Welcome to My World

Welcome to My World

Sabtu, 05 Mei 2012

Mini FF "On Rainy Days"

Hujan untuk kesekian kalinya mulai turun jatuh ke permukaan bumi ini, mengingatkan ku pada kejadian dimana saat aku sedang berada di dalam sebuah club pada tahun 2008. Kejadian yang membuatku berpikir jika semua gadis hanya ingin mengejar kekayaan dari sang pria superstar sepertiku. Semua gadis hanyalah terlahir untuk menipu laki-laki dan mempermainkan mereka. 4 Tahun yang lalu aku berpacaran dengan seorang gadis sederhana, aku menyukai gadis itu karena kebaikan dan ketulusan hatinya. Tapi semua itu sirna dalam sekejap, di malam gelap nan tak berujung itu.

~Flashback~

Ketika aku ingin menemuinya di rumah kecil nan sederhana itu, aku melihat dia keluar dengan baju yang hmmh cukup seksi. Jujur baru pertama kali aku melihatnya begitu, ada apa dengannya ? kenapa dia memakai baju seperti itu dan mau kemana dia pada malam-malam begini. Aku mencoba untuk mengikutinya, hingga aku mendapatkan dia mendatangi sebuah club malam.

Betapa terkejutnya aku saat melihat hal itu, ternyata dia bukanlah gadis baik-baik tapi hanya di depannya saja begitu. Aku penasaran apa yang dia lakukan, maka dari itu aku mengikutinya. Saat aku masuk ke dalam dia menari di atas lantai bersama dengan beberapa pria hidung belang, bahkan dia rela badannya disentuh oleh mereka. Seketika itu hatiku langsung hancur melihatnya, ternyata semua gadis itu sama saja.

Aku menghampirinya, "Sedang apa kau disini ?"

"Aku.. kau bisa liat sendiri apa yang aku lakukan." aku sangat kesal sekali akan apa yang dia perbuat, aku lalu menamparnya meskipun itu di depan umum aku tidak perduli. "O..oppa..." dia mulai menatapku dan bulir-bulir air matanya keluar dari mata indah berwarna cokelat itu.

"Kau jangan memanggilku oppa lagi, aku tidak sudi dipanggil oppa oleh perempuan sepertimu." aku menahan kekesalan ku padanya dengan mengepalakn kedua tanganku. pria yg ad di sampingnya itu mulai merangkulnya dan memeluk pinggangnya, aku langsung melampiaskan amarahku pada pria itu, aku memukulnya hingga dia terjatuh. "Kau mau apa ha ? kau mau uang ? berapa akan aku berikan asalkan berikan tubuhmu itu padaku malam ini juga."

Dia menamparku, "Aku bukanlah perempuan seperti yang kau pikirkan ingat itu !!" dia pun pergi meninggalkan ku sendirian. ~Flashback End~


 Sejak kejadian itu aku sudah tidak ingin bertemu dengan gadis itu lagi, aku juga tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Tapi jujur hatiku masih mencintainya, meskipun itu sedikit. "Hyung-ah, sudah berapa lama kau terus memandang ke arah hujan ?" Aku terdiam tidak menjawab pertanyaan dari dongsaeng penggila game itu.

Now i have completely erased you..
but when the rain falls again
the memories of you that i have kept hidden for so long
come back to look for you again....

Aku sungguh berharap gadis itu akan datang menemuiku dan meminta maaf padaku, ternyata tidak sama sekali hanya aku saja yang terlalu berharap padanya. air hujan turun untuk memberikan sebuah kesukacitaan bagi seseorang, menurut cerita anak-anak, jika ada seorang dewi menangis maka air mata itulah yang menjadi hujan di muka bumi ini.

Tapi malam ini, sepertinya hanya aku saja yang menangis. menangis karena merindukannya, menangis karena sampai sekarang aku tidak tahu kenapa dia bisa berbuat seperti itu, dan menangis karena aku ingin kembali ke dalam pelukannya.



Ah tidak.. tidak, aku tidak boleh cengeng seperti ini Kim Heechul kau harus tabah. kau bukan anak kecil lagi, kau bukan pria cengeng, ketika ada besi saja di kakimu, kau bisa bertahan jangankan luka kecil di hati ini menggangu semua konsentrasimu jangan sampai. "Hyung, ayo makan dulu." Ryeoko mencoba untuk memanggilku, aku mengiyakan dari arah kamarku. Aku segera turun ke lantai bawah, ternyata mereka semua sudah mulai berkumpul disana.

aku tidak ingin mengingat perempuan aneh itu, aku pasti bisa melupakannya meskipun itu sangat susah. "Kau sudah tidak bertemu dengannya ?" Tanya Kyuhyun to the point padaku, Leeteuk mulai menjitak kepalanya itu, "Sudah aku bilang berapa kali jangan membahas itu di depannnya."

Kyuhyun hanya cekikikan, "Maafkan aku hyung teukie, aku kan cuma ingin tahu saja."

"Sudah, aku juga tidak ingin menemui gadis itu lagi kok." tapi aku masih penasaran apakah dia masih tinggal disana ya ? apakah aku bisa menemui dia lagi, setelah apa yang aku lakukan padanya waktu itu ? apakah dia masih bekerja di tempat menjijikan itu ?

@@@@@@@@

Pagi-pagi buta aku memberanikan diri untuk menemuinya di rumah kecil itu, aku mulai mengetok pintu..

3 menit... masih tidak ada jawaban sama sekali akhirnya aku mencoba untuk menunggunya di luar..

30 menit...

1 jam...

2 jam...

Kenapa dia masih belum keluar juga ? apa yang dia lakukan ? lalu aku liat ada seorang bibi, aku pun menghampirinya "Maaf, apakah xxxx (namamu) ada di dalam rumahnya ?"

"Xxxx (namamu) ? apakah anda masih belum tahu ?"

"Apa ?"

"Dia sudah meninggal tahun lalu karena dibunuh oleh beberapa rentenir."

"Mwoya !!!"


 Hatiku hancur seketika, saat mendengar dia meninggal dibunuh, bagaimana bisa ?

"Kau itu siapa ?"

"Aku ?? aku temannya.."

"Sepertinya kau tidak begitu kenal dengan xxx (namamu), mari kau ikut denganku akan aku ceritakan semuanya padaku." AKu mengganguk pelan dan mengikuti bibi tua itu, jujur sampai sekarang aku masih belum mengerti akan semua ini. semuanya terlalu mendadak bagiku.

Aku mulai duduk di rumah bibi itu, dan bibi itu mulai bercerita. "Dulu xxxx (namamu) mempunyai kekasih bernama Kim heechul." Jelas saja jika bibi itu tidak mengenalku, karena aku datang dengan memkai topi, kacamata hitam dan sebuah masker. aku tidak ingin semua orang tahu jika aku adalah Kim Heechul.

"Mereka saling mencintai, tapi beberapa tahun yang lalu kim Heechul memergoki xxx (namamu) sedang asyik berdansa di sebuah club malam, mungkin pria itu menggangap xxx (namamu) adalah perempuan murahan tapi sebenarnya tidak sama sekali, xxx (namamu) tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya pada siapapun termasuk kim heechul, mantan kekasihnya itu. Dia hanya bercerita padaku krn dia sudah menanggap aku ini ibunya."

Aku mulai terlarut akan cerita dari bibi itu, dan benar yg di katannya selama aku berpacaran dengannya dia juga tidak pernah menceritakan kehidupannya padaku, dan itu sangat membuatku pensaran akan hal itu. "Sejak kecil dia itu adalah anak dari hasil kesalahan kedua orang tuanya."

"maksud bibi ? anak haram ?"

"ya sepert itulah, dia sangat hancur karena sama sekali tidak dianggap oleh kedua orang tuanya."



Aku sedikit terkejut akan hal itu, "Sejak kecil dia selalu bekerja keras, ada banyak orang-orang di sekitar sini yang mengejeknya karena dia adalah anak yang tidak dibutuhkan oleh kedua orang tuanya. Memasuki masa SMP dan SMA kehidupannya semakin hancur, dia sering diejek di sekolahan tapi nilai ujiannya sangat bagus sekali."

"xxxx (namamu), aku tidak menyangka kau bisa mengalami hal itu." ujarku dalam hati.

"Saat dia bertemu dengan kim heechul, mereka memang sering sekali bertengkar. tapi xxx (namamu) pernah berkata padaku ada seseorang namja yang baru kali ini dia temui itu sangat aneh dan keras kepala."

"Seenaknya saja kau bilang aku aneh T.T " ucapku kembali di dalam hati.

"mereka sering sekali bertemu dan sering sekali bertengkar, itu lah yang dia inginkan. mempunyai seseorang yang bisa dia ajak berdebat karena selama hidupnya tidak ada orang yang mau mendekatinya karena dia itu anak yg tdk dinginkan. Ketika laki-laki itu menyatakan cinta padanya, dia pernah meminta waktu untuk berpikir."

"ya itu benar." (dlm hati)

"Bukannya dia mau menolak tapi dia bilang jika dia tidak pantas untuk laki-laki itu, dan dia tidak berani mengatakan jika dia itu adalah anak haram, karena dia takut kau dan keluargamu tidak akan menerimanya."


 "Apakah benar yg di katakan bibi ini ?" (dlm hati)

"Tapi rasa cintanya begitu besar pada laki-laki itu, akhirnya dia menerima cintanya. cukup berjalan lancar pada awalnya, hingga dia mulai mendapat sebuah surat dimana orang tuanya memberikan warisan pada xxx (namamu), bukan harta atau apapun tetapi sebuah utang berjumlah 10 juta won."

"Kenapa kau tidak pernah memberitahuku akan hal itu, setidaknya aku punya uang sebesar itu." (dlm hati)

"Dia sangat sakit hati, orang tuanya tidak mau mengakuinya sebagai anak dan sekarang dia juga harus membayar hutang orang tuanya itu dengan pekerjaannya sebagai pelayan kafe. Kekasihnya itu memang orang kaya, artis papan atas pula. Tapi ya itulah, hati baiknya itu selalu membuatku merasa iba padanya.

Dia tidak ingin membebani kekasihnya dengan hutang sebesar itu, sudah cukup baginya sang pria selalu menemaninya setiap waktu. makin hari rentenir itu makin datang dan selalu membuat ulah disini, tak jarang dia selalu kena pukul dari para rentenir itu."

"Astaga xxx (namamu) aku tidak tahu kau ad masalah sebesar itu, pandai sekali kau menyembunyikannya padaku." (dlm hati)

"hutangnya semakin menumpuk dengan ditambah bunga, maka dari itu tidak ada cara lain kecuali dia harus bekerja di club, dia memang harus kerja disitu krn sudah tidak ad tempat lagi untuk bekerja. aku dengar dengan menjadi pelayan di sana uangnya banyak, maka dari itu dia memberanikan diri untuk bekerja disana krn hanya itu satu2nya jalan. Pda suatu malam, dia tahu ada kekasihnya di dalam mobil, menunggunya di luar.

aku menyuruhnya untuk menemui kekasihnya itu, tapi menurutnya tidak mungkin mereka melanjutkan hubungan ini lagi, pasti kekasihnya tidak mau menangung malu krn punya yeoja chingu pelayan club. dia berkata padaku apapun yg terjadi pada mereka aku harap jgn bicarakan itu, tapi krn dia sudah meninggal mau bagaimana lagi sekarang.

Dia ingin laki-laki itu berpikir dia bukan yeoja baik, makanya saat di Club xxx (namamu) sengaja mendekati pria hidung belang agar pria itu segera memutuskannya."


 "Dasar bodoh..." (dlm hati)

"Dan itu berhasil pria itu sgt marah, memang xxx (namamu) sangat sakit hati tapi setidaknya laki-laki itu tidak terlibat jauh ke dalam kehidupannya. Batas terakhir pembayaran hutang xxx (namamu) ad sehari setelah dia memutuskan laki-laki itu, dia tidak mempunyai uang sama sekali untuk membayarnya.

Pada malam harinya, aku sempat mencegah agar para rentenir itu untuk memaafkannya dan memberikannya sedikit waktu namun sia-sia saja. aku di dorong keluar oleh anak buahnya, dan mereka mengunci pintu itu entah apa yg terjadi hingga aku mendengar sebuah bunyi tembakan yg sgt keras sekali.

Para anak buah rentenir itu keluar dan pergi, aku mendapatkan xxx (namamu) bersimbah darah, dan saat itu juga nyawanya sudah tidak ada." Bibi tiu mulai menangis, aku pun sama tapi aku tahan, "Bibi tahu ada dimana rentenir itu berada ?" aku harus membalaskan dendamku pada mereka, nyawa harus dibayar dengan nyawa.

Bibi itu memberitahu ada dimana para rentenir itu sekarang, aku pun pamit dan pergi. dalam mobil aku mulai menelepon seseorang untuk membantuku, aku ingin para rentenir itu harus merasakan sakit hati xx (namamu), masuk penjara pun aku tidak masalah. aku tidak perduli lagi akan hal itu.

Begitu sampainya aku di depan rumah para rentenir itu, para teman-teman preman ku pun mulai tiba di depan. kami semua masuk dengan menendang pintu masuknya, "Siapa kau ?" tanya anak buah rentenir itu.

"Ada dimana boss kalian... ADA DIMANA !!!!!"


 "Aku, siapa kau sebenarnya ?"

"kau tidak perlu tahu aku ini siapa, gara-gara kau xxx (namamu) meninggal !!!" aku mulai memegang kerah bajunya dengan kuat, para anak buahnya pun tidak berkutik karena aku menyewa para preman yg sangat banyak sekali.

"Siapa kau ? dan apa hubunganmu dengannya ?"

"KAU TIDAK PERLU TAHU AKU INI SIAPA, kalian cepat telepon polisi."

"Baik boss" (anak buahku 1)

"Mau apa kau ha ?"

"Aku mau apa ? aku ingin membunuhmu." aku langsung menonjok mukanya itu hingga dia bersimbah darah di sekitar bibirnya, aku masih belum puas. (bayangin aj kalo heechul marah2 gimana hehe^^) . aku mulai mengambil pemukul baseball dan aku terus memukuli kepalanya itu, anak buah ku pun mulai bertengkar dengannya. ah sial badannya itu besar sekali sih.

"Haha sekarang kau tidak bisa melakukan apa pun anak kecil, siapa kau yang sebenarnya." damn, aku terjebak untungnya para polisi datang dan segera menangkapnya, aku pun juga kena karena hal itu. setidaknya pria itu harus dipenjara seumur hidup.

@@@@@

Bug !! sebuah pukulan dari manajer menimpa mukaku, "Kau itu bagaimana sih ha ? memukul orang sampai berdarah-darah, sekarang kau itu sudah terjerat hukum Kim Heechul dan nama SUper Junior mulai rusak karenamu !!!"

Aku hanya terdiam, "aku harus segera mengurus wajib militermu agar kau menyesali perbuatan ini," Manajer kami pun keluar dengan membanting pintu Dorm.



Beberapa hari kemudian untunglah pihak polisi tidak menahanku karena tidak ada bukti jika aku yang memukul boss rentenir itu tentu saja sidik jariku tidak ada di tongkat baseball krn aku memakai sarung tangan, dan di saat ini jg aku pun mulai pergi untuk wamil, biar pun aku harus melakukan pekerjaan yg blm tentu aku sukai setidaknya aku merasa lega krn amarahku terbalaskan, xxx (namamu) aku rindu sekali padamu. kapan kah kita bisa bertemu.

1 bulan...

2 bulan..

3 bulan...

sudah nayris 3 bulan, aku menjalankan wamil ini, hari pun kembali turun hujan aku berada di taman belakang tempat aku wajib militer, aku terduduk berharap hujan ini membawaku padanya.

aku berjalan berkeliling taman itu dalam keadaan kehujanan, aku tertidur di atas tanah merasakan tetesan air hujan ini, aku sungguh menyesal akan kelakuan ku beberapa tahun itu padanya, andai saja aku tidak terlalu emosian pasti semua ini tidak akan terjadi padanya. "MAAFKAN AKU XXX (namamu) !!!!" Aku berteriak sambil menangis meskipun tidak terlalu kelihatan.

aku memadang sedikit hujan yg turun itu, aku melihat xxx (namamu) di atasku dia tampak tersenyum, aku terbangun tapi bayangan itu sudah tidak ada lagi. aku ingin memuimu sekali saja, aku mohon. aku terduduk memegang lututku, aku kedinginan, tapi aku merasakan sebuah kehangatan yg memelukku dari belakang, "Saranghae..."

suara itu terdengar jelas tapi aku tidak bisa melihatnya, "Xxx (namamu) ada dimana kau ? tunjukkan wujudmu aku sangat merindukanmu.."

Tidak ada suara...

"Jika kau tidak mau menampakan wujudmu, maka beritahu aku apakah kau memaafkanku jika iya buatlah hujan ini berhenti." Teriakku.

Hujan pun berhenti seketika. dia memaafkan aku.. aku sangat senang sekali meskipun aku tidak bisa melihatnya lagi, hatiku sangat lega akan hal itu. "Jika kau mencintaiku, maka buatlah hujan ini semakin deras."

Hujan turun lagi dan semakin keras, aku merentangakna kedua tanganku merasakan tetesan demi tetesan air di sekujur tubuhku, saat itu juga aku merasakan sebuah pelukan yg sgt hangat di belakangku, aku yakin itu dia. tapi aku biarkan saja, aku ingin terus merasakan pelukan ini, " AKU MENCINTAIMU..XXX (Namamu), AKU SANGAT MENCINTAIMU !!!!!!"

On rainy Days, adalah lagu yang aku ciptakan kepada para Dongsaengku di Beast. lagu ini akan selalu mengingatkan ku pada kejadian malam hujan saat itu, dan lagu ini aku persembahkan untukmu xxx (namamu), Jeongmal saranghae...

~THE END~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar