Hujan untuk kesekian kalinya mulai turun jatuh ke permukaan bumi ini,
mengingatkan ku pada kejadian dimana saat aku sedang berada di dalam
sebuah club pada tahun 2008. Kejadian yang membuatku berpikir jika semua
gadis hanya ingin mengejar kekayaan dari sang pria superstar sepertiku.
Semua gadis hanyalah terlahir untuk menipu laki-laki dan mempermainkan
mereka. 4 Tahun yang lalu aku berpacaran
dengan seorang gadis sederhana, aku menyukai gadis itu karena kebaikan
dan ketulusan hatinya. Tapi semua itu sirna dalam sekejap, di malam
gelap nan tak berujung itu.
~Flashback~
Ketika aku
ingin menemuinya di rumah kecil nan sederhana itu, aku melihat dia
keluar dengan baju yang hmmh cukup seksi. Jujur baru pertama kali aku
melihatnya begitu, ada apa dengannya ? kenapa dia memakai baju seperti
itu dan mau kemana dia pada malam-malam begini. Aku mencoba untuk
mengikutinya, hingga aku mendapatkan dia mendatangi sebuah club malam.
Betapa terkejutnya aku saat melihat hal itu, ternyata dia bukanlah
gadis baik-baik tapi hanya di depannya saja begitu. Aku penasaran apa
yang dia lakukan, maka dari itu aku mengikutinya. Saat aku masuk ke
dalam dia menari di atas lantai bersama dengan beberapa pria hidung
belang, bahkan dia rela badannya disentuh oleh mereka. Seketika itu
hatiku langsung hancur melihatnya, ternyata semua gadis itu sama saja.
Aku menghampirinya, "Sedang apa kau disini ?"
"Aku.. kau bisa liat sendiri apa yang aku lakukan." aku sangat kesal
sekali akan apa yang dia perbuat, aku lalu menamparnya meskipun itu di
depan umum aku tidak perduli. "O..oppa..." dia mulai menatapku dan
bulir-bulir air matanya keluar dari mata indah berwarna cokelat itu.
"Kau jangan memanggilku oppa lagi, aku tidak sudi dipanggil oppa oleh
perempuan sepertimu." aku menahan kekesalan ku padanya dengan
mengepalakn kedua tanganku. pria yg ad di sampingnya itu mulai
merangkulnya dan memeluk pinggangnya, aku langsung melampiaskan amarahku
pada pria itu, aku memukulnya hingga dia terjatuh. "Kau mau apa ha ?
kau mau uang ? berapa akan aku berikan asalkan berikan tubuhmu itu
padaku malam ini juga."
Dia menamparku, "Aku bukanlah perempuan
seperti yang kau pikirkan ingat itu !!" dia pun pergi meninggalkan ku
sendirian. ~Flashback End~
Sejak kejadian itu aku sudah tidak ingin bertemu dengan gadis itu lagi,
aku juga tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Tapi jujur hatiku
masih mencintainya, meskipun itu sedikit. "Hyung-ah, sudah berapa lama
kau terus memandang ke arah hujan ?" Aku terdiam tidak menjawab pertanyaan dari dongsaeng penggila game itu.
Now i have completely erased you..
but when the rain falls again
the memories of you that i have kept hidden for so long
come back to look for you again....
Aku sungguh berharap gadis itu akan datang menemuiku dan meminta maaf
padaku, ternyata tidak sama sekali hanya aku saja yang terlalu berharap
padanya. air hujan turun untuk memberikan sebuah kesukacitaan bagi
seseorang, menurut cerita anak-anak, jika ada seorang dewi menangis maka
air mata itulah yang menjadi hujan di muka bumi ini.
Tapi
malam ini, sepertinya hanya aku saja yang menangis. menangis karena
merindukannya, menangis karena sampai sekarang aku tidak tahu kenapa dia
bisa berbuat seperti itu, dan menangis karena aku ingin kembali ke
dalam pelukannya.
Ah tidak.. tidak, aku tidak boleh cengeng seperti ini Kim Heechul kau
harus tabah. kau bukan anak kecil lagi, kau bukan pria cengeng, ketika
ada besi saja di kakimu, kau bisa bertahan jangankan luka kecil di hati
ini menggangu semua konsentrasimu jangan sampai. "Hyung, ayo makan
dulu." Ryeoko mencoba untuk memanggilku, aku mengiyakan dari arah
kamarku. Aku segera turun ke lantai bawah, ternyata mereka semua sudah mulai berkumpul disana.
aku tidak ingin mengingat perempuan aneh itu, aku pasti bisa
melupakannya meskipun itu sangat susah. "Kau sudah tidak bertemu
dengannya ?" Tanya Kyuhyun to the point padaku, Leeteuk mulai menjitak
kepalanya itu, "Sudah aku bilang berapa kali jangan membahas itu di
depannnya."
Kyuhyun hanya cekikikan, "Maafkan aku hyung teukie, aku kan cuma ingin tahu saja."
"Sudah, aku juga tidak ingin menemui gadis itu lagi kok." tapi aku
masih penasaran apakah dia masih tinggal disana ya ? apakah aku bisa
menemui dia lagi, setelah apa yang aku lakukan padanya waktu itu ?
apakah dia masih bekerja di tempat menjijikan itu ?
@@@@@@@@
Pagi-pagi buta aku memberanikan diri untuk menemuinya di rumah kecil itu, aku mulai mengetok pintu..
3 menit... masih tidak ada jawaban sama sekali akhirnya aku mencoba untuk menunggunya di luar..
30 menit...
1 jam...
2 jam...
Kenapa dia masih belum keluar juga ? apa yang dia lakukan ? lalu aku
liat ada seorang bibi, aku pun menghampirinya "Maaf, apakah xxxx
(namamu) ada di dalam rumahnya ?"
"Xxxx (namamu) ? apakah anda masih belum tahu ?"
"Apa ?"
"Dia sudah meninggal tahun lalu karena dibunuh oleh beberapa rentenir."
"Mwoya !!!"
Hatiku hancur seketika, saat mendengar dia meninggal dibunuh, bagaimana bisa ?
"Kau itu siapa ?"
"Aku ?? aku temannya.."
"Sepertinya kau tidak begitu kenal dengan xxx (namamu), mari kau ikut
denganku akan aku ceritakan semuanya padaku." AKu mengganguk pelan dan
mengikuti bibi tua itu, jujur sampai sekarang aku masih belum mengerti
akan semua ini. semuanya terlalu mendadak bagiku.
Aku mulai duduk di rumah bibi itu, dan bibi itu mulai bercerita. "Dulu
xxxx (namamu) mempunyai kekasih bernama Kim heechul." Jelas saja jika
bibi itu tidak mengenalku, karena aku datang dengan memkai topi,
kacamata hitam dan sebuah masker. aku tidak ingin semua orang tahu jika
aku adalah Kim Heechul.
"Mereka saling mencintai, tapi beberapa
tahun yang lalu kim Heechul memergoki xxx (namamu) sedang asyik
berdansa di sebuah club malam, mungkin pria itu menggangap xxx (namamu)
adalah perempuan murahan tapi sebenarnya tidak sama sekali, xxx (namamu)
tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya pada siapapun termasuk
kim heechul, mantan kekasihnya itu. Dia hanya bercerita padaku krn dia
sudah menanggap aku ini ibunya."
Aku mulai terlarut akan cerita
dari bibi itu, dan benar yg di katannya selama aku berpacaran dengannya
dia juga tidak pernah menceritakan kehidupannya padaku, dan itu sangat
membuatku pensaran akan hal itu. "Sejak kecil dia itu adalah anak dari
hasil kesalahan kedua orang tuanya."
"maksud bibi ? anak haram ?"
"ya sepert itulah, dia sangat hancur karena sama sekali tidak dianggap oleh kedua orang tuanya."
Aku sedikit terkejut akan hal itu, "Sejak kecil dia selalu bekerja
keras, ada banyak orang-orang di sekitar sini yang mengejeknya karena
dia adalah anak yang tidak dibutuhkan oleh kedua orang tuanya. Memasuki
masa SMP dan SMA kehidupannya semakin hancur, dia sering diejek di
sekolahan tapi nilai ujiannya sangat bagus sekali."
"xxxx (namamu), aku tidak menyangka kau bisa mengalami hal itu." ujarku dalam hati.
"Saat dia bertemu dengan kim heechul, mereka memang sering sekali
bertengkar. tapi xxx (namamu) pernah berkata padaku ada seseorang namja
yang baru kali ini dia temui itu sangat aneh dan keras kepala."
"Seenaknya saja kau bilang aku aneh T.T " ucapku kembali di dalam hati.
"mereka sering sekali bertemu dan sering sekali bertengkar, itu lah
yang dia inginkan. mempunyai seseorang yang bisa dia ajak berdebat
karena selama hidupnya tidak ada orang yang mau mendekatinya karena dia
itu anak yg tdk dinginkan. Ketika laki-laki itu menyatakan cinta
padanya, dia pernah meminta waktu untuk berpikir."
"ya itu benar." (dlm hati)
"Bukannya dia mau menolak tapi dia bilang jika dia tidak pantas untuk
laki-laki itu, dan dia tidak berani mengatakan jika dia itu adalah anak
haram, karena dia takut kau dan keluargamu tidak akan menerimanya."
"Apakah benar yg di katakan bibi ini ?" (dlm hati)
"Tapi rasa
cintanya begitu besar pada laki-laki itu, akhirnya dia menerima
cintanya. cukup berjalan lancar pada awalnya, hingga dia mulai mendapat
sebuah surat dimana orang tuanya memberikan warisan pada xxx (namamu),
bukan harta atau apapun tetapi sebuah utang berjumlah 10 juta won."
"Kenapa kau tidak pernah memberitahuku akan hal itu, setidaknya aku punya uang sebesar itu." (dlm hati)
"Dia sangat sakit hati, orang tuanya tidak mau mengakuinya sebagai anak
dan sekarang dia juga harus membayar hutang orang tuanya itu dengan
pekerjaannya sebagai pelayan kafe. Kekasihnya itu memang orang kaya,
artis papan atas pula. Tapi ya itulah, hati baiknya itu selalu membuatku
merasa iba padanya.
Dia tidak ingin membebani kekasihnya
dengan hutang sebesar itu, sudah cukup baginya sang pria selalu
menemaninya setiap waktu. makin hari rentenir itu makin datang dan
selalu membuat ulah disini, tak jarang dia selalu kena pukul dari para
rentenir itu."
"Astaga xxx (namamu) aku tidak tahu kau ad masalah sebesar itu, pandai sekali kau menyembunyikannya padaku." (dlm hati)
"hutangnya semakin menumpuk dengan ditambah bunga, maka dari itu tidak
ada cara lain kecuali dia harus bekerja di club, dia memang harus kerja
disitu krn sudah tidak ad tempat lagi untuk bekerja. aku dengar dengan
menjadi pelayan di sana uangnya banyak, maka dari itu dia memberanikan
diri untuk bekerja disana krn hanya itu satu2nya jalan. Pda suatu malam,
dia tahu ada kekasihnya di dalam mobil, menunggunya di luar.
aku menyuruhnya untuk menemui kekasihnya itu, tapi menurutnya tidak
mungkin mereka melanjutkan hubungan ini lagi, pasti kekasihnya tidak mau
menangung malu krn punya yeoja chingu pelayan club. dia berkata padaku
apapun yg terjadi pada mereka aku harap jgn bicarakan itu, tapi krn dia
sudah meninggal mau bagaimana lagi sekarang.
Dia ingin
laki-laki itu berpikir dia bukan yeoja baik, makanya saat di Club xxx
(namamu) sengaja mendekati pria hidung belang agar pria itu segera
memutuskannya."
"Dasar bodoh..." (dlm hati)
"Dan itu berhasil pria itu sgt
marah, memang xxx (namamu) sangat sakit hati tapi setidaknya laki-laki
itu tidak terlibat jauh ke dalam kehidupannya. Batas terakhir pembayaran
hutang xxx (namamu) ad sehari setelah dia memutuskan laki-laki itu, dia
tidak mempunyai uang sama sekali untuk membayarnya.
Pada malam harinya, aku sempat
mencegah agar para rentenir itu untuk memaafkannya dan memberikannya
sedikit waktu namun sia-sia saja. aku di dorong keluar oleh anak
buahnya, dan mereka mengunci pintu itu entah apa yg terjadi hingga aku
mendengar sebuah bunyi tembakan yg sgt keras sekali.
Para anak
buah rentenir itu keluar dan pergi, aku mendapatkan xxx (namamu)
bersimbah darah, dan saat itu juga nyawanya sudah tidak ada." Bibi tiu
mulai menangis, aku pun sama tapi aku tahan, "Bibi tahu ada dimana
rentenir itu berada ?" aku harus membalaskan dendamku pada mereka, nyawa
harus dibayar dengan nyawa.
Bibi itu memberitahu ada dimana
para rentenir itu sekarang, aku pun pamit dan pergi. dalam mobil aku
mulai menelepon seseorang untuk membantuku, aku ingin para rentenir itu
harus merasakan sakit hati xx (namamu), masuk penjara pun aku tidak
masalah. aku tidak perduli lagi akan hal itu.
Begitu sampainya
aku di depan rumah para rentenir itu, para teman-teman preman ku pun
mulai tiba di depan. kami semua masuk dengan menendang pintu masuknya,
"Siapa kau ?" tanya anak buah rentenir itu.
"Ada dimana boss kalian... ADA DIMANA !!!!!"
"Aku, siapa kau sebenarnya ?"
"kau tidak perlu tahu aku ini
siapa, gara-gara kau xxx (namamu) meninggal !!!" aku mulai memegang
kerah bajunya dengan kuat, para anak buahnya pun tidak berkutik karena
aku menyewa para preman yg sangat banyak sekali.
"Siapa kau ? dan apa hubunganmu dengannya ?"
"KAU TIDAK PERLU TAHU AKU INI SIAPA, kalian cepat telepon polisi."
"Baik boss" (anak buahku 1)
"Mau apa kau ha ?"
"Aku mau apa ? aku ingin membunuhmu." aku langsung menonjok mukanya itu
hingga dia bersimbah darah di sekitar bibirnya, aku masih belum puas.
(bayangin aj kalo heechul marah2 gimana hehe^^) . aku mulai mengambil
pemukul baseball dan aku terus memukuli kepalanya itu, anak buah ku pun
mulai bertengkar dengannya. ah sial badannya itu besar sekali sih.
"Haha sekarang kau tidak bisa melakukan apa pun anak kecil, siapa kau
yang sebenarnya." damn, aku terjebak untungnya para polisi datang dan
segera menangkapnya, aku pun juga kena karena hal itu. setidaknya pria
itu harus dipenjara seumur hidup.
@@@@@
Bug !! sebuah
pukulan dari manajer menimpa mukaku, "Kau itu bagaimana sih ha ? memukul
orang sampai berdarah-darah, sekarang kau itu sudah terjerat hukum Kim
Heechul dan nama SUper Junior mulai rusak karenamu !!!"
Aku
hanya terdiam, "aku harus segera mengurus wajib militermu agar kau
menyesali perbuatan ini," Manajer kami pun keluar dengan membanting
pintu Dorm.
Beberapa hari kemudian untunglah pihak polisi tidak menahanku karena
tidak ada bukti jika aku yang memukul boss rentenir itu tentu saja sidik
jariku tidak ada di tongkat baseball krn aku memakai sarung tangan, dan
di saat ini jg aku pun mulai pergi untuk wamil, biar pun aku harus
melakukan pekerjaan yg blm tentu aku sukai setidaknya aku merasa lega
krn amarahku terbalaskan, xxx (namamu) aku rindu sekali padamu. kapan kah kita bisa bertemu.
1 bulan...
2 bulan..
3 bulan...
sudah nayris 3 bulan, aku menjalankan wamil ini, hari pun kembali turun
hujan aku berada di taman belakang tempat aku wajib militer, aku
terduduk berharap hujan ini membawaku padanya.
aku berjalan
berkeliling taman itu dalam keadaan kehujanan, aku tertidur di atas
tanah merasakan tetesan air hujan ini, aku sungguh menyesal akan
kelakuan ku beberapa tahun itu padanya, andai saja aku tidak terlalu
emosian pasti semua ini tidak akan terjadi padanya. "MAAFKAN AKU XXX
(namamu) !!!!" Aku berteriak sambil menangis meskipun tidak terlalu
kelihatan.
aku memadang sedikit hujan yg turun itu, aku melihat
xxx (namamu) di atasku dia tampak tersenyum, aku terbangun tapi
bayangan itu sudah tidak ada lagi. aku ingin memuimu sekali saja, aku
mohon. aku terduduk memegang lututku, aku kedinginan, tapi aku merasakan
sebuah kehangatan yg memelukku dari belakang, "Saranghae..."
suara itu terdengar jelas tapi aku tidak bisa melihatnya, "Xxx (namamu)
ada dimana kau ? tunjukkan wujudmu aku sangat merindukanmu.."
Tidak ada suara...
"Jika kau tidak mau menampakan wujudmu, maka beritahu aku apakah kau
memaafkanku jika iya buatlah hujan ini berhenti." Teriakku.
Hujan pun berhenti seketika. dia memaafkan aku.. aku sangat senang
sekali meskipun aku tidak bisa melihatnya lagi, hatiku sangat lega akan
hal itu. "Jika kau mencintaiku, maka buatlah hujan ini semakin deras."
Hujan turun lagi dan semakin keras, aku merentangakna kedua tanganku
merasakan tetesan demi tetesan air di sekujur tubuhku, saat itu juga aku
merasakan sebuah pelukan yg sgt hangat di belakangku, aku yakin itu
dia. tapi aku biarkan saja, aku ingin terus merasakan pelukan ini, " AKU
MENCINTAIMU..XXX (Namamu), AKU SANGAT MENCINTAIMU !!!!!!"
On
rainy Days, adalah lagu yang aku ciptakan kepada para Dongsaengku di
Beast. lagu ini akan selalu mengingatkan ku pada kejadian malam hujan
saat itu, dan lagu ini aku persembahkan untukmu xxx (namamu), Jeongmal
saranghae...
~THE END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar