Pemain :
Yan Ya Lun
Xiao Seorang pelanggan meminta semangkok bakmi, para pelayan sibuk melayani pelanggan yang terus berdatangan, Bunyi kendaraan di depan rumah makan kami sangat berisik. Begitulah suasana yang selalu aku temui ketika aku verada di rumah makan milik keluarga ku. Di rumah makan inilah keluarga ku menggantungkan hidupnya. Ya, kini aku tinggal bersama ayah ku saja, ibuku sudah meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan. Semenjak kepargian ibuku, aku berusaha untuk membuat ayahku tidak selalu menangisi kepergiannnya. Aku ingin membahagiakan ayahku bagaimana pun caranya, Kini aku sudah mempunyai seorang kekasih yang berada di Taipei. Ayahku belum mengetahui bahwa aku sudah mempunyai seorg kekasih, aku takut dia tidak akn merestuinya. Karena ayahku pernah trauma dengan Negara dimana tempat ibuku bekerja. Tapi dia tidak pernah mau menceritakan hal itu kepadaku.
“Ggggrrrr..” Begitulah bunyi getaran handphoneku ketika mendapat sebuah pesan. Diam2 aku pergi ke dapur utk membaca pesan tsb. Aku tidak ingin ayah tahu soal kekasihku itu krn aku blm siap utk menceritakannya.
To : Bao Bei
“Zhu Ni Sheng Ri Kuai Le….^_^”
Aku tersenyum ketika membaca isi dari pesan itu. Hari ini memang hari ulang tahunku. Tapi sayangnya dia tidak datang untuk merayakan hari ulang tahun ku karena dia org yg sgt sibuk bahklan dalam sebulan saja aku bertemu dengannya kurang dari 5 kali. Jika aku mengirim dia SMS butuh waktu 1-2 Jam dia membalasnya. Aku benar2 sangat kesepian jika dia jarang meluangkan waktu untukku. Aku pertama kali bertemu dengannya keika aku sedang kuliah disana. Itu juga karena aku mendapat beasiswa. Kami bertemu ketika dia sedang syuting film terbarunya yg berjudul “Love Buffet” disana dia menjadi pemeran yg sgt cuek. Dari sanalah aku mulai tertarik akan kepribadiannya yang manis dan sgt humoris.
Ketika aku berniat utk membalas SMS itu, ayahku sudah memanggilku utk kembali bekerja. Walaupun di ulang tahun ku dia tdk datang tapi aku sudah cukup senang karena dia sudah rela mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku di tengah jadwalnya yg luar biasa padat. Dia tidur pada jam 12 tengah malam dan harus bangun jam 5 utk syuting. Hari mulai menjelang jam 5 sore, Kami bersiap siap utk pulang ke rumah. Tiba2 ada seorg laki2 yang memakai kacamata hitam datang ke rumah makan kami. Dia langsung memesan 1 mangkok bakmi dan duduk di tepat menghadap ke arah pantai. Ayahku langsung pulang dan membiarkan ku utk melayani pesanan tamu itu. Dengan segera aku menyiapkan 1 mangkok bakmi dan memberikan kepadanya. Di saat aku mau pergi dari hadapannya dia menarik tangan ku dan menyuruhku utk duduk di depannya.
“Maaf, aku masih ada banyak pekerjaan…”
“ Bao bei…”
Suara itu terdengar tidak asing untuk ku ketika aku menghadap ke arahnya. Dia lalu membuka kacamata hitamnya, Ternyata dia adl yalun kekasihku. Aku sangat terkejut atas kehadirannya yg secara tiba2. Satu sisi aku merasa sangat senang atas kehadirannya tapi di sisi lain aku jg merasa takut. Takut kalo ayahku muncul secara tiba2 dia akan mengusir yalun dan takut jika dia tahu bahwa yalun berasal dari Taipei dan tdk akan merestui hubungan kami. Aku benar2 sangat ketakutan tapi ketika dia memelukku aku mulai merasa hangat dan merasa kalau yalun akan berkata tidak akan terjadi sesuatu yang tdk ingin aku harapkan. Biarpun dia tidak benar2 mengatakan hal ity tapi aku yakin dia akan selalu menjagaku. Lalu dia mengajakku ke pantai yg terletak tepat berada di belakang rumah makan kami, Saat kami di pantai aku mulai bertanya kepadanya,
“Kenapa lo tiba2 bisa berada di sini ??” Tanyaku seraya menggandeng tangannya.
“ Karena hari ini adl hari ulang tahunmu jadi aku ingin membuat hari ini menjadi hari yang paling indah untukmu…”Ucapnya lalu dia mengajakku utk duduk di atas pasir.
Aku sgt tenang mendengar hal itu karena aku tahu hari ini dia ada 3 acara tapi dia rela tdk ikut bersama teman2nya itu hanya ingin menemaniku seharian ini. Selama di pantai dia terus membeli hadiah yang aku inginkan, Puncaknya dia mengajakku makan malam. Kami pun masuk ke sebuah restaurant kami duduk tepat menghadap matahari terbenam. Suasana disana benar2 sgt indah dan sangat romantis. Lalu dia menyuruhku utk melihat ke arah bawah, disana teradapat sebuah puisi yg ditulis di atas pasir.
. aku berharap menjadi orang yang terpenting dalam hidupmu ….
. tp itu perminta’an terbesar bagiku …
. aku berharap jika suatu saat kau melihatku
. kau akan tersenyum dah berkata DIA SELALU MENYAYANGIKU …
. akan ku rangkai semua kata cinta yang ada di bumi ini
. dan ku jadikan seikat kembang agar kau menjadi milikku …
. andai saja aku bisa ..
. aku ingin tulis nama kamu di bintang …
. agar semua orang tau bahwa AKU SANGAT MENCINTAIMU
Pada malam harinya, dia mengajakku utk berkeliling kota singkawang tapi itu tdk bertajhan lama. Tiba2 saja ayahku melihat aku sedang bersama dgn seorg cwo. Dia melepaskan tangannya dari pundakku. Ayah ku terlihat sgt marah, kedua alisnya mulai mengerut matanya sgt tajam melihat ke arah yalun.
“Siapa dia ??” Tanya ayahku dan menarikku menjauh dari yalun.
“Dia… dia…”Aku sgt bingung utk mencari alasan ttg siapa yalun. Aku ingin memberitahu ayahku bahwa yalun itu kekasihku tapi, mulutku sgt sulit bergerak utk mengucap kata2 itu di depan ayahku. Akhirnya aku memaksakan mulutku utk mengucap kata2 itu.
“Aku kekasih xiao…”Ucap yalun. Yalun sepertinya bisa membaca pikiranku dan dia mengerti bahwa aku sgt sulit mengakui dia sbg kekasihku. Hatiku agak lega tapi,
“Menjauhlah kau dari anakku..”
Kata2 ayahku itu langsung membuat hatiku dari tadinya lega skrg menjadi sangat sakit. Hal yg aku takutkan selama ini pun terjadi, ayahku benar2 tdk menyukai hubungan ku dgn yalun.
“Dari mana asalmu ?”
“Dari Taiwan, tepatnya di Taipei..”
“Xiao, sejak kapan kamu menjalin hubungan dgn laki2 ini…”
“ Baru… baru 2 tahun…”
“Baru !! 2 tahun itu kamu bilang itu baru, kamu tahu ayah tdk suka kamu bergaul dgn laki2 yg berasal dari Taiwan semenjak ibumu meninggal….”
“Aku memang tahu ayah sgt tdk suka dgn laki2 yg memiliki kaitan dgn Taiwan tapi, sedikit pun ayah tdk pernah memberitahuku alasannya….”
“Suatu hari nanti kamu akan mengetahuinya…”
“Suatu saat… suatu saat… itu terus yg ayah bicarakan. ayah aku ini sudah berumur 20 tahun apa blm cukup aku mengetahui apa alasan ayah sangat benci kepada Taiwan..”
“Tapi, aku sagt mencintai dia…”
“Ayah menyesal telah menyuruhmu utk kuliah di Taiwan, kalo saja ayah tahu hal in isebelum kamu ke Taiwan…”
“Om, maaf kalo aku lancing, tapi knp om sgt tdk suka dgn org2 taiwan…” (Yalun)
“Itu bukan urusanmu xiao, ayo kita pulang…”Ucap ayahku sambil menarik ku pergi dari hadapan yalun. Aku ingin sekali mengertak tapi ayahku langsung mengambil handphoneku agar aku tdk bisa berhubungan dgn yalun. Sementara yalun langsung kembali ke Taiwan krn manajernya mulai marah2.
Taiwan, Taipei,
Sesampainya di Taipei, Yalun lgsg kena marah oleh manajernya krn keluar sembarangan. Walaupun dia dpt ijin dari manajernya tapi, itu krn dia ga ikut dlm 2 acara manajernya itu jad kena omel dari sang produser acara itu. Yalun langsung bersandar di sebuah bangku. kedua tangannya memegang kepalanya. 3 Temannya juga tdk bisa berbuat apa2. Mereka tahu yalun sdg tdk ingin diganggu. Tak berapa lama kemudian mereka kembali pergi ke acara jumpa fans. Siara itu juga dilihat oleh xiao pipita di singkawang dan tanpa sepegetahuan ayahnya. Krn d ia melihat itu di kamar pada jam 10 malam.
Acara tsb lebih banyak fans cwe dari pd cwo. Awalnya xiao cemburu melihat hal itu tapi yalun telah meyakinkannya bahwa di hatinya Cuma ada xiao bukan para fansnya. Di sela2 acara Fahrenheit menyanyikan lagu xin teng ni de xin teng, Selama menyanyikan lagu itu yg paling menghayati adl Yalun. Di mv lagu itu bercerita tentang seorg bodyguard yg rela berkorban demi seorg gadis tetapi gadis itu tdk mencintainya. Yalun merasa seperti bodyguard itu dia memang mendapatkan cinta xiao tapi tdk direstui oleh ayah xiao.
“Xiao !!!” Teriak ayah xiao sambil mematikan tv.
“Ayah…”
“Blm cukup ya tadi apa yg ayah bilang.. jgn pernah melihat cwo itu walaupun hanya dari tv. Mulai skrg ayah cabut semua channel Taiwan, Agar kamu bisa melupakan dia..”
“Ayah benar2 sgt keterlaluan, ak liat dia lewat tv saja sudah tdk boleh….”
“Apa yg kamu harapkan dari cwo itu HAH !!! badannya kecil, terlalu kurus dan tdk kekar…”
“Dia memang tdk seperti yg ayah harapkan tapi aku benar2 sgt mencintainya….”
“Mulai skrg kamu harus lupain cwo itu…”
Ayah langsung keluar membanting pintu, dia menguciku dari luar. Rasa penasaranku kepada ayah yg sgt benci kpd Taiwan setelah ibu meninggal semakin kuat. Jika aku diizinkan keluar dari kamar ini aku berniat udk mencari apa yg membuat ayah menjadi sgt benci kpd Taiwan. Pagi harinya,Jam dinding sudah menunjukkan waktu pukul 07.30. Aku segera bersiap utk ke rumah makan milik ayahku. Kata2 ayahku mengenai soal yalun masih terngiang di kupingku. AKu benar2 tdk menyangka dia bisa berkata seperti itu. Saat aku melihat pintu kamar ayah terbuka aku langsung masuk utk mencari apa alasan ayah ku sgt benci kpd org Taiwan. Ketika aku melihat pintu kamar ayah terbuka aku langsung masuk ke kamarnya utk mencari apakah ada sesuatu yg membuat ayah benci dgn Taiwan. Aku tdk menemukan apa pun di kamar, lalu aku mengubrak abrik lemari milik ayahku. Baju demi baju aku periksa. tuhan pun memberikan ku sebuah keajaiban. Aku melihat foto ayah dan ibuku di sebuah toko baju. Saat aku melihat tanggal dan tempat pembuatannya yaitu di…
“ Tempat pembuatannya tgl 12 november di… di…TAIPEI ….”
~Bersambung~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar