Kepala sekolah yang melihatnya merasa risih sekali, dan dia juga tidak suka akan keributan. Beliau pun memanggil satpam untuk mengusir mereka semua. “Sial tuh Lee Min, gara-gara ide lo semua muka gw jadi ada bekas ciuman dari banci pula.. benar-benar pengalaman terburuk dalam hidup gw...” Keluh Donghae yang membersihkan bekas lipstick itu dari pipinya.
“Lo masih mending nih gw ada 4…” Ujar Henry tak mau kalah.
“Iya lah, lo paling imut…” Jawab Lee Min, “Makanya jangan suka ngerjain orang, enakan dikejar-kejar ama banci…” Panasnya sinar matahari di musim dingin, menusuk tajam ke dalam kulit para anggota geng itu. Mereka berada dalam sebuah pembuatan MV ‘Wonder Boy’. “Gw sudah ga mau ikutan lagi dalam rencana kalian, liat tuh tadi gw dikejar-kejar ama banci…” Kata donghae sambil minum segelas jus.
“Ayolah terus siapa lag yang harus mengerjai Lee min, siapa lagi yang jarang berurusan ama Lee Min…” Tanya Kibum.
“Siwon…” Jawab mereka secara serempak.
“Gag w ga mau..” Tolaknya. Heechul mulai merayu Siwon dan dengan terpaksa Siwon pun menurutinya. Super Junior Kembali mengatur rencananya. Hari pun menjelang malam lee Min menerima SMS dari Siwon.
“Hai, kau mau ke Gereja ?”
From : Siwon
“Tumben banget, apa kalian atur rencana lagi ?”
From : Lee Min
“Gw itu juga ga sampe ngerjain lo dengan bawa-bawa agama/ tempat beribadah ya…Jadi mau ga ?”
From : Siwon
“Iya ntar jam 7 gw kesana…”
From : Lee Min
Lee min tidur di sofa dalam pikirannya hanya berisi ucapan tadi. “Apa benar kali ini dia serius ?” Tanya Lee Min dalam hati. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Lee Min memakai dress warna abu-abu dengan topi rajutan berwarna cream tak lupa High Hillsnya. Dia bertemu dengan Siwon di depan Gereja. “Kenapa kau menyuruh ku kesini ?” Tanya Lee Min pada cwo yang memakai serba putih. Siwon membuka pintu Gereja itu dan kebetulan ada acara disana. Lee Min duduk dan mulai melihat cwo yang bersamanya sedang menjadi seorang Pendeta. “Nih cwo sebenarnya baik tapi, kenapa beda banget sifat dia di dalam Gereja dan di Sekolah…”Ucapnya dalam hati. 2 Jam berlalu semua pengunjung mulai keluar dari Gereja yang tersisa hanya Siwon dan Lee Min. “Jadi kau mengajakku hanya untuk mendengarkanmu ceramah saja ?” Tanya Lee Min yang datang menghampiri Siwon.
“Tidak, sebentar lagi kita akan jalan-jalan… Pemandangan malam kota Seoul sangat indah… “ Ucapnya sambil memasukan alkitab ke dalam lemari. Mereka pun pergi, selama di perjalanan Siwon terus menyuruh Lee Min untuk memberi sedekah kepada Pengemis. “Bangkrut, bangkrut dah lo… siapa suruh mengerjai kita tadi di sekolah…” Ucap Siwon dalam hati. Lee Min merasa sangat risih akan itu, “Sebentar ya gw mau ke toilet dulu…” Ucap Lee Min. 15 Menit berlalu, tiba-tiba 50 pengemis datang ke Siwon dan meminta uang sebesar 100 Ribu. Siwon heran dan mau tidak maui dia memberikan 100 Ribu itu pada 50 Pengemis. “Lo mau memeras gw ya ngapain lo bawa pengemis itu kepada gw ?” Tanya Siwon.
“Lo kira gw ga bangkrut apa, kasih uang ke pengemis sepanjang jalan, ya gw bawa aja 50 pengemis dan bilang bahwa lo kana kasih 100 ribu ke mereka... Well, sudah malam duluan ya.. Bye..” Pamit Lee Min lalu pergi meninggalkan Siwon sendirian. Teman-temannya pun datang, “Gimana berhasil ga ?” Tanya Leeteuk sambil menepuk pundak Siwon.
“Berhasil dari hongkong, 5 juta habis gara-gara dia panggil 50 pengemis dan 1 pengemis 100 ribu…”
“Hahaha, sial banget dah lo…” Ejak Kyuhyun.
“Tuh cwe ada aja idenya, mendingan kita pikir ulang renacananya lagi… kali ni biar gw coba deh, gw juga penasaran…” Ujar Leeteuk.
Sementara itu di rumah Hye Sun, “Hye Sun kau sudah tidur ?” Tanya Kim Bum Oppa sambil mengetok pintu kamarnya, “Belum oppa masuk saja…” Jawab Hye Sun yang beranjak dari tempat tidurnya. “Oppa mau Tanya, kau ada Feel ama sahabat-sahabatnya Teukie ga ?” Hye Sun hanya menggelengkan kepalanya, “Kau Yakin ?” Tanyanya sekali lagi. “Beneran tidak ada oppa, Waeyo ?”
“Tidak apa-apa kau tidur saja dulu…” Kim Bum pun pergi dari kamar Hye Sun. “Berarti cinta mereka semua bertepuk sebelah tangan donk..” Gumamnya. Baru saja Hye Sun mau tidur Siwon meneleponnya.
Hye Sun : Tumben telepon, waeyo mau curhat soal Lee Min ?
Siwon : pasti dia cerita ke lo ya…
Hye Sun : ga, gw tahu lo jalan ama dia dari Teukie…
Siwon : owh, sial banget gw lo kok bisa dapat sih sahabat kayak dia…
Hye Sun : baik kok dia, Cuma lo semuanya aja yang ga tahu..
Siwon : baik apanya, dia suruh 50 pengemis dan bilang ke mereka gw akan kasih mereka 100 Ribu perorang, parah banget kan… 5 juta habis gara-gara dia…
Hye Sun: Hahaha, kasihan banget lo… gw demen aja lo semua suka ama dia, pasti seru banget.. coba gih..
Siwon : lo suruh gw pacarin dia ? ga salah ?
Hye Sun : gal ah, tapi gw dukung banget kalo heechul dan Leeteuk beneran jadian ama dia…*Hye sun pun tertidur*
Siwon : gw ga bilang aja sih.. Halo.. sudah tidur ya ? Mimpi indah…
Pagi harinya tidak seperti biasa, Geng itu sangat diam. Mereka sedang asyik berkumpul di meja Leeteuk untuk membuat album terbaru mereka yang judulnya ‘Bonamana’. “Tumben lo diam banget…”Tanya Lee Min pada geng itu dan tidak ada satu pun kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Sekali lagi Lee Min bertanya kepada mereka dan mendapatkan hasil yang sama. Lee Min kembali duduk, “Mereka lagi asyik buat album baru jangan diganggu…” Kata Hye Sun yang ingin menghampiri Geng itu. “Gamsahamida Heechul…” Heechul mengganguk, karena Hye Sun tadi memimjam Handphone miliknya. “Lo ngapain pinjam Handphone milik dia ?” Tanya Lee Min menghampirinya.
“Batre hape gw habis jadi gw pinjam buat SMS-an ama Park Inhyong…”Jelasnya.
“Park Inhyong ? siapa dia ? ada urusan apa lo ama dia ?” Tanya Lee Min bertubi-tubi.
“Kakaknya Leeteuk, dia Tanya gw mau ikut ga liat super junior buat album dan ikut mereka promosiin album terbaru…. Lumayan dari pada liburan gw ga kemana mana, Lo mau ikut ga ?”
“ga ah, malas banget pergi ama mereka…”
“Ikut lo cwe gila, lo masih ada kontra jadi assistahnt kita selama 5 hari..” Ujar Kyuhyun sambil menghampiri Hye Sun dan membisikan sesuatu padanya, Hye Sun menganguk sebagai tanda jawaban dari bisikan Kyuhyun itu.
“Bisikin apa dia ke lo ?”
“Ada saja hehe…” Hye Sun Cuma nyegir saja. “ Lo mag gitu kasih tahu gw…” Pinta Lee Min, tapi Hye Sun tidak memberitahu Lee Min. Hye Sun pergi ke tempat geng itu sekali lagi, dia meminjam handphone milik Leeteuk untuk menelepon kakak sepupunya. Ia pun duduk diantara Leeteuk dan Shindong.
“Onnie, ntar malam aku mungkin ga bisa pergi ke Bandara, besok aku akan menyusu bareng Kyuhyun dan Heechul naik pesawat…Tidak apa-apa kan ? gomawo onnie, Leeteuk ? ada kok, owh nanti akan aku sampaikan…” Hye Sun menutup teleponnya dan mengembalikan kepada Teukie, Dia pun menulis sesuatu di kertas dan memberikannya kepada Teukie yang tengah mengetik sesuatu di laptopnya. Teukie pun membacanya, kertas itu berisi ‘Kembalikan uangku yang kau pinjam sebesar 1000 won, jika tidak akau akan memberikan foto pada wartawan saat kau tengah Kissing dengan gadis mu dulu di box telepon …’ Karena penasaran semua anggota pun membacanya, Teukie cepat-cepat menghapus tulisan itu. “Dari mana onnie tahu soal itu ?” Tanya kangin, Leeteuk menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan couplenya itu. Kibum melihat Hye Sun tengah tersenyum, “Jangan-jangan lo ya…” Tanyanya.
“Hehe dia memang suruh gw yang simpan itu…” Hye Sun melihat Teukie agak kesal, dia pun Semakin mundur dan tidak sengaja duduk di pangkuan Zhou Mi. “Jadi lo yang ingetin soal itu lagi…” Hye Sun kembali nyegir, leeteuk pun mengacak-ngacak rambut Hye Sun. “Mana foto itu sekarang ?”
“Ud ama onnie lo, ga Cuma itu gw juga ada foto lo lagi tidur sambil mulut terbuka, Kyuhyun yang lagi berduaan dengan Sungmin, Siwon yang lagi bergaya mirip Mongkey dan Heechul yang berdandan mirip cwe…” Ucap Hye Sun keceplosan.
“Hye Sun…” Ucap mereka semua.
“Sudah-sudah kasihan dia tuh...” Ujar Zhou Mi dan Henry.
“Pokoknya gw ga mau tahu lo kembalikan foto-foto itu ke kita semua dan lo harus traktir kita semua makan…” Ucap Heechul.
“Oke… Oke…”Lee Min melihat Hye Sun yang dari tadi tidak turun dari pangkuan Zhou Mi, “Wah Hye Sun lo betah banget duduk di pangkuan Mimi…” Hye Sun baru sadar dan dia langsung bangun, “Mian…” Zhou Mi terdiam dan tersenyum.
Guru sejarah pun datang, “Pak bebas ya besokkan libur…” Ucap Sungmin. Guru itu berkata tidak ada libur, yang libur hanya Super Junior, Lee Min dan Hye Sun karena mereka harus mempersiapkan album baru dan juga konser mereka.” Besok kalian kan libur dan minggu depan libur karena anak kelas 3 akan menghadapi Ujian Nasional…”Kata sang guru yang akan memulai pelajarannya.
“Besok kita libur ?” Tanya Lee Min secara bisik-bisik. Ryeowook yang ada di belakangnya langsung menggetok kepala Lee Min dengan buku sejarah yang cukup tebal sekitar 350 halaman. “Eh, pabo malam ini lo ikut kita ke Singapura, nih tiketnya kita pergi selama seminggu…” Lee Min kesakitan memegang kepalanya yang habis digetok oleh Wookie dengan bukunya. “Iya bawel, tiket dan paspornya mana ?” Yesung yang ada di sebelah Ryeowook memberikan paspor dan tiket pesawat, “Jangan lupa datang ke Bandara jam 6….”
“Kenapa gw dan Hye Sun harus ikut ?” Ryeowook dan Yesung teridam. Guru sejarah itu menyuruh mereka untuk diam. Bruk !! Penghapus papan tulis yang terbuat dari kayu itu, dilempar dan mengenai Kepala Lee Min. “Jangan bicara saat pelajaran..” Lee Min terdiam sambil memegang kepalanya yang kesakitan, “Sukurin..” Ejek Heechul yang duduk di depannya.
Bel Pulang sekolah pun berbunyi, Lee Min melirik ke arah Jam tangannya berulang kali, “Hye Sun mana sih ?” Gumamnya. Grrrr….grrr…. handphone miliknya pun bergetar selama 2 kali, ada sebuah SMS masuk.
“Mianhe, gw pergi dulu ama Kyuhyun dan Heechul… Sampai Jumpa di Singapore besok…”
From : Hye Sun
Lee Min mengigit bibirnya, dia harus siap-siap karena jam 6 dia harus sudah ada di bandara. Sebuah mobil Sport warna merah berhenti di depannya. “Jangan lupa datang lo n’tar kalo sampai ga datang gw tambahin jadwal jadi assistant kita selama sebulan…” Ancam Eunhyuk lalu pergi meninggalkannya sendirian.
“Apes… apes…” Gerutunya. Di jalan Cuaca mulai mendung dan lagi-lagi ada sebuah mobil Sport berwarna Orange berhenti di sampingnya. Dia membuka kaca mobilnya. “Kau …” Ujar Lee Min.
~Bersambung~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar