Aku sgt kaget, jadi dulu ayah pernah ke Taiwan. “Berarti ayah pernah sgt suka dgn Negara itu tapi knp setelah ibu meninggal ayah jadi sgt benci dgn Taiwan…” Aku terus bertanya2 soal itu ketika aku mau mencari lagi ayahku tiba2 dtg.
“Xiao, kamu nagapain ada di kamar ayah ??”
“Ayah.. aku tadi… aku kira ayah ada disini eh ga tahunya ayah ga ada disini… ud siang nih aku mau ke rumah makan dulu ya..”Ucapku langsung ngacir keluar dari kamar ayah.
Aku berharap ayah tdk curiga akan munculnya aku secara tiba2 di kamarnya. Foto itu masih aku simpan, foto itu dicetak di Taiwan. Tapi aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa ke Taiwan. Sementara disisi lain aku yakin ayah pasti akan menolak mentah2 akan permintaan ku ini.Suasana di rumah makan sgt ramai, tapi pikiranku hanya tertuju pada foto itu saja. Beberapa pertanyaan mmuncul di benakku,
1. Knp ayah tdk pernah menceritakan foto itu kepadaku ??
2. Knp ayah sgt benci kpd Taiwan setelah ibu meninggal ??
3. Apa ada rahasia yg disembunyikan oleh ayah selama ini ??
4. Dan knp ayah terlihat ada dendam pada yalun, sebelum aku berhubungan dgn yalun. Ayah tdk pernah melarangku menjalin hubungan dgn pria lain yg jg adl org Taiwan ??
5. Jika yg no 4 itu benar, apa hubungan keluarga yalun dgn keluarga ku ??
Hanya 5 pertanyaan itu berada di otakku. Hal ini semakin membuatku penasaran, dlm hati aku bertekad bagaimana pun caranya aku harus ke Taiwan krn disanalah semua pertanyaanku akan terjawab. Suatu ketika aku sedang jalan2 di pasar, aku melihat ada keramaian, krn penasaran aku pun melihatnya, ternyata disana ada suatu pengundian yg hadiahnya adl liburan ke Taiwan selama 3 hari. Dgn cara hanya memutar sebuah roda jika yg keluar bola warna hijau muda maka dia bisa pergi ke Taiwan, tetapi jika yg keluar bola berwarna putih maka dia kalah. Dlm hati aku berpikir bahwa ini merupakan satu2nya cara utk bisa ke Taiwan. dgn ragu2 aku pun mencoba memainkan roda itu dan yg keluar adl bola berwarna hijau muda. Aku sgt senang dan tdk percaya bisa mendapatkan bola warna hijau itu.
Semua org memberi ucapan selamat kepadaku, biasaya aku selama di Taiwan akan ditanggung oleh sponsor itu. Dan besok aku pun diminta utk pergi ke bandara krn jam keberangkatannya adl jam 10 pagi. Sponsor itu langsung memberikan ku paspor dan tiket pesawat. Dgn hati yg sgt senang aku pun pulang ke rumah, tapi saat aku sampai di depan rumah. Aku baru sadar bagaimana reaksi ayahku jika dia tahu aku mendapatkan liburan ke Taiwan. Bayangan wajah marah ayahku mulai menghiasi pikiranku. Satu sisi aku sangat senang tapi di sisi lain ayahnya pasti tdk akan menyetujui aku utk pergi ke Taiwan. Aku pun mulai melangkah utk masuk ke dlm rumahku. Dengan berani aku pun meminta ijin kpd ayah.
“Ayah…”
“Ada apa ??”
“ Aku boleh ke singapura ga, ayah ??”
“ Ngapain kamu kesana ??”
“Aku… aku dpt undian utk kesana ayah..”
“Boleh ayah melihatnya…”
“Itu.. itu bener kok yah, aku tdk bohong…”
“Sini ayah liat..” Ucap ayahku sambil merebut tiket itu.
“Duh, gimana nih pasti ayah akan marah besar kepadaku…”Ucapku dlm hati.
“Ok.. Cuma 3 hari kan ayah persilakan kamu pergi ke singapura…”
“Ap..apa jadi boleh ayah, Kamsia ( arti: teirma kasih)”
Ayahku pun langsung masuk ke kamar, aku berpikir knp saja tiba2 ayah memberiku ijin ke Taiwan. Bukannya dia sudah melihat paspor ku, saat aku melihat paspor ku ternyata ada 2 yg satu ke singapura dan yg satu lagi ke Taiwan. Aku sgt senang sekali untungnya ayah mengambil ke Taiwan, dan aku jg yakin bahwa org tadi yg memberiku paspor pasti salah memberiku paspor yg akhirnya aku mendapatkan 2 paspor. Dgn segera aku bersiap2 utk ke Taiwan, Keesokan harinya tepat pukul 10 aku pun naik pesawat, waktu yg diperlukan dari singkawang ke Taiwan adl 3 jam.
Tepat jam 2 Siang waktu setempat, aku pun tiba di bandara Taiwan dan segera pergi ke hotel dan ingin memberikan kejutan pd yalun. Aku tahu dimana yalun berada karena semalam sebelum aku pergi aku sedang menelepon nya, aku tdk memberitahu kepadanya kunjungan ku secara tiba2 ke Taiwan aku ingin memberikan kejutan kepadanya. Selesai aku dari hotel aku teringat akan foto ayahku itu, aku pun segera pergi ke toko yg berada di foto itu.
15 Menit kemudian akhirnya aku pun tiba di sebuah toko itu ternyata itu adl toko baju pernikahan. Aku pun mencoba utk masuk ke dalam. Seorg pemilik toko itu pun menyambutku dgn tenang, tanpa basa basi aku mencoba utk menanyakan soal foto itu.
“permisi, apakah anda tahu mengenai pasangan ini ??”
“coba saya ingat2 dulu karena ini kejadian 10 tahun yg lalu… owh iya, cwe ini berniat utk membeli baju pengantin disini…”
“Apakah cwo yg medampinginya itu adl suaminya ??”
“Seingat saya dia itu bukan suaminya… tapi temannya…”
“Te… teman… apa anda tdk salah, bukannya mereka itu calon suami istri ??”
“Ya saya tdk salah mereka bkn lah suami istri…”
“Apa yg terjadi sebenarnya, foto ini dilakukan saat aku berumur 10 tahun, saat ayah dan ibu masih dlm ikatan menikah.. sebenarnya apa yg sudah terjadi..”Ucapku dlm hati.
“Haloo… knp anda diam saja…”
“Tdk apa2, apakah anda tahu siapa yg menikah dgn cwe itu ??”
“wah krg tahu jg ya, coba deh ke toko percetakan siapa tahu anda mengetahui sesuatu..”
“Terima kasih banyak saya permisi dulu…”
“Iya…”
Aku pun mencoba pergi ke toko percetakan yg berada tdk jauh dari toko baju pernikahan itu kira2 berjarak 5 meter. Aku kembali masuk ked lm toko percetakan itu,
“permisi…”
“Ya, ada yg bisa saya bantu ??” Ucap pelayan toko itu.
“Maaf bisa ya bicara sebentar dgn manajer disini ??”
“maaf, nona manajer kami sdg pergi ada yg bisa saya bantu…”
“Anda tahu 10 tahun yg lalu ada seorg ibu2 yg bernama Min Lin Xiong…”
“Sebentar saya cari dulu di daftar nama 10 tahun yg lalu…owh iya ada dia membuat undangan pernikahan..”
“Per… pernikahan…”
“Dengan siapa dia menikah ??”
“Dgn pria yg bernama Goh Yan Ya Xiang…”
“Goh apa ?? goh yan ya xiang ?? itu kan nama… nama ayahnya yalun, knp ibu bisa membuat surat undangan pernikahan dgn ayahnya yalun ??”
~Bersambung~
“Xiao, kamu nagapain ada di kamar ayah ??”
“Ayah.. aku tadi… aku kira ayah ada disini eh ga tahunya ayah ga ada disini… ud siang nih aku mau ke rumah makan dulu ya..”Ucapku langsung ngacir keluar dari kamar ayah.
Aku berharap ayah tdk curiga akan munculnya aku secara tiba2 di kamarnya. Foto itu masih aku simpan, foto itu dicetak di Taiwan. Tapi aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa ke Taiwan. Sementara disisi lain aku yakin ayah pasti akan menolak mentah2 akan permintaan ku ini.Suasana di rumah makan sgt ramai, tapi pikiranku hanya tertuju pada foto itu saja. Beberapa pertanyaan mmuncul di benakku,
1. Knp ayah tdk pernah menceritakan foto itu kepadaku ??
2. Knp ayah sgt benci kpd Taiwan setelah ibu meninggal ??
3. Apa ada rahasia yg disembunyikan oleh ayah selama ini ??
4. Dan knp ayah terlihat ada dendam pada yalun, sebelum aku berhubungan dgn yalun. Ayah tdk pernah melarangku menjalin hubungan dgn pria lain yg jg adl org Taiwan ??
5. Jika yg no 4 itu benar, apa hubungan keluarga yalun dgn keluarga ku ??
Hanya 5 pertanyaan itu berada di otakku. Hal ini semakin membuatku penasaran, dlm hati aku bertekad bagaimana pun caranya aku harus ke Taiwan krn disanalah semua pertanyaanku akan terjawab. Suatu ketika aku sedang jalan2 di pasar, aku melihat ada keramaian, krn penasaran aku pun melihatnya, ternyata disana ada suatu pengundian yg hadiahnya adl liburan ke Taiwan selama 3 hari. Dgn cara hanya memutar sebuah roda jika yg keluar bola warna hijau muda maka dia bisa pergi ke Taiwan, tetapi jika yg keluar bola berwarna putih maka dia kalah. Dlm hati aku berpikir bahwa ini merupakan satu2nya cara utk bisa ke Taiwan. dgn ragu2 aku pun mencoba memainkan roda itu dan yg keluar adl bola berwarna hijau muda. Aku sgt senang dan tdk percaya bisa mendapatkan bola warna hijau itu.
Semua org memberi ucapan selamat kepadaku, biasaya aku selama di Taiwan akan ditanggung oleh sponsor itu. Dan besok aku pun diminta utk pergi ke bandara krn jam keberangkatannya adl jam 10 pagi. Sponsor itu langsung memberikan ku paspor dan tiket pesawat. Dgn hati yg sgt senang aku pun pulang ke rumah, tapi saat aku sampai di depan rumah. Aku baru sadar bagaimana reaksi ayahku jika dia tahu aku mendapatkan liburan ke Taiwan. Bayangan wajah marah ayahku mulai menghiasi pikiranku. Satu sisi aku sangat senang tapi di sisi lain ayahnya pasti tdk akan menyetujui aku utk pergi ke Taiwan. Aku pun mulai melangkah utk masuk ke dlm rumahku. Dengan berani aku pun meminta ijin kpd ayah.
“Ayah…”
“Ada apa ??”
“ Aku boleh ke singapura ga, ayah ??”
“ Ngapain kamu kesana ??”
“Aku… aku dpt undian utk kesana ayah..”
“Boleh ayah melihatnya…”
“Itu.. itu bener kok yah, aku tdk bohong…”
“Sini ayah liat..” Ucap ayahku sambil merebut tiket itu.
“Duh, gimana nih pasti ayah akan marah besar kepadaku…”Ucapku dlm hati.
“Ok.. Cuma 3 hari kan ayah persilakan kamu pergi ke singapura…”
“Ap..apa jadi boleh ayah, Kamsia ( arti: teirma kasih)”
Ayahku pun langsung masuk ke kamar, aku berpikir knp saja tiba2 ayah memberiku ijin ke Taiwan. Bukannya dia sudah melihat paspor ku, saat aku melihat paspor ku ternyata ada 2 yg satu ke singapura dan yg satu lagi ke Taiwan. Aku sgt senang sekali untungnya ayah mengambil ke Taiwan, dan aku jg yakin bahwa org tadi yg memberiku paspor pasti salah memberiku paspor yg akhirnya aku mendapatkan 2 paspor. Dgn segera aku bersiap2 utk ke Taiwan, Keesokan harinya tepat pukul 10 aku pun naik pesawat, waktu yg diperlukan dari singkawang ke Taiwan adl 3 jam.
Tepat jam 2 Siang waktu setempat, aku pun tiba di bandara Taiwan dan segera pergi ke hotel dan ingin memberikan kejutan pd yalun. Aku tahu dimana yalun berada karena semalam sebelum aku pergi aku sedang menelepon nya, aku tdk memberitahu kepadanya kunjungan ku secara tiba2 ke Taiwan aku ingin memberikan kejutan kepadanya. Selesai aku dari hotel aku teringat akan foto ayahku itu, aku pun segera pergi ke toko yg berada di foto itu.
15 Menit kemudian akhirnya aku pun tiba di sebuah toko itu ternyata itu adl toko baju pernikahan. Aku pun mencoba utk masuk ke dalam. Seorg pemilik toko itu pun menyambutku dgn tenang, tanpa basa basi aku mencoba utk menanyakan soal foto itu.
“permisi, apakah anda tahu mengenai pasangan ini ??”
“coba saya ingat2 dulu karena ini kejadian 10 tahun yg lalu… owh iya, cwe ini berniat utk membeli baju pengantin disini…”
“Apakah cwo yg medampinginya itu adl suaminya ??”
“Seingat saya dia itu bukan suaminya… tapi temannya…”
“Te… teman… apa anda tdk salah, bukannya mereka itu calon suami istri ??”
“Ya saya tdk salah mereka bkn lah suami istri…”
“Apa yg terjadi sebenarnya, foto ini dilakukan saat aku berumur 10 tahun, saat ayah dan ibu masih dlm ikatan menikah.. sebenarnya apa yg sudah terjadi..”Ucapku dlm hati.
“Haloo… knp anda diam saja…”
“Tdk apa2, apakah anda tahu siapa yg menikah dgn cwe itu ??”
“wah krg tahu jg ya, coba deh ke toko percetakan siapa tahu anda mengetahui sesuatu..”
“Terima kasih banyak saya permisi dulu…”
“Iya…”
Aku pun mencoba pergi ke toko percetakan yg berada tdk jauh dari toko baju pernikahan itu kira2 berjarak 5 meter. Aku kembali masuk ked lm toko percetakan itu,
“permisi…”
“Ya, ada yg bisa saya bantu ??” Ucap pelayan toko itu.
“Maaf bisa ya bicara sebentar dgn manajer disini ??”
“maaf, nona manajer kami sdg pergi ada yg bisa saya bantu…”
“Anda tahu 10 tahun yg lalu ada seorg ibu2 yg bernama Min Lin Xiong…”
“Sebentar saya cari dulu di daftar nama 10 tahun yg lalu…owh iya ada dia membuat undangan pernikahan..”
“Per… pernikahan…”
“Dengan siapa dia menikah ??”
“Dgn pria yg bernama Goh Yan Ya Xiang…”
“Goh apa ?? goh yan ya xiang ?? itu kan nama… nama ayahnya yalun, knp ibu bisa membuat surat undangan pernikahan dgn ayahnya yalun ??”
~Bersambung~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar