walaupun Cuma sesaat. “ckck dasar cengeng, nih hapus air matamu. Kyaa!!” Aku dan Livia terpeleset sehingga kami jatuh tepat di sofa, wajah kami saling memandang satu sama lain. jantungku berdebar sangat kencang sekali sama saat seperti aku mengenal Via, saudara kembarnya. “Via, sepertinya aku sudah menemukan penggantimu, dan walaupun kini harus bersaing dengan Leeteuk hyung. yang sepertinya juga menyukai Livia”

~THE END~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar