Aku sangat kaget mendengarnya, sekolah ini akan di tutup yang benar saja, aku baru masuk ke sekolah ini. Bagaimana dengan Anak-anak kelas 3 yang sebentar lagi akan mengadakan Ujian Nasional. Aku mencoba untuk merapatkan kupingku di depan pintu Ruang Guru itu. "Ya mau bagaimana lagi, Pihak Yayasan mempunyai Hutang kepada Bank dan untuk membayar Hutang tersebut dengan cara menutup sekolah ini untuk selama lamanya." Ujar Kepala Sekolah.
" Tapi bagaimana dengan anak-anak kelas 3, mereka sebentar lagi akan mengadakan Ujian Nasional dan buat anak-anak yang baru masuk ke sekolah ini. masa mereka harus pindah sekolah lagi ?"
"Entahlah, kalau sekolah ini tidak mau ditutup. Mau tidak mau harus ada yang mencari Pihak Yayasan agar mereka mau membayar hutang mereka kepada Bank." Ujar kepala sekolah.
"Hei sedang apa kau disini ?" Tanya salah satu temanku. Astaga aku pikir dia siapa, ga tahunya teman ku sendiri. Aku bingung apakah aku harus memberitahunya mengenai berita itu atau bukan, tapi rasanya aku sangat ingin memberitahu kepadanya. "Eh, ada yang mau gw ceritain kita ke kelas bentar yuk." Ajakku. Kami berdua pun berada di kelas.
"Mwo ! Sekolah ini akan di tutup. terus gimana kita yang baru saja masuk kesini. Kan tidak mungkin kita pindah sekolah lagi."
"Maka dari itu, gw juga bingung." Baru saja kami ingin berbicara, Tiba-tiba Kak Heechul menghampiri kami berdua. "Kalian ini ya, malah enak-enakan berada disini sekarang turun dan ke lapangan. Buruan." Perintahnya. Aku dan temanku langsung pergi ke Lapangan.
Author P.O.V:
Tak Butuh waktu lama, Berita mengenai sekolah akan di tutup itu langsung tersebar luas ke penjuru Sekolah. Para Guru kebingungan menghadapi pada muridnya yang mencari kepastian mengenai berita itu. "Ya, ampun berita itu kenapa jadi tersebar sangat cepat sekali baru saja 10 menit yang lalu aku beritahu pada Hye Mi (Teman 1 kelas Min Young)" Ucap Min Young.
Secara tidak sengaja Super Junior mendengar ucapannya itu, "Kau ikut kami." Kangin menarik tangan Min Young, mereka menuju lantai Paling atas gedung sekolah itu. Min Young menangkis tangan kangin, "Mau apa kalian membawa ku kesini ?"
"Hei, kau itu sadar tidak. Gara-gara mulut ember mu itu 1 sekolah dibuat resah." Ujar Leeteuk.
"Itu memang benar kok, Sekolah ini memang mau ditutup. Memangnya kalian tidak merasa takut ya, kalian sudah kelas 3 dan sebentar lagi Ujian Nasional."
"Itu bukan urusanmu." (Donghae)
"Kalian tidak merasa cemas akan hal itu, apa kalian sudah tahu terlebih dahulu dari pada kami semua ?"
"Kalau memang iya kenapa, lagi pula kami tidak sepertimu yang bermulut ember. Kami tidak mau membuat mereka semua menjadi resah dan cemas sehingga tidak fokus pada Pelajaran." (Ryeowook)
"Makanya kalian harus melakukan sesuatu donk, masa kalian ini diam saja."
"Apa kami harus mengucapkan kata-kata itu lagi, INI BUKAN URUSANMU." (Hangeng)
"Sekarang kau turun dan segera ke kelas." Ucap Zhou Mi. Min Young pun segera ke kelasnya. Min Young berdiri di depan Pintu dia berbalik dan berkata, "Dasar kakak-kakak osis tidak tahu diri."
"Apa kau bilang ?" (Sungmin) Min Young pun langsung berlari tapi dia pun terjatuh karena terpeleset. Super Junior langsung berlari ke arah pintu dan melihatnya. Mereka tertawa, "Makanya kalo jadi orang jangan songong ya." ucap Heechul lalu mereka semua pergi meninggalkannya sendirian.
"Aduh sakit sekali, mereka juga bukannya tolongin kek. malah diketawain." Hari pun menjelang Malam, Min Young masih berada di Sekolahnya untuk latihan menari lagu Wonder Boy, teman-temannya sudah pada pulang semua, Hanya dia sendiri yang berada di Aula.
"Dari tadi belajar kenapa tidak bisa sih, susah sekali. Dasar kakak-kakak kurang kerjaan." Keluhnya.
"Min Young kau belum pulang ?" Tanya seorang gadis yang berada di tepi pintu, dia adalah Kim Ae.
"Belum kak, kakak sedang apa disini ?"
"Kakak baru saja latihan bermain Piano. Kau sendiri sedang apa disini ?"
"Ini kak, kami semua disuruh dance di lagu ini. Susah sekali kak."
"Ini gampang kok, kakak menguasainya. Waktu kakak di MOS dulu mereka juga kasih lagu ini. kau mau kakak Ajarin ?" Min Young mengganguk sebagai tanda jawabannya. Sementara itu di sisi lain, Super Junior juga berada disana. Mereka sedang berkumpul di Ruang Musik. Mereka mendengar dari kejauhan ada sebuah lagu, " Itu bukannya lagu kita ya, Wonder boy." Ujar Yesung yang mencoba mengingat-ingat.
"Iya benar, sepertinya dari arah Aula. Ayo kita kesana." Ajak Ryeowook. Mereka pun tiba di depan pintu Aula. Mereka melihat ada seorang gadis yang bersama dengan Min Young. "Dia..." ucap mereka secara bersamaa. Min Young pun langsung mematikan kaset itu. "Sedang apa kalian berada disini ?" Tanyanya.
"Mana gadis yang bersama mu tadi ?" Tanya Zhou Mi.
"Tadi ada disini, loh kemana dia ? tapi beneran kok ada disini ?"
"Sudahlah Mi, tidak mungkin dia. Lagi pula siapa tahu kita cuma berhalusinasi saja." Ujar Heechul yang mencoba untuk menenangkan.
"Kalian ini berbicara apaan sih ? dasar aneh, sudahlah gw mau pulang dulu." Min Young pun langsung pergi meninggalkan mereka semua. Super Junior hanya berdiam diri, mereka bingung apakah yang barusan mereka liat itu adalah benar-benar Kim Ae atau bukan.Sementara itu di Rumah Min Young. Dia sangat sibuk untuk memikirkan mengenai tugas-tugas yang diberikan oleh OSIS.
"Aish, tugas disuruh buat Surat benci kayak gimana coba, gw memang benci sih sama mereka." Min Young menulis apa yang dia pikirkan mengenai Anak-anak OSIS itu. Secara Tidak sadar ada roh yang melayang di belakangnya, Roh itu hanya terdiam melihat Min Young yang seperti sedang memikirkan sesuatu. Tapi dia tidak mengetahui apa yang Min Young Pikirkan.
Zhou Mi P.O.V:
Aku jelas-jelas tadi melihatnya, Tapi kenapa dia tidak ada saat aku menghampiri Min Young. Kim Ae apakah itu benar-benar kau ? Aku merindukan mu. "Tolong selamatkan sekolah itu." Sebuah bisikan terdengar jelas di telingaku. Aku langsung terbangun, aku mencari-cari asal suara itu. Tapi aku tidak menemukan apapun, dan aku sangat mendengar dengan jelas itu suara dia. Ya, aku yakin itu dia, ada dimana dia sekarang kenapa aku tidak bisa melihatnya. Apakah dia mau agar sekolah itu tidak ditutup ?
"Tolong, selamatkan sekolah itu." lagi-lagi aku mendengarnya, kali ini jelas sekali. Aku berlari kesana kemari berharap aku bisa menemukan asal suara itu. Sayangnya, semuanya itu sia-sia saja. Siapa pun itu, aku berjanji aku tidak akan menutup Sekolah itu. Aku langsung pergi Ke Ruang Tamu dimana Member Super Junior yang lainnya berkumpul. "Tumben sekali kau bangun pada jam segini, wae ?" Tanya Kyuhyun yang sibuk memainkan PSP nya.
"Aku ingin menyelamatkan sekolah itu."
"Mwo ? Kau serius ? Tapi kenapa ?" (Henry)
"Entah kalian percaya atau tidak aku mendengar Dia menyuruh ku untuk menyelamatkan sekolah itu, aku sangat yakin aku mendengarnya dengan jelas sekali."
"Tapi bagaimana bisa, bukankah dia sudah.." Ucapan Leeteuk terputus karena Suara itu kembali terdengar Jelas Di ruang Tamu itu.
"Tolong Selamatkan Sekolah itu." Dan Aku yakin mereka semua juga pasti mendengar dengan jelas. Mereka terdiam sejenak, "Bagaimana, kini kalian mendengarnya dengan sangat jelas kan ?" Tanyaku pada mereka, dan mereka pun mengganguk.
"Terus bagaimana caranya agar kita bisa menyelamatkan sekolah itu ?" Tanya Heechul.
~Bersambung~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar