“Papa jahat ya, jadi selama ini papa membohongi aku, selama 20 tahun Papa menyimpan itu sendirian…”
“ papa baru tahu kalo xiao itu anak dari Min Lin Xiong…Kamu harus mengejar cintamu nak.. apa kamu mau hubunganmu dgn xiao hanya cukup sampai disni saja… papa akan membantumu utk menjelaskan hal itu semua ke xiao…”
“Terima kasih pa, tapi sepertinya utk saat ini masih blm tepat deh pa, aku yakin dia pasti perlu waktu utk sendirian..”
“Ya, papa benar.. sebaiknya aku biarkan dia sendiran dulu…”
3 Bulan berlalu, kini sudah mau mendekati hari imlek, keluarga ku mulai sibuk utk mempersiapkannya. selama itu lah aku dan yalun tdk pernah saling bertemu apalagi saling berkomunikasi, Blm lagi bsk adl hari imlek, dia pasti akan lebih banyak waktu utk keluarga mereka. Perlahan tapi pasti sepertinya ayahku sudah tdk mempersoalkan masalah yg dulu lagi, Tapi aku masih blm siap utk menerima itu semua. Dan besok sudah imlek, aku harap semua permasalahan ini bisa cepat terselesaikan. Di rumah makan kami jg sudah mau tutup krn hari besar, aku dan ayahku mulai bersiap siap membereskan semua barang2. Tapi ada pelangan yg dtg, mereka adl yalun dan ayahnya.
“Yalun…”
“Ngapain kalian kesini ??”
“Bisa kita bicara sebentar…”Ucap ayah yalun.
“Utk apa ?? sudah tdk ada yg bisa kita bicarakan lagi…” (Ayah xiao)
“Ada ayo ikut aku…” (Ayah yalun)
“Kita jg bisa bicara sebentar di pantai…”
“Maaf aku sibuk..”Ucapku sambil masuk ke dapur.
“ (memeluk xiao dari belakang) aku merindukan mu.. aku minta maaf atas semua yg sudah terjadi…”
“Lepaskan…”
“Ga… aku ga mau kamu pergi lagi dari hadapanku..”
“Apa bisa kamu melupakan kejadian beberapa bulan yg lalu, itu hanya ketidak sengajaan…”
“ Tidak sengaja lo bilang…gw itu masih merasa dibohongi… tolong jgn sakiti gw lebih dari ini..”
“Apa sudah ga ada maaf lagi utk gw xiao ??”
“Entahlah hati gw masih sakit…”
“Berilah aku 1 kesempatan lagi…Gw yakin lo masih ada rasa kan ama gw…???”
“Baiklah, akan aku beri kamu 1 kesempatan lagi tapi ingat awas kalo kamu sampe mengulanginya lagi…”
“Siap bos…” ( memeluk xiao)
Sementara itu, di luar ayah yalun dan ayahku sdg berbicara, aku dan yalun berharap masalah ini bisa cepat selesai.
“Apa yg perlu kamu bicarakan lagi, blm cukup kamu sudah membunuh istriku dan menyiksa dia..”
“Sudah berulang kali aku bilang bahwa itu benar2 tdk sengaja.. sampai kapan kamu akan terus2an begini..”
“Sampai anak kamu itu menjauhi anak ku utk selamanya…”
“Ayah, sudah cukup… maafkanlah mereka yah…” (Xiao)
“kamu lupa ya gara2 mereka ibumu meninggal…”
“Aku tahu itu yah, tapi bsk imlek… apa harus sampe bsk baru ayah memaafkan mereka, ayah dulu pernah berkata kepadaku bahwa di hari imlek itu tdk boleh ada kebencian yg ada hanyalah kebahagiaan..”
“Ok…ok.. ayah merestui hubunganmu dgn dia puas…”
“Benar ya… terima kasih…” ucapku sambil memeluk ayah.
“Terima kasih om…” (Yalun)
Akhirnya keajaiban itu pun benar2 terjadi, ayahku yg dulu sgt benci kepada yalun kini berubah menjadi rasa sukanya kepada yalun. Mungkin hari ini bukanlah hari imlek tetapi aku sudah mulai merasakan kebahagiaan yg ayah maksud.
~The End~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar